Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 36 Menolong Vivi 3


__ADS_3

Nana begitu terkejut dan shock mendengar cerita Dokter Sandra, ada perasaan sedih namun ada perasaan tidak percaya dengan kebenaran cerita tersebut.


"Dokter, benarkah itu ?"


Ujar Nana sambil menangis dan Sandra hanya mengangguk.


"Aku sudah berjanji akan menolong Vivi, dan akan mengungkap pelakunya !"


"Apakah dokter sudah tau siapa orang yang sudah tega membunuh Vivi ?"


"Sudah, dia orang terdekat Vivi !"


"Atau jangan-jangan ?"


Nana menduga seseorang yang membuat dia sedikit shock.


"Ya, seseorang yang sudah kau duga, kita harus menemukan bukti-bukti dulu, setelah itu baru kita bisa mengungkap kejahatannya."


Nana menganngguk setuju.


"Sekarang antar aku ke pentry, aku mau mengecek tas Vivi, siapa tau kita bisa temukan bukti disana !"


Nana pun membantu Sandra untuk turun dari ranjang, karena selang infus masih menempel Sandra pun membukanya dengan hati-hati dan langsung menutup bekas infus itu dengan perban agar darahnya tak mengalir.


"Kenapa dibuka infusnya Dok ?


"Aku sudah tak membutuhkannya lagi !"


Ujar Sandra sambil tersenyum.


Merekapun akhirnya berjalan menuju pantry, suasana sepi dan mencekam karena waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


Walau ada rasa takut berjalan di koridor rumah sakit yang sepi, namun mereka tetap berjalan.


Sebuah kursi roda tiba-tiba berjalan sendiri tanpa ada orang yang mendorongnya, membuat Sandra dan Nana menghentikan langkahnya.


"Gak usah takut Dok ! Kita jalan saja, mereka hanya menunjukkan eksistensinya kepada kita, jadi kita gak usah takut !"


Ujar Nana yang membuat Sandra takjub padanya.


"Kau tak takut ?"


"Selama seminggu ini hal itu sering terjadi, jadi saya sudah biasa !"


"Apa awalnya kau takut ?"


"Ya, tapi semakin saya takut, mereka semakin mengganggu saya, jadi saya bersikap biasa saja !"


Akhirnya merekapun terus berjan melewati kursi roda itu.


Karena Sandra masih penasaran, Sandra menoleh lagi kearah kursi roda itu.


Betapa terkejutnya Sandra melihat tiga anak kecil botak sedang menaiki kursi roda itu dan mereka menyeringai ke arah Sandra.


"Astaughfirullahaladzim !!"


"Ada apa Dok ?"


"Ada bocah di kursi roda itu !"


Ujar Sandra menunjuk kursi roda itu tanpa menoleh, Nana pun memperhatikan kursi roda itu, namun tak melihat apa-apa.


"Tidak ada Dok, saya tidak melihat apa-apa disana !"

__ADS_1


Sandra pun menoleh pada kursi roda itu lagi, dan benar saja, ketiga bocah itu sudah tidak ada dan kursi roda itu sudah berhenti berjalan.


"Lebih baik kita fokus saja sama rencana awal kita Dok !"


Sandra pun mengangguk dan berjalan lagi menuju pentry.


Setelah sanpai di pentry, mereka pun langsung menuju ke loker.


Terdapat nama-nama pemilik loker yang tertera di pintu loker itu. Mereka pun membuka salah satu loker yang bertuliskan nama Viviana. Terdapat satu tas gendong didalam sana.


Sandra mengambil tas itu dan membukanya, tak menemukan apa-apa disana, hanya ada baju ganti dan sebuah dompet, ada sebuah lembaran hasil periksa Vivi waktu dia dinyatakan hamil.


"Sepertinya kita memerlukan ini !"


Ujar Sandra pada Nana.


Ketika Nana membuka dompet Vivi, Nana menemukan foto Vivi bersama dengan Alga.


"Ini juga Dok !"


"Lebih baik kita tetap simpan tas Vivi diloker, besok aku akan cari cara agar jasad Vivi bisa dikeluarkan dari septictank itu !"


Nana pun mengangguk setuju.


Keesokan harinya.


Nana dan Sandra janjian bertemu di pentry, mereka akan menjalankan misi yang sudah direncanakan tadi malam.


"Bagaimana Dok ?"


"Lebih cepat lebih baik !"


Nana pun mengangguk mendengar ucapan Sandra, segera dia mengambil mop untuk mengepel di depan pentry, sedangkan Sandra lansung menuju kamar mandi belakang. Seorang OG baru tiba dan heran melihat Nana berada di depan pentry.


"Nana, bukannya kamu sif malam hari ini !"


"Iya Ka, semalem aku telpon Selvi buat gantikan sif aku nanti malam, soalnya nanti malam aku ada acara."


Ujar Nana dan Eka hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tak berapa lama terdengar suara gaduh seperti orang frustasi dan sedikit memaki dari arah kamar mandi.


Mendengar itu Nana dan Eka menuju kekamar mandi untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.


"Dokter Sandra, sedang apa ?"


Tanya Eka heran dengan tingkah Sandra yang muring-muring dikamar mandi.


"Cincin berlian ku masuk ke WC !"


"Astaga ! Bagaimana bisa terjadi ?"


Kata Nana turut kaget mendengarnya.


"Entahlah, aku mina tolong pada kalian, tolong jangan sampai ada yang memakai kamar mandi disini dulu ya, aku mau ke pusat informasi sekarang untuk laporan !"


Ucap Sandra, nadanya terdengar frustasi, membuat kedua OG itu mengangguk serentak. Tanpa Eka sadari Sandra tersenyum pada Nana dan Nana pun membalasnya.


Di pusat informasi.


"Permisi, maaf saya mau buat laporan !"


Seorang wanita cantik tengah sibuk disana, namun mendengar ada seseorang yang datang dia pun menoleh.

__ADS_1


"Dokter Sandra ! Ada apa Dok, ada yang bisa saya bantu ?"


Wanita itu nampak ramah, didadanya terdapat papan nama bertuliskan Maria.


"Saya mau buat laporan, bahwa cincin berlian saya masuk kedalam WC !"


"Astaga Dokter ! Bagamana bisa terjadi ?"


Wanita bernama Maria itu nampak heran.


"Entahlah, tau-tau jatuh dan hanyut"


Wajah Sandra nampak murung.


"Baiklah dokter, untuk mengambil cincin itu kembali berarti harus dilakukan pembongkaran septictank !"


"Terserah, yang penting aku mau cincin itu kembali !"


"Iya Dokter, tapi semua itu butuh ganti rugi !"


"Berapa pun akan ku bayar !"


"Iya Dokter, biayanya lima juta rupiah !"


"Baiklah, tapi cincin ku itu hanyut di kamar mandi belakang dekat pentry, Maria !"


"Kamar mandi belakang ! Bukannya di ruangan Dokter ada kamar mandi ?"


"Ehmmz.. Aku baru dari kantin, trus kebelet yaudah aku pakai kamar mandi belakang !"


Ujar Sandra sambil cengengesan, membuat Maria geleng-geleng.


"Untung saptictanknya masih baru !"


Kata Maria sambil menutup mulutnya menahan tawa.


...****************...


Beberapa orang tukang kini sedang bekerja membongkar sebuah septicthank.


Sandra saat ini berada di depan pentry sambil harap-harap cemas, semoga misinya kali ini benar-benar berhasil, cincin berlian yang Sandra hanyutkan disaluran pembuangan adalah sebagai bentuk pengorbanan Sandra, belum lagi biaya ganti rugi yang harus Sandra bayar, namun semua itu tak seberapa yang penting dia berhasil menolong Vivi dan mengungkap kejahatan Alga.


Setelah cor penutup septictank berhasil dibuka, para tukang itu nampak terkejut karena ada sesuatu yang aneh dan mengeluarkan bau yang tak sedap di dalam sana.


Para tukang itu tak berani untuk turun, mereka semua menutup hidung mereka dengan baju mereka.


"Apa ada kendala Pak ?"


Tanya seorang satpam yang ikut mengamankan lokasi pembongkarang.


"Ada mayat Pak !"


Sontak membuat siapapun yang mendengarnya itu terkejut termasuk Sandra, seketika kakinya lemas dan langsung terduduk di sebuah kursi.


Nana yang mengetahui hal itu pun langsung menghampiri Sandra.


"Dokter tidak apa-apa ?"


"Gak apa-apa, aku hanya shock !"


Akhirnya satpam itupun menghubungi pihak kepolisian.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf sodara-sodara, mungkin akhir-akhir ini othor jarang update, efek mau lebaran jadi othornya banyak PR😔


Tolong di maafkeun 😢🙏🙏


__ADS_2