
Andin baru saja selesai mencuci mukanya, pagi ini dia ingin memberi sebuah kejutan kecil untuk Fandi, sebuah tespack bergaris dua sudah dia bungkus dengan kotak kecil berpita merah muda.
Dia masih berbenah diri di depan cermin kamar mandinya. Ada rasa bahagia yang sangat luar biasa dihatinya. Betapa tidak, semua pengorbanan cintanya selama bertahun-tahun lalu kini membawanya dalam ikatan cinta halalnya bersama Fandi. Memang semua itu tak mudah dijalani, namun karena kesabaran dan keikhlasan Andin, kini Andin bisa merajut cinta bersama Fandi, hingga kini cintanya telah berbuah, Andin mendoakan yang terbaik untuk calon buah cintanya itu.
Andin keluar dari kamar mandinya, terlihat Fandi sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor tempatnya bekerja. Andin mendekati suaminya itu dan langsung memeluknya dari belakang, mendapat pelukan dari istrinya Fandi hanya tersenyum bahagia.
"Sayang, aku ada sesuatu buat kamu !"
Ujar Andin sambil merapatkan pelukannya dari belakang.
"Sesuatu apa sayang ?"
"Tutup mata dong !"
Walau Fandi enggan melakukan hal yang sangat kekanak-kanakan itu, namun dia tetap melakukan itu demi menyenangkan hati istrinya.
Andin pun memberikan kotak kecil itu ke tangan Fandi, dan seketika itu Fandi membuka matanya.
"Apa ini ? Aku kan nggak ulang tahun !"
"Emangnya kalau mau kasi sesuatu buat orang tersayang harus menunggu ulang tahun dulu !"
"Ya nggak juga sih !"
Fandi pun hanya membolak-balikkan kotak kecil itu tanpa membukanya.
__ADS_1
"Dibuka dong, sayang !"
Fandi membuka kotak itu dan menemukan sebuah benda, seketika wajah Fandi berubah semringah menatap benda itu.
"Beneran ini sayang ? Aku gak mimpi kan ?"
Andin hanya mengangguk ceria, dan Fandi pun memeluk istrinya itu dengan perasaan bahagia.
"Alhamdulillah !"
Kata syukur selalu terucap pagi itu, perasaan mengharu-biru bercampur menjadi satu, tak henti-hentinya Fandi mengecup kening istrinya itu.
Akhirnya kabar bahagia itu pun terdengar oleh anggota keluarga yang lain, mereka semua mengucap syukur dan mendoakan agar Andin dan calon buah hatinya diberi kesehatan, Sandra yang juga mendengar hal itu juga tak kalah senang bahkan dia ingin buru-buru menimang calon keponakannya itu.
Sore menjelang magrib, Andin sedang menunggu Fandi pulang kerja, biasanya sekitar jam enam sore Fandi sudah sampai rumah.
Andin nampak gelisah menunggu kepulangan Fandi, dia nampak mondar-mandir di teras rumah, sejak hamil dia memang lebih manja dari biasanya, sering merasa gelisah dan bahkan sering baper, maklum ibu hamil muda memang sering berubah-ubah hormonnya, dan saat ini dia merasa sangat rindu pada suaminya itu, padahal tadi siang sudah menghubungi Fandi melalui video call, namun perasaannya masih belum tentram jika belum melihat suaminya secara langsung, bahkan dia selalu menciumi bau keringat suaminya ketika baru pulang kerja.
Mama Andin nampak heran melihat tingkah Andin yang sedari tadi hanya mondar-mandir diteras rumah.
Sesosok makhluk halus berambut panjang hingga ke tanah memperhatikan tanpa sepengetahuan Andin, dia nampak mengeluarkan lidahnya yang panjang.
"Andin ! Ngapain dari tadi mondar-mandir kaya setrikaan diteras ?"
Yang ditanya hanya nyengir.
__ADS_1
"Pamali, orang hamil jangan diluar rumah waktu senja !"
Kata mama Andin menasehati.
"Suami ku kok belum pulang ya Ma ?"
"Biasanya juga jam enam baru sampai, ini kan masih jam setengah enam ?"
Mama Andin nampak mengerutkan keningnya karena heran.
"Iya sih, kepikiran aja !"
Ucap Andin sambil senyum-senyum.
"Halah, kepikiran apa kangen ? Yaudah masuk aja, jangan diluar rumah, pamali ! Senja seperti ini makhluk halus banyak berkeliaran !"
Sesosok makhluk halus itu nampak senang melihat ada janin di perut Andin, hidungnya nampak mengendus-endus, mungkin dia mencium aroma janin di perut Andin.
Mama Andin pun menarik tangan putrinya itu untuk masuk kedalam rumah dan langsung mengunci pintu.
Sesosok makhluk halus itu pun menghilang bersamaan ditutupnya pintu rumah Andin.
Bersambung...
Mohon maaf hanya up sedikit 😢🙏🙏
__ADS_1