
Fandi sudah selesai membereskan pekerjaannya, nampakanya dia begitu bersemangat untuk cepat pulang dari kantor, dia begitu merindukan istrinya.
Suasana kantor sudah cukup sepi karena jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, tak biasanya dia pulang hingga jam segini, karena hari ini dia ada lembur. Andin sedari tadi sudah menghubunginya menanyakan keberadaan suaminya itu.
Fandi begitu geli melihat tingkah istrinya yang semakin hari semakin manja itu, mungkin ini efek dari bayi yang dia kandung.
Fandi berjalan dengan santainya melewati beberapa Office Boy yang masih membersihkan kantor, mereka tampaknya sudah mengenal baik siapa Fandi, terlihat dari cara mereka bertutur sapa dengan Fandi, Fandi adalah seorang manager keuangan disebuah perusahaan manufaktur.
Sampai didepan lift Fandi memencet tombol dan menunggu lift terbuka, sampai berbunyi 'kling-kling' dan pintu lift pun terbuka.
Seorang wanita cantik dan sexy berada dalam lift itu, Fandi tak pernah melihat sebelumnya, sepertinya dia karyawan baru, namun Fandi berusaha cuek dan memasuki lift itu berdua dengan wanita itu.
Kesunyian pun terjadi didalam lift itu, Fandi berada sedikit lebih depan dari wanita itu berdiri. Ada perasaan aneh yang Fandi rasakan, tengkuknya begitu sangat berat, namun dia berusaha tetap biasa.
"Pak !"
Terdengar suara lirih dari belakang.
"Tolong saya !"
Fandi yang mendengar suara dari belakang itupun menoleh, wanita itu nampak ketakutan, terlihat dari wajahnya yang sangat tegang. Fandi heran dengan wanita dibelakangnya itu.
"Tolong saya pak, disebelah saya ada...
__ADS_1
Belum sempat wanita itu menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba wanita itu seperti dihempaskan oleh sesuatu yang tak terlihat, wanita itu menjerit karena kesakitan, membuat Fandi kaget dan langsung menekan tombol urgen, namun seketika lift pun macet, suasana didalam lift seketika gelap, suara jeritan wanita itu masih terdengar
Fandi berusaha tenang walau hatinya diliputi rasa takut dia diam berdiri di salah satu sudut lift, dia berdoa sekusyuk mungkin, entah apa yang telah terjadi pada wanita itu, suaranya masih terdengar walau lirih, dia seperti menangis.
"Apa kau tidak apa-apa ?"
Fandi mencoba bertanya dalam gelap, bantuan masih belum datang.
"Tolong pak !"
Suara wanita itu mengiba.
"Tenanglah, sebentar lagi akan ada bantuan !"
Betapa terkejutnya Fandi ketika dia menyenter kearah wanita itu, terlihat sosok wanita berambut panjang, ukurannya lebih tinggi dari ukuran manusia biasa sedang mencengkeram wanita itu, matanya melotot tajam kearah Fandi, membuat Fandi bergidik ngeri melihatnya.
"Astaughfirullahaladzim !"
Terdengar suara jeritan sekali lagi dari wanita itu, namun tiba-tiba terdengar suara wanita itu terjatuh dilantai lift, Fandi menyenter lagi kearah wanita itu, terlihat dia sudah terkapar namun masih tersadar, hantu wanita berambut panjang itupun tak lagi ada, Fandi heran kemana perginya wanita berambut panjang itu.
"Pak !"
Wanita yang terkapar itu seperti melotot tegang kearah Fandi, dia seakan memberi kode entah apa artinya.
__ADS_1
Tengkuk Fandi mulai meremang dan berat, pundaknya tiba-tiba meremang.
Sayup-sayup terdengar suara dibelakang Fandi.
"Aku kembali...!!!"
Fandi tak mampu untuk menoleh kebelakang dia tau ada sesuatu dibelakangnya. Pundaknya tiba-tiba ada yang mencengkeram namun Fandi tak daoat berbuat apa-apa, dia hanya bisa diam tak berkutik.
"Pergi kau Setan jahat !!"
Wanita yang bersama Fandi itu berteriak kearah Fandi. Namun seketika tubuhnya seperti terhempas dan wanita itupun meringis kesakitan.
Namun Fandi berusaha memberanikan diri untuk menoleh kebelakang, tapi belum sempat Fandi menoleh kebelakang pintu lift sudah terbuka, ada beberapa orang berada dibalik pintu lift itu, seperrtinya mereka adalah orang-orang yang sengaja datang untuk membantu Fandi didalam lift, karena Fandi memencet tombol urgen sebelumnya.
Seketika cenkraman dipundak Fandi itupun menghilang membuat Fandi langsung lega dan langsung bersimpuh.
Melihat ada dua orang didalam lift dengan kondisi lemah, orang-orang itupun langsung sigap membantu untuk mengeluarkan mereka dari dalam lift.
Mereka langsung menghubungi ambulance.
Tak berapa lama kemudian ambulance datang dan membawa kedua korban untuk dibawa kerumah sakit.
Bersambung....
__ADS_1