Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 7. Surau di Tengah Kebun Kopi


__ADS_3

Setelah menaiki motor, Pak Samsul bertanya pada Riana sambil memakai hlmnya. "Setelah ini mau kemana ??" tanpa menoleh pada Riana.

__ADS_1


"Saya mau kerumah paman saya!" nadanya dingin seperti menahan amarah dan suaranya tak selembut tadi, mungkin karna Pak Samsul menolak untuk digandeng barusan, entahlah Pak Samsul mulai merasa ada yang tidak beres dengan gadis benama Riana ini.

__ADS_1


Motorpun terus melaju, melewati jalana gelap yang di pinggir kanan kirinya adalah pohon bambu yang sangat rimbun, suasana semakin mencekam manakala suara burung hantu bersahutan dengan tokek, seketika bau anyir menyengat, namun Pak Samsul hanya tenang saja sambil terus fokus mengendarai motor di jalanan yang sangat gelap itu, tengkuknya mulai merasa berat dan sedikit merinding, hawa panas juga mulai terasa, kalau menurut sebagian orang itu tanda-tanda ada makhluk halus didekat kita, namun Pak Samsul sama sekali tidak takut dengan hal itu, bukan berarti dia tak percaya dengan adanya makhluk gaib seperti Setan dan Jin, tapi karna derajat manusia itu lebih tinggi dari Setan ataupun Jin.

__ADS_1


Ada dua bangunan di tengah kebun kopi itu, ada rumah utama yang berdinding anyaman bambu lantainya dari tanah yang dikeraskan, yang bangunan satunya lebih kecil, sama-sama berdinding anyaman bambu namun berbentuk rumah panggung, seperti surau, terdengar suara lantunan ayat-ayat Al-qur'an dari dalam surau itu, suara anak-anak mengaji dengan merdunya, begitu damai dan indah hingga menyentuh hati Pak Samsul, sekilas Pak Samsul melihat didalam surau itu ada sekitar lima orang anak perempuan dan empat orang anak laki-laki, jika ditaksir usia mereka sekitar 4 - 8 tahunan, mereka mengaji dengan khusuknya, ditemani seorang ustads yang memimpin mereka. Riana yang baru sampai langsung masuk kerumah itu dan masuk kedalam salah satu bilik dirumah itu, sedangkan Pak Samsul menunggu Riana diluar rumah sambil duduk diatas motor yang diparkir di depan surau itu sambil menikmati suara anak-anak itu mengaji, mendengar ayat-ayat al-qur'an itu membuat Pak Samsul terlena dan meneteskan air mata, betapa senangnya jika memiliki anak-anak sholeh penghafal Al-qur'an.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2