Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 34 Menolong Vivi 1


__ADS_3

Vivi masih menunggu datangnya Alga di pentry namun hingga jam sebelas malam begini Alga tak kunjung datang, padahal sif kerja Vivi sudah berakhir dari jam Sembilan tadi, dan sekarang sudah pergantian sif.


"Masih belum pulang Vi ?"


Tanya teman sesama OG Vivi.


"Belum, masih nunggu Mas Alga, kamu sendiri kok baru pulang Na !"


"Biasa, nunggu jemputan aku Vi ! Oh iya, Aku pulang dulu ya Vi !"


Kata temannya itu bernama Nana, teman-teman sesama cleaning service memang sudah mengetahui perihal hubungannya denga Alga, jadi mereka tak heran.


Akhirnya Vivi coba menghubungi Alga lagi namun tak dijawab dan Vivipun mengiriminya sebuah pesan agar menemuinya sekarang dan Alga pun langsung membalasnya, membuat hati Vivi lega,


'Tunggu sebentar, aku masih sibuk, satu jam lagi aku temui kamu di pantry'


Begitu isi balasan Alga untuk Vivi, sedih rasanya hati Vivi karena Alga sepertinya sudah tak menyayanginya lagi, dilihat dari bahasa pesan Alga untuknya.


Akhirnya satu jam yang dijanjikan Alga pun tiba, Alga datang ke pantry menemui Vivi, suasana pantry saat itu sedang sepi, karena sudah jam kerja.


"Vi, sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu !"


Kata Alga setelah sampai di pantry membuat perasaan Vivi menjadi semakin tak nyaman.


"Ada apa mas ?"


"Sebentar lagi aku mau menikah, wanita yang kamu lihat tadi dikantin, itu adalah tunangan ku, dia baru datang dari luar negri !"


Bagai ditusuk pedang dada Vivi rasanya mendengar ucapan Alga, tak kuasa Vivi menahan air matanya.


"Mas, Vivi saat ini sedang hamil anak Mas Alga !"


Kata Vivi sambil sesenggukan.


"Apa !"


Alga tak kalah terkejut mendengar penuturan Vivi.


"Vivi mohon jangan tinggalin Vivi mas, bagaimana dengan nasib anak kita mas ?"


"Persetan, dia bukan anakku, aku tak percaya kalau itu anakku !"


"Vivi gak bohong mas, selama ini Vivi hanya melakukan hubungan sama mas saja !"


"Kalau begitu gugurkan saja kandunganmu itu !"


"Vivi tidak mau mas, Vivi pengen besarin anak kita bersama-sama mas, Vivi mohon !"


Vivi mengiba pada Alga sambil terus menangis.

__ADS_1


"Jangan mimpi kamu, aku sudah punya tunangan, sedangkan kamu hanya pacar sesaatku dan aku mau nikah sama tunanganku !"


Langsung naik pitam rasanya Vivi mendengar ucapan Alga itu.


"Apa !! Setelah semua yang kita lalui selama ini kamu bilang aku hanya pacar sesaat ? bajing4n kamu, kalau kamu gak mau bertanggung jawab, aku akan laporin kamu ke polisi !!"


Alga kini tersulut emosinya mendengar ucapan Vivi hingga membuat Alga tak segan menampar Vivi dengan keras hingga Vivi terjerembab, kemudian Alga pun menyeret Vivi ke tempat gelap didekat pembangunan septictank yang masih belum jadi, karena Alga takut aksinya terekam CCTV , dan tempat itu sangat aman karena tak terjangkau oleh CCTV. Alga melempar Vivi ke dalam lubang itu membuat Vivi menjerit, karena takut jeritan Vivi terdengar oleh orang Alga pun melempar kepala Vivi dengan batu besar membuat Vivi pun tersungkur tak bergerak lagi, entah masih hidup atau sudah tewas, akhirnya Alga menutupi tubuh Vivi dengan batu geragal dan mengecornya.


...selesai...


Itu cerita Vivi pada Sandra hingga Sandra pun memekik kaget dan langsung mundur beberapa langkah dari Vivi.


"Jadi sebenarnya kau ini ?"


Masih tak percaya Sandra ternyata ngobrol dengan arwah Vivi dari tadi.


"Jangan takut kak, aku mohon kakak bisa menolongku !"


Kata Vivi terlihat murung.


"Apa yang harus kulakukan untuk membantumu !"


Kata Sandra masih tak percaya, kalau Vivi didepannya ini sebenarnya tidak nyata.


"Keluarkan aku dari septictank itu, aku ingin dikubur secara layak, dan mengungkap kejahatan yang Alga perbuat terhadapku."


"Aku tidak yakin, tapi aku akan berusaha memikirkan bagaimana caranya itu!"


"Makasih ya, aku sangat butuh bantuanmu, dan aku sungguh mengharapkan kamu bisa !"


Tiba-tiba Vivi hilang seketika membuat Sandra semakin shock dan susah bernafas, kakinya lemas, namun Sandra berusaha berjalan walau kakinya gemetar, sesampainya di mushola Sandra pun duduk bersimpuh sambil terus memegangi dadanya yang seperti mau copot.


Seorang suster bernama Lina menyadari akan hal itu, hingga membuatnya khawatir terhadap dokter muda itu.


"Dokter Sandra ! Dokter kenapa ?"


Suster Lina begitu khawatir setelah melihat Sandra yang begitu pucat.


"Air !"


Jawab Sandra begitu lirih, kebetulan Lina membawa air mineral di tasnya dan langsung memberikannya pada Sandra, Sandra pun langsung meneguknya namun dadanya masih berdebar hingga tiba-tiba suasana menjadi gelap dan Sandra pun pingsan.


...****************...


Sandra mengerjap- ngerjapkan matanya karena silau, setelah dia sadar ternyata dia sudah berada di sebuah ruangan dan tangannya sudah ada selang infus yang menempel. Tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya, dia suster Lina yang telah menolongnya tadi waktu di mushola.


"Dokter Sandra, udah siuman ternyata, apa ada yang sakit dok ?"


Kata suster Lina menyapa Sandra dengan sangat hangat.

__ADS_1


"Aduh pusing sekali rasanya aku Lin !"


Jawab Sandra sedikit meringis.


Seseorang pun datang memasuki ruangan itu, dia adalah cleaning servis.


"Permisi kak, mau ngepel sebentar ya !"


"Iya silahkan !"


Kata Lina ramah pada OG itu, di dadanya ada sebuah nama bertuliskan 'Nana', Sandra seperti ingat sesuatu.


Seorang perawat lelaki pun masuk juga diruangan itu.


"Dokter, saya baru dapat kabar kalau dokter pingsan di mushola tadi, jadi saya langsung menuju kesini ingin tau kondisi Dokter !"


Dia adalah Alga, nama Alga dan Nana pun seperti berputar di kepala Sandra membuat dia tambah pusing namun seketika nama Vivi muncul juga sehingga lengkap sudah ingatan Sandra tentang arwah Vivi yang meminta tolong padanya.


"Oh, saya sudah baikan kok !"


Jawab Sandra yang langsung tegas.


Di benak Sandra pun ada tekad untuk menolong Vivi.


"Oh iya, dokter saya sebenarnya mau kasih ini !"


Kata Alga sambil mengeluarkan sesuatu yang dia bungkus disebuah kantung yang ternyata adalah Sebuah undangan pernikahan. Alga memberikannya pada Sandra dan juga Lina.


"Wah udah sold out nih ternyata, selamat ya Ga !"


Kata Lina sambil terkekeh.


Sandra hanya tersenyum tipis menerima undangan dari Alga.


'Dasar laki-laki gak tau diri, gak punya perasaan'


Batin Sandra dalam hati.


"Oh iya Nana, nih buat temen-temen cleaning service juga ya, tolong kasih ke mereka. Nana pun menerima kantung itu dengan tangan sedikit bergetar karena dia ingat temannya yang bernama Vivi.


"Iya kak, nanti aku sampaikan ke teman-teman, saya permisi dulu kak, mari !"


Pamit Nana begitu sopan.


'Ya Allah, kasian banget Vivi, mana sudah seminggu dia gak masuk, dia udah tau atau belum ya kalau kak Alga akan menikah'


Batin Nana sambil memperhatikan kantung yang dia pegang.


Tiba-tiba seperti ada hembusan angin yang menerpa wajahnya, dan Nana pun menjadi merinding, Nana menoleh kesana-kesini tak ada siapapun di koridor itu, sepi karna sudah jam sembilan malam, Nana pun mempercepat langkah kakinya karena ketakutan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2