Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 11. Bukan Ibu Pengganti


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu, Aida adalah seorang janda, dia sudah menikmati asam manisnya kehidupan, menurutku dia tidak akan pernah punya waktu itu masalah hati," Darion menunduk dihadapan Dokter Danu.


"Jangan menyerah, semuanya perlu pendekatan kau tahu, Aida itu cantik dan berjiwa ibu sekali, jangan sampai kau menyesal, karena aku yakin ada pria lain yang sedang menanti cinta Aida juga."


Mendengar jawaban dari Danu membuat Darion semakin menunduk, benar juga jika Darion stuck dengan hal yang sama, sampai kapanpun dia akan kalah oleh egonya sendiri.


Haruskah dia bertekad mengungkapkan keinginannya duluan, Darion berdiri memikirkan semua ini membuatnya sedikit pusing, dia hendak menemui Aida dan mengajaknya pulang.


"Tunggu, kau mau kemana?" Danu menatap dalam Darion.


"Pulang," jawab Darion singkat saat tangannya hendak membuka pintu.


"Dalam kondisi seperti itu?" Danu berdiri dia membuka lacinya dan mendapati sebuah kemeja disana. "Pake ini, kau tidak inginkan badanmu menjadi tontonan diluaran sana, Dokter?"


"Sebaiknya kau diam, Danu," Darion mengambil kemeja itu dan memakainya. "Terimakasih, akan aku kembalikan."


"Tidak perlu, aku pantang memakai bekas orang walaupun sudah di cuci," gurau Danu.


"Sialan," Darion berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Danu dengan sejuta opininya.



__ADS_1



Aida berjalan menuju ruangan dimana Baby Reza di letakkan, sesampainya disana Aida mendapati bahwa Reza sudah bangun, walaupun wajahnya masih pucat.


"Reza, udah bangun?" tanya Aida beralih menggendong Reza seolah berbicara dengan bayi berusia hampir dua bulan itu. "Maafin, Tante Aida yah, gara-gara Tante alergi kamu kambuh, maafin yah."


Aida mendekap erat Baby Reza karena sangat menyesal atas hal yang terjadi, andaikan saja Baby Reza mengalami hal yang buruk, Aida tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


Aida Dejavu, dia teringat kandungannya dulu dimana dia harus kehilangan anaknya yang sebentar lagi harusnya lahir, dia tidak ingin ini terjadi pada Reza.


Aida duduk di kursi yang ada di samping ranjang Reza, kondisi Baby Reza tidaklah begitu parah, jadi Baby Reza bisa dibawa pulang saat itu juga.


"Kamu sayang sama Reza?" Suara Darion membuat Aida berbalik menatap sumber suara itu.


"Tidak ada apa-apa, saya hanya berpikir bahwa sudah saatnya Reza mendapatkan ibu pengganti," ujar Darion yang membuat Aida mendelik.


Rasa-rasanya Darion akan melakukan satu kesalahan besar kali ini, Aida mendelik dan menatap dalam Darion.


"Maksud Kak Ion, apasih?"


"Kamu mau gak nikah sama kakak lagi? Maksud kakak rujuk," jawab Darion yang membuat Aida terdiam.


Diamnya Aida menyimpan banyak hal sebelum Aida menggelengkan kepalanya. "Pernikahan itu sakral dan menuntut banyak hal, dan aku pernah terluka dengan kalimat, ketika kamu berjalan bersama saya, jangan ragu karena saat saya memilih berjalan bersama kamu, saya sudah meninggalkan banyak hal, aku masih terluka dengan kalimat ini kak."

__ADS_1


Darion merasa tertampar.


"Maksud saya tidak begitu Aida," ujar Darion pelan. "Reza masih kecil, dia butuh ibu, kalau kamu ingin menikah dengan kakak, setidaknya Reza tidak akan sadar bahwa kamu bukan ibu kandungnya."


Aida lagi-lagi tidak habis pikir dengan tanggapan Darion kepadanya benar-benar membuat Aida berpikir, siapa sosok dihadapannya kini yang memiliki pemikiran sedangkal itu.


"Dulu semudah itu kakak mengucapkan talak dan sekarang secepat itu kakak mengungkapkan rujuk, aku gak bisa kak, aku butuh banyak pertimbangan, karena ketika wanita memilih menjadi seorang istri, dia sudah pasti harus meninggalkan lebih banyak hal ketika dia yakin, bahwa calon suaminya adalah lauhul mahfudznya."


Aida memilih berjalan meninggalkan Darion dan membuat Darion terdiam kaku disana.


"Satu lagi kak, tidak ada yang namanya mantan ibu walaupun ada ibu pengganti, jangan buat Reza menjadi anak durhaka kepada kak Agnes." ujar Aida. "Sama kayak kakak yang gamau aku lihat durhaka kepada Babah Adam, jadi aku ikhlaskan kakak bersama kak Agnes waktu itu."


Darion tertampar.





Jangan Lupa Like


Assalamualaikum

__ADS_1


__ADS_2