Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 46 Gadis Kecil


__ADS_3

Pagi ini langit terlihat mendung, sepertinya akan turun hujan, Sandra sudah siap untuk pergi ke Rumah Sakit, karena hari ini ada jadwal oprasi.


Suasana mendung di pagi hari memang terasa syahdu, bagi sebagian orang yang mungkin tidak punya pekerjaan diluar rumah, namun Sandra kini sedang berkutat dengan kemacetan dijalan.


Sesampainya Sandra di Rumah Sakit tempatnya bekerja, dia langsung disambut oleh Suster Lina.


"Selamat Pagi Dok !"


Ucap Suster Lina dengan nada riang.


"Kok selamat pagi sih, Assalamualaikum dong !"


"Astaugfirullah, walikum salam !"


"Nah, gitu yang betul kalau menyapa saudara sesama muslim !"


"Wah, ada yang baru dapat hidayah nih sepertinya, biasanya boro-boro mau ucap salam kalau bertemu !"


Ujar Suster Lina sambil terkekeh.


"Alhamdulillah, efek diruqyah setannya pada kabur semua kali !"


Sandra menimpali ucapan Suster Lina, semenjak mengantar Sandra untuk ruqyah kemarin mereka semakin akrab.


"Iya, apa lagi yang meruqyah Gus tampan ya Dok, hihi !"


"Huss... Jangan bikin gosip loh ya !"


Sandra seperti salting dia pun langsung berlalu pergi ke ruangannya, jadwal oprasi sebentar lagi, Sandra akan bersiap-siap memasuki ruangan oprasi.


Seorang pasien wanita berada dalam ruangan oprasi, menurut riwayat penyakitnya, pasien mengalami penyakit peritonitis.


Sandra memasuki ruangan oprasi, keadaan pasien sudah siap untuk dilakukan tindak pembedahan, karena sudah dilakukannya anastesi oleh dokter anastesi. Sandra pun sudah akan memulai proses pembedahannya, namun tiba-tiba sebuah tangan mungil memegangi tangan Sandra yang akan memebedah perut pasien.


Sedikit terkejut Sandra melihat tangan mungil itu karena tiba-tiba ada seorang gadis kecil berambut panjang berada di samping Sandra usianya sekitar enam tahun, dilihat dari postur tubuhnya, Sandra melihat kepada semua dokter maupun perawat yang ada disana, mereka nampak tak terganggu dengan adanya gadis kecil di sebelah Sandra itu, Sandra pun sadar bahwa gadis kecil ini adalah makhluk tak kasat mata, dan hanya dia yang bisa lihat.


Sandra pun tak memeperdulikan kehadiran gadis kecil itu dia pun meneruskan proses pembedahan terhadap pasien.


"Buat dia mati !"


Tiba-tiba gadis kecil itu berucap dengan lirih, dia menoleh pada Sandra, wajahnya nampak pucat dan terdapat luka sobek di dahinya. Melihat itu Sandra sedikit berdebar, karena dia merasa terganggu, bagaimana pun dia harus profesional, dia harus bisa menyelesaikan proses oprasi ini dengan sukses.


"Jangan selamatkan dia, dia orang jahat, dia sudah membunuh ku !"


Keringat mengalir deras didahi Sandra, dia begitu gugup dan berdebar.


"Dokter Sandra, apa Dokter baik-baik saja ?"


Tegur seorang perawat pada Sandra.

__ADS_1


"Bisa tolong ambilkan saya segelas air ?"


Ucap Sandra dan perawat itupun langsung memberikan Sandra sebuah air mineral, tanpa menunggu lagi Sandra pun langsung meneguk air itu, dia diam sejenak, berdoa dalam hati agar proses oprasi ini berjalan dengan baik dan tanpa gangguan.


Setelah keadaan Sandra mulai membaik, dia pun kembali untuk melakukan proses oprasi dan alhamdulillah dalam waktu satu jam oprasi pun sudah selesai, kini Sandra bisa bernafas lega, gadis kecil itu pun sudah tak terlihat lagi.


Sandra sudah berada di ruangannya, suara pintu diketuk dari luar.


"Masuk !"


Ucap Sandra, dia masih fokus dengan pekerjaannya, terdengar suara pintu terbuka, Sandra melihat dengan ekor matanya seorang gadis kecil memasuki ruangannya.


Sandra pun terkejut dan langsung menoleh kearah pintu, tak nampak siapapun yang datang, dan pintu pun masih tertutup, membuat hati Sandra menjadi tak karuan, dengan segera Sandra berucap istigfar berkali-kali.


"Dokter !"


Sebuah suara lirih memanggilnya dari arah samping, Sandra benar-benar merasa takut untuk menoleh, karena dia yakin, gadis kecil itu datang lagi.


Sandra pun membaca ayat-ayat Al-qur'an yang dia ingat untuk membuat hatinya sedikit lebih tenang, setelah Sandra bisa mengendalikan hatinya, Sandra pun berani untuk menoleh sedikit demi sedikit ke arah sampingnya.


Seorang gadis kecil dengan wajah penuh amarah memandang Sandra.


"Kenapa kamu marah ?"


Tanya Sandra, mencoba berani menghadapi gadis kecil tak kasat mata didepannya itu.


"Kenapa kamu biarkan orang jahat itu hidup ?"


"Kenapa ? Saya adalah Dokter, sudah kewajiban saya untuk menolong pasien !"


"Tapi dia orang jahat !"


"Aku tidak perduli dia jahat atau tidak, tugasku hanyalah menangani pasien !"


"Dia telah membunuhku, seharusnya dia juga harus mati sebagai hukuman karena telah jahat padaku !"


"Itu adalah takdir, dan aku tak berhak menghakiminya, biar Allah yang maha adil yang berhak menghukumnya !"


"Tidakkkkkk !!!!!"


Gadis kecil itu berteriak hingga membuat vas bunga yang berada di meja Sandra terjatuh dan pecah berantakan, Sandra hanya bisa memejamkan mata karena tak tahan melihat amarah gadis kecil itu.


Sandra membaca beberapa surat-surat pendek Al-Qur'an yang bisa mengusir roh-roh jahat yang mengganggu dia terus mengulang-ulang membaca surat-surat pendek itu, hingga sebuah ketukan pintu menyadarkan Sandra. Sandra membuka matanya, gadis kecil itu sudah tak ada lagi.


"Dokter Sandra !"


Terdengar suara memanggil namanya.


"Masuk !"

__ADS_1


Ucap Sandra.


"Dokter Sandra, apa yang terjadi, kenapa vas bunga bisa pecah begitu ?"


Tanya Suster Lina setelah tau apa yang terjadi diruangan Sandra.


"Oh itu ! Aku tak sengaja menjatuhkannya tadi !"


"Ya Tuhan, saya panggilkan OB untuk membersihkannya ya Dok !"


Sandra hanya mengangguk.


"Lina, aku ijin pulang awal ya, sepertinya aku sedikit gak enak badan hari ini !"


"Baiklah Dokter."


Sandra pun pulang lebih awal hari ini, namun dia rencananya tak langsung pulang kerumah, dia akan kerumah Andin, karena ada sesuatu yang harus dia bicarakan pada Andin.


Sandra melajukan mobilnya dengan kecepatan standart, tiba disebuah persimpangan lampu merah menyala dan Sandra memberhentikan mobilnya.


Sebuah motor melaju dan berhenti tepat disamping mobil Sandra, sepertinya dia alah seorang Ojol karena dilihat dari jaketnya yang berwarna hijau itu senada dengan helmnya.


Tiba-tiba sebuah bayangan hitam melintas didepan mobil Sandra, Sandra sudah mengira pasti bayangan itu adalah makhluk yang sama saat dulu Sandra berada di persimpangan ini, makhluk yang sering mengganggu para pengendara dan tak jarang membuat mereka celaka, sama seperti kajadian ibu hamil yang dulu.(Bab Takdir).


Makhluk hitam itu pun menghampiri motor Ojol yang ada disamping mobil Sandra itu, dia duduk berbonceng disana, dengan segera makhluk itu pun membuat tali sepatu sang pengendara Ojol terlepas dan meletakkan salah satu tali sepatunya di rantai motornya, dengan segera Sandra pun membuka kaca mobilnya dan menyapa sang pengendara Ojol.


"Mas, tali sepatunya terlepas tuh !"


Sang pengendara Ojol itupun membuka kaca helmnya dan menoleh pada Sandra.


"Itu ! Tali sepatunya terlepas, bahaya kalau tersangkut di rantai motornya !"


Tunjuk Sandra, membuat pengendara Ojol itupun menoleh pada sepatunya dan mendapati salah satu tali sepatunya berada di rantai motornya. Dengan segera dia pun memperbaiki letak tali sepatunya kembali dengan menalinya.


"Makasih ya Kak !"


Ucap pengendara Ojol itu dengan senyum yang tulus pada Sandra, Sandra pun tersenyum juga.


Terlihat makhluk hitam itu kini melotot kearah Sandra dan Sandra pun hanya cuek dan menutup kembali kaca mobilnya, lampu hijaupun kembali menyala, semua pengendara mobil dan motorpun kembali menjalankan kendaraannya.


Sandra sudah menjalankan mobilnya, dalam hati dia sudah merasa lega karena dengan kelebihannya yang indigo dia bisa menyelamatkan orang lain, betul kata Gus Husein, bahwa kita harus mensyukuri apapun yang kita punya, karena semua itu pemberian dari Allah.


Mengingat Gus Husein Sandra menjadi senyum-senyum sendiri, hingga dia kini sampai dan membelokkan mobilnya disebuah halaman rumah Andin.


Nampak dari dalam mobil oleh Sandra, wanita tinggi besar dengan rambut menjuntai hingga kebawah, berada di depan pintu rumah Andin, wajahnya sungguh mengerikan dengan bola mata yang melotot hingga hampir terlepas.


'Kejutan apa lagi ini ya Allah, semoga Andin dan keluarganya baik-baik saja, amin !!"


Sandra pun turun dari mobilnya dan berjalan menuju rumah Andin.

__ADS_1


Bersambun......


__ADS_2