
Di sebuah aula gedung nampak dekorasi pelaminan yang cantik, meja-meja dan kursi di tata dengan rapi, berbagai makanan lezat dihidangkan disebuah meja prasmanan. Didepan pelaminan ada empat kursi yang berhadapan, ada meja diantara kursi yang berhadapan itu.
Seorang pengantin pria datang bersama rombongan keluarga besarnya, nampak gagah dengan setelan jas berwarna silver, sedangkan pengantin wanitanya langsung menyambut diiringi oleh beberapa wanita pengantar pengantin, pengantin wanita nampak cantik dan anggun dengan menggunakan gaun pengantin yang sungguh glanmore.
Pengantin itu dipertemukan, dengan wajah yang malu-malu sang pengantin pria kemudian memberikan sebuket bunga untuk mempelai wanita. Kemudian mereka pun diarahkan untuk menduduki kursi di depan pelaminan untuk acara ijab qobul.
Semua para tamu undangan diam sejenak untuk menyaksikan acara sakral itu.
Dengan satu tarikan nafas dan suara yang tegas pengantin pria pun mengucap ijab qobul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Andini putri wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta satu set perhiasan emas dengan berat total dua puluh lima gram di bayar tunai !"
"Bagaimana saksi, sah ?"
"Sah !!"
Setelah ijab qobul sudah diikrarkan dan saksi menyatakan sah, semua keluarga besar dan para tamu undangan pun mengucap syukur, ada yang sudah menangis haru, sedangkan pengantin wanita langsung menangis karna terharu. Kini dia sudah menjadi nyonya Fandi.
"Selamat ya Din !"
Ucap para sahabat Andin yang hadir dan memberikan selamat kepada Andin dan Fandi.
Semua para tamu menaiki pelaminan secara bergantian untuk mengucapkan selamat atas pernikahan kedua mempelai.
Suasana yang tadinya penuh haru biru kini menjadi suasana yang penuh tawa ceria.
Seorang wanita cantik berjalan di antara banyaknya tamu undangan, dia berjalan terburu-buru menuju pelaminan.
"Andin !"
Panggil wanita itu pada Andin, Andin pun terkejut karena kedatangan wanita itu.
"Sandra !"
Wanita yang dipanggil sandra itupun langsung lari kecil dan memeluk Andin dengan erat.
"Akhirnya lo datang juga sandra gimana, apa oprasinya lancar ?"
"Iya dong alhamdulillah tapi sory gue telat, gak bisa liat prosesi ijab qobul lo !"
"Gak apa-apa, yang penting lo udah datang kesini, oh iya kenalin ini suami tercinta gue, Fandi !"
"Ce'ile... Iya deh, gue tau, jangan bikin gue merasa jadi perawan tua ya !"
__ADS_1
Spontan Andin pun tertawa
"Sayang, ini Sandra sepupu aku !"
Fandi pun tersenyum pada Sandra sambil bersalaman !
Sandra adalah sepupu Andin, dia bekerja sebagai dokter bedah disebuah rumah sakit.
Karena hari ini dia ada jadwal oprasi, jadi dia tidak bisa hadir pas acara ijab qobul Andin.
...****************...
Acara pun selesai, mereka sudah kembali kerumah, keluarga besar Andin masih berkumpul dirumahnya termasuk Sandra, mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bersenda gurau.
"Enaknya jadi pengantin baru, maunya nempel mulu !"
Kata Kakak Andin bernama Mila, dia sudah menikah dan sudah memiliki anak.
"Iya Fandi, kalau masih jadi pengantin baru istrimu pasti masih anggun dan lemah gemulai, ntar kalau dah punya anak, lo bakal ngerasain istri lo bisa berubah jadi macan dan singa sekaligus"
Kata suami Mila yang langsung disambut tawa dan Mila pun langsung mencubit lengan suaminya itu.
"Ngomong- ngomong, Sandra kapan nih mau ngenalin calonnya ?"
"Aduhh, gak mikirin tante, masih mau karir nih"
"Karir terus dikejar, gak bosan sendirian terus ?"
"Hii awas jadi perawan tua loh !"
"Bodo amat !"
"Gak apa-apa, entar jodohnya kan sama kakek-kakek tuh !"
"Gak apa-apa kakek- kakek, yang penting kaya raya !"
Suasana di ruang keluarga itu pun menjadi riuh karena obrolan ngawur mereka, suara canda dan tawa menjadi satu. Fandi dan Andin begitu nyaman berada ditengah-tengah mereka.
Andin juga merasa sangat bahagia saat ini, karena jarang- jarang keluarga besarnya bisa berkumpul seperti sekarang, kerena mereka tinggal diluar kota dan memiliki kesibukan masing- masing.
"Jangan heran ya Fandi, keluarga besar Andin memang bar- bar kalau sudah bercanda !"
Kata Mama Andin yang kini sekarang sudah resmi menjadi mertua Fandi.
__ADS_1
"Gak apa- apa Ma, Fandi seneng bisa berkumpul bersama Abang- abang dan Teteh- teteh semua."
Kata Fandi sambil tersenyum.
"Ngomong- ngomong pengantin cewenya kok diem aja dari tadi !"
"Iya, gak biasanya deh, biasanya kalau ngumpul gini dia yang paling berisik !"
Membuat Andin tersenyum malu mendengar sindiran dari sepupunya.
"berdebar- debar kali nunggu malam pertama !"
Sontak semua yang mendengarpun langsung tertawa.
...****************...
Malam pun tiba, dua sejoli yang sedang dimabuk cinta itu kini berada di kamar pengantin yang sudah dihias dengan sedemikian rupa indahnya, aroma bunga melati begitu harum semerbak di atas tempat tidur. Sang pengantin wanita nampak masih malu- malu.
Andin sedang duduk disebuah kursi di depan meja rias, dia sedang menyisir rambutnya yang basah, karena seharian menjadi ratu di pelaminan membuatnya merasa sangat capek, akhirnya sebelum istirahat dia mandi dulu agar tubuhnya segar.
Fandi dengan setia menunggu istrinya itu di tempat tidur, Fandi sudah menggunakan baju tidurnya.
Saat- saat mendebarkan bagi merekapun tiba, Andin duduk disamping Fandi sambil tersenyum- senyum malu, karena ini adalah pengalaman pertama mereka menghabiskan malam pertama berdua.
Fandi duduk mendekat sambil menyentuh tangan Andin, tangan Andin saat itu sangat dingin.
"Sayang ! Apa kamu udah siap menjadi milikku seutuhnya !"
Tanya Fandi pada Andin.
"Insya Allah Sayang !"
Jawab Andin sambil mengangguk.
Fandi pun memulai dengan mencium kening Andin turun ke bibir dan terjadilah hal yang sudah diduga itu.😌
Mereka begitu bahagia merasakan rasanya malam pertama, rasaya tak ada puasnya mereka mengulangi hingga berkali-kali.
Akhirnya merekapun sudah selesa menuntaskan malam pertama itu dengan saling berpelukan, tanpa penghalang diantara kulit mereka.
Kini Andin seutuhnya telah milik Fandi, Fandi pun sama, dia seutuhnya milik Andin.
Bersambung....
__ADS_1