
•
•
•
"Pak Adin?"
Aida kira siapa yang datang tadi, Adin tersenyum dan berjalan ke arah Aida. "Aku baru tahu kalau apartemen ini milik kamu dan Darion dulu, pantes kamu maunya disini."
"Gak juga, Pak, katanya Bapak gabisa kok ada disini?" tanya Aida pada Adin.
"Awalnya, tapi ternyata kerjaannya udah beres, aku nyusul aja kesini sapa tahu kamu butuh bantuan," jawab Adin yang membuat Aida mengangguk. "Kamu kenapa gak kejar aja dia ke Makassar?"
"Ah, Bapak, dia mah bukan jodoh aku, aku cuma kangen sama Reza," jawab Aida pada Adin.
"Mata kamu, gak akan pernah bohong, Aida," ujar Adin. "Masih ada wajah Darion disana."
Aida tertawa kemudian duduk disebuah kursi dan menatap Adin. "Bisa aja, emang Bapak cenayang?"
Adin menunduk kemudian mengangkat kepalanya. "Aku orang yang pernah mencintai kamu Aida, tapi aku sadar aja mencintai tak harus memiliki kan."
Aida diam, Adin kemudian berdiri. "Ini mau diberesin, yang mana yang mau dibantu?"
Aida yang sempat diam beberapa saat kemudian ikut berdiri dan memberitahu kepada Adin yang mana saja yang harus dibereskan.
__ADS_1
Akhirnya siang itu mereka berdua menata ulang seisi apartemen itu, yang akan mulai ditempati Aida malam ini juga.
•
Sudah lima tahun, tidak terasa bagi Aida, sudah selama ini dia berpisah jarak dengan Darion, walaupun mereka tidak terikat janji apapun.
Tapi mereka terikat kalimat bahwa mereka akan kembali bertemu dalam kondisi bahagia, Aida bahagia saja dengan hidupnya walaupun dia masih betah sendiri.
Bukan tanpa alasan kan, dia masih tidak menampik hanya ada nama Darion, dan fase melupakannya itu tidak semudah fase beradaptasi tanpa kehadiran Darion.
Aida juga sudah yakin bahwa Darion sudah memiliki wanita lain yang mendampinginya, Aida tidak pergi dari kota ini karena dia ingin melihat Darion kembali dengan seorang pendamping.
Dan yang paling Aida rindukan adalah Reza, karena Rezalah yang paling berbekas dihati Aida, dia sudah menganggap Reza seperti anaknya sendiri.
"Ambil aja Aida, lagipula dalam lima tahun terakhir kamu gak pernah ambil cuti tahunan kamu," jawab Adin.
Adin sama sendirinya dengan Aida, walaupun mereka semakin tua tapi mereka sama sama betah sendiri sekarang, mungkin melupakan cinta sejati tidaklah semudah itu.
Hari ini rencananya Aida ingin ziarah ke makan Agnes, mantan istri kedua Darion, sekedar menengok saja, mau bagaimanapun Agnes itu adalah ibu kandung dari Reza.
Setelah mengambil izin dengan Adin, hari ini Aida pun meninggalkan pekerjaannya dan bergegas menuju makam Agnes sebelum hari gelap.
Dan besok dia ingin liburan ke luar kota selama tiga hari, Aida menjalsnkan mobilnya dan meninggalkan area kantor.
Tak lama dalam perjalanan, Aida telah sampai di depan komplek pemakaman, Aida memarkirkan mobilnya di pinggir jalan kemudian berjalan masuk ke dalam makam.
__ADS_1
Sesampainya di hadapan makam Agnes, Aida langsung menabur bunga dan membacakan doa.
"Kak Agnes, apa kabar, sudah lima tahun aku gabisa mengikuti permintaan Kak Agnes, dulu kak Agnes meminta kalau kak Agnes tidak ada, aku yang menjaga Reza dan Kak Ion."
"Sampai sekarang aku menyesali kenapa aku tidak pernah bisa memenuhi keinginan Kak Agnes, apa karena aku sudah terlanjur tidak ingin mengulang masa lalu?" lanjut Aida.
Aida mengusap nisan Agnes, masih ada satu janji dengan Agnes yang belum dia tepati.
Disaat seperti ini, tiba-tiba saja, ada sebuah tangan kecil memeluk punggung Aida yang membuat Aida meliriknya.
"Mama apa kabar? Reza kangen sama Mama."
"Re-Reza?"
•
•
•
TBC
Next Part kalau komennya banyak ahahahaha, semangat yah komentarnya.
Likenya juga wakaka
__ADS_1