Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 12. Fakta Untuk Adin


__ADS_3

Aida berjalan keluar dari ruangan itu, menggendong Reza dengan disusul oleh Darion yang masih terdiam beberapa saat setelah terkena ucapan oleh Aida.


Darion berpikir ucapannya benar-benar sedikit tidak masuk akal bagaimana bisa dia berpikir untuk menggantikan sosok Agnes sebagai ibu dari Reza dan menginginkan Reza melupakan bahwa dia mempunyai Ibu bernama Agnes.


Kalau Darion pikir-pikir ucapan Aida ada benarnya.


"Da, Aida tunggu maksud saya nggak begitu."


Aida berhenti dan membalikkan badannya menatap Darion. "Terus?"


"Saya hanya menginginkan ibu untuk Reza. Dia tidak mungkin tumbuh tanpa seorang ibu."


"Reza kuat kok Kak, dan kalaupun Kakak cari Ibu pengganti buat Reza nggak gini caranya Kak, kalau Kakak begini terus ini sama saja Kakak menginginkan Reza untuk durhaka kepada Kak Agnes dan dengan semudah itu kakak melupakan Kak Agnes?"


"Saya tidak bermaksud Aida."


Aida tidak mendengarnya lagi dia memulai berjalan lagi meninggalkan Darion di koridor rumah sakit itu, Darion hanya menyusul Aida keluar dari rumah sakit menuju parkiran di mana mobil Darion berada.


Sesampainya disana Aida langsung menyerahkan Reza kepada Darion.


"Kak aku nitip Reza dulu ya Kak, aku mau ke dokter ya nangani suntik hormon ku kemarin, aku mau lakuin penetralan, buat asi aku."


"Apa perlu?"


"Aku bahkan nggak tahu ASI aku masih bisa nggak dikonsumsi untuk Reza atau tidak."


Setelah menyerahkan Reza kepada Darion, Aida kemudian berjalan kembali masuk ke rumah sakit menuju ruang politeknik hormon di mana tempat dia suntik hormon tempo hari.


Aida mengetuk pintu dan mendapati dokter tempo hari ada di sana dokter tersebut mempersilahkan Aida masuk yang membuat Aida masuk.


Cukup lama Aida di dalam sana melakukan konsultasi dan penetralan terhadap asinya sampai akhirnya dokter tersebut memberikan resep obat kepada Aida untuk menetralkan asinya.

__ADS_1


Setelah selesai Aida keluar dari ruangan itu tapi Baru beberapa langkah Aida sudah harus berhenti karena kejutan dengan sosok di hadapannya.


"Pekerjaan yang kamu maksud ini?"


"Pak Adin," gumam Aida perlahan.


"Kamu kenapa nggak cerita sih sama saya?" tanya Adin dengan raut wajah datar.


"Maksud Pak Adin apa ya?"


"Saya sudah tahu semuanya Aida kamu menjadi Ibu susu untuk anak Darion kan."


Aida menunduk dia tidak tahu harus bagaimana lagi menjawab pertanyaan Bosnya itu harus ke dia jujur sekarang atau dia harus berpura-pura lagi.


"Saya nggak tahu kalau kamu bisa menghasilkan ASI."


"Pak saya bisa jelaskan semua ini, pak!"


"Ini bukan tentang pekerjaannya Pak tapi tentang hati nurani dan hati seorang ibu, sebanyak apapun nominal nggak akan bisa membayar bagaimana perasaan seorang ibu terhadap anak, dan aku merasakan apa yang terjadi pada anak dari Pak Darion dan Aku melakukan ini bukan karena uang pak tapi aku punya alasan tersendiri."


"Ya udah apa alasannya apa.'


"Maaf Pak, untuk itu aku nggak bisa kasih tahu Bapak."


Aida beranjak pergi namun baru beberapa langkah Adin sudah mencegatnya dengan menarik tangan Aida, langkah Aida terhenti yang membuat Aida membalikkan badannya lagi dan mendapati Adin sudah benar-benar dekat dengan dirinya.


"Kamu jujur atau saya pecat kamu!" ancam Adin serius.


Deg!


Sebenarnya Adin tidak ingin memaksa Aida begini tapi kalau Adin tidak melakukan ini dia tidak mungkin akan mendapat jawaban dari Aida lagi pula tidak begitu mudah bagi Adin melepas Aida begitu saja dari kantor.

__ADS_1


Dan Aida juga tidak mau lepas dari kantor karena mendapat posisi sebagai general manager itu bukan hal yang mudah bagi Aidah selama 2 tahun karirnya.


"Ada sebuah rahasia yang perlu Bapak tahu."


"Apa?"


"Saya dan Pak Darion, pernah menikah kami adalah mantan sepasang suami istri Pak," ujar Aida menatap Adin serius.


Mendengar itu membuat Adin terkejut sesaat, Adin tertawa kecut seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan Aida, Adin seolah berkata bahwa Aida itu hanya bergurau dan bercanda saja.


"Kamu bercanda sih, nggak lucu Aida."


"Aku nggak bercanda Pak, ini serius aku pernah hamil dan aku hamil anaknya Pak Darion, tapi aku keguguran makanya aku bisa menghasilkan ASI, Pak Darion nggak pernah tahu soal ini dan aku mengatakan ini ke Bapak Karena aku percaya sama Pak Adin, dan aku mohon sama Pak Adin Jangan pernah katakan ini kepada Pak Darion."


"Jadi, kamu kembali menjadi Ibu susu untuk anak Darion karena kamu ingin kembali kepada Darion?"


"Pemikiran Bapak jangan dangkal kayak gitu Pak, Bapaknya perlu tahu tidak ada yang bisa mengalahkan naluri seorang ibu, saya hanya sebatas ibu susu, tidak lebih," sela Aida memberi jeda. "Dan karena bapak sudah mengetahuinya saya mau pohon bapak bisa menjaga rahasia saya."


Adin terdiam, Aida kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Adin di koridor Rumah sakit tersebut yang masih tidak habis pikir dengan suatu fakta yang dia dengar lagi hari ini.


"Tapi Aida, saya cinta sama kamu!" gumam Adin.





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2