Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 31 Ketika Hati yang Berbicara


__ADS_3

Rumah Sakit Jiwa


Di sebuah taman diarea rumah sakit jiwa, Nicko sedang duduk termenung, sekarang dia sudah tak diruang isolasi lagi, karena selama beberapa hari ini dia sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan, dia sudah mau membaur bersama teman-teman yang lain dan tak pernah berteriak-teriak lagi, bahkan sudah tidak ngamuk-ngamuk lagi.


Bahkan dokter yang selama ini memantau kesehatan Nicko mengatakan, kalau kesehatan jiwa Nicko sudah menunjukkan perkembangan dan sebulan kedepan Nicko pasti sudah sembuh, walau tidak total seperti semula.


"Nicko !"


Tiba-tiba Nicko tersadar dari lamunannya, karena mendengar namanya dipanggil seseorang, dia menoleh kesana-kemari tak menemukan seorang yang telah memanggilnya.


Terlihat seorang wanita cantik diujung taman sedang melambai pada Nicko, Nicko pun menghampiri wanita itu namun si wanita terus berjalan cepat sambil melambai memanggil Nicko untuk mengikutinya, Nicko terus berjalan cepat membuntuti wanita itu.


Tiba disebuah gudang belakang rumah sakit wanita itu tiba-tiba membuka bajunya sambil menggoda Nicko yang kini sudah merasa tergoda.


"Apa kau mau ?"


Tanya wanita misterius itu sambil terus menggoda Nicko, Nicko pun mengangguk dan menyergap wanita itu, mereka kini bermain dengan panasnya digudang itu, Nicko terlihat sangat menikmati.


Sementara itu seorang satpam sedang mengamati sebuah rekaman CCTV dari pos nya, dia melihat ada seorang pasien gangguan jiwa sedang bermain solo digudang belakang rumah sakit.


Satpam itu akhirnya menghubungi perawat untuk mendatangi gudang belakang.


Perawat laki-laki beserta satpam itupun mandatangi gudang dan menemukan Nicko tengah bermain solo dengan asyiknya.


Melihat ada orang datang Nickopun terkejut dan spontan lari dari sana, satpam dan perawat itupun mengejar Nicko yang berlari menuju tangga belakang gedung, Nicko terus berlari menaiki tangga itu menuju tandon air diatas, perawat itupun mengejarnya disana.


Sampai diatas Nicko naik keatas tandon, melihat perawat dan satpam itu sampai diatas, tanpa disangka Nicko pun loncat, membuat perawat dan satpam itu menjerit histeris menyaksikan Nicko yang jatuh kebawah dengan kepala mendarat terlebih dahulu.


Nicko pun tewas seketika dengan luka parah dikepala.


Sesosok wanita cantik tersenyum menyeringai dari kejauhan.


...****************...

__ADS_1


Disebuah pemakaman umum, nampak seorang lelaki tengah berada disebuah pusara, di nisan itu bertuliskan nama Riana. Lelaki itu nampak berdoa dengan khusuknya, sesekali terlihat lelaki itu mengusap matanya yang tiba-tiba berair, cukup lama dia duduk disebelah pusara itu hingga dia tak sadar seorang wanita cantik kini berdiri disebelahnya.


"Fandi !"


Ucap wanita itu sambil memegang pundak Fandi, membuat Fandi langsung menatap wanita itu yang kini sedang tersenyum.


"Kamu harus kuat ya, agar Riana tenang disana !"


Fandi hanya tersenyum sekilas kearahnya dan menatap lagi pusara itu, rasa tak percaya selalu muncul dibenaknya, dan rasa sedih selalu ada ketika menyadari kenyataan yang amat pedih ini, namun dia sudah berjanji pada hatinya untuk selalu ikhlas menerima takdir dari Tuhan.


"Yaudah kita pulang yuk, ini sudah sore loh !"


Ajak Andin pada Fandi. Fandi hanya mengangguk dan bangkit, Andin berjalan mendahuluinya.


"Andin !"


Panggil Fandi ketika mereka udah keluar dari areal pemakaman, Andin yang sudah mau membuka pintu mobilpun urung karena dipanggil oleh Fandi.


"Makasih ya !"


Fandi mendekat dan memegang tangan Andin.


"Makasih karena selama ini lo mau jadi sahabat gue !"


Andin hanya mengangguk tulus sambil tersenyum pada Fandi.


"Makasih udah mau nemenin gue selama sepuluh tahun terakhir ini, lo udah sabar ngadepin gue, entah apa yang harus gue persembahkan buat lo untuk membalas segala yang udah lo beri buat gue !"


Ucap Fandi sambil menunduk murung.


"Lo ngomong apa sih, gue tuh tulus jadi sahabat lo, gue gak minta apa-apa, yang penting gue liat sahabat gue bahagia itu udah cukup !"


"Andin, gue ingin kita selamanya bersama, gue pengen jagain lo selamanya. Lo mau gak nikah sama gue ?"

__ADS_1


Ucap Fandi, nadanya sedikit bergetar.


"Fan, kalau lo niat untuk menikah dengan gue hanya untuk membalas budi karena kebaikan gue selama ini, gue gak bisa Fan, karena gue ingin menikah dengan orang yang gue cintai dan juga mencintai gue, gue gak mau diantara kita menyesal nantinya karena terpaksa !"


Ujar Andin panjang lebar.


"Maaf, sebenernya gue udah sayang sama lo sejak dulu, gue aja yang terlalu naif karena terlalu terobsesi mengharap Riana"


Andin pun menangis mendengar ucapan Fandi, entah dia harus bahagia atau tidak, karena selama ini dia sudah tulus menyayangi Fandi sebagai sahabatnya.


Melihat itu Fandi pun mengusap air mata Andin.


"Gue mohon, gue gak mau menyia-nyiakan waktu gue lagi, lo mau kan temenin gue selamanya, gue butuh lo dihidup gue !"


Ucap Fandi sambil berjongkok didepan Andin, semakin menangis Andin melihatnya, Andin melihat ketulusan di mata Fandi membuatnya tanpa ragu untuk menerima cinta Fandi.


"Iya, gue akan selalu temanin lo seumur hidup gue Fan !"


Mendengar itu Fandi lansung bangkit dan memeluk tubuh Andin, Andin pun membalas pelukan Fandi.


End


...Pengumuman...


Buat sahabat Dita Feryza yang tercita, akan ada musim ke dua cerita Mengantar Riana ya, jadi setelah bab ini selesai kita langsung ada bab berikut tentang perjalanan kisah cinta Fandi dan Andin.


🤷 Tapi thor, ini kan cerita horor, masa jadi cerita romansa sih ??


🙉 Tenang aja cintah,, nanti pasti ada horornya kok 👻👻👻


Makanya jangan langsung move on dari aku ya kakak-kakak 😌


Tetap stay disini, karena ceritanya masih berlanjut🤗🤗🤗

__ADS_1


Semoga kakak-kakak semua sehat dan bahagia selalu, aminn🤲🤲🤲


Bersambung ......


__ADS_2