Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 32. Achievement Of Love


__ADS_3




Aida masih terdiam dihadapan Darion, kini hanya mereka berdua yang ada disana, Aida terdiam sejenak mengingat janji yang sudah di torehkan.


Jangan terlalu banyak menunda, ikuti kata hati dan jalankan semua dengan baik dan benar.


"Aku mau."


Mendengar itu membuat Darion terdiam, rasanya tidak percaya akan apa yang diucapkan Aida padanya.


"A-Apa?"


"Aku mau jadi istri kak Ion lagi, jadi Ibu bagi Reza," jawab Aida yang membuat Darion rasanya bermimpi.


Ingin Darion berteriak sekarang, tapi takut Reza terbangun, Darion hanya menatap Aida kemudian tersenyum dalam. "Kakak cinta sama kamu."


"Aida juga cinta sama Kakak."


Darion kemudian kembali mengendarai mobilnya untuk melanjutkan perjalanan tapi kali ini Darion melewatkan apartemen Aida dan langsung menuju rumahnya.


Ini harus disegerakan dan Darion tidak ingin menunggu lebih lama untuk perasaannya ini.


Tak lama kemudian, Darion sudah sampai didepan rumah orang tuanya, apapun jawaban Babahnya kali ini, Darion akan tetap menikahi Aida.


Aida turun dari mobil dengan menggendong Reza yang masih tidur sedangkan Darion langsung berjalan masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum," ujar Darion yang membuat Babah Arga dan Bunda Gevanya bangkit dari duduk mereka di sofa ruang tamu.


"Waalakumsalam, Darion kamu sudah sampai mana Reza?" tanya Babah Adam saat melihat Darion tidak bersama Reza.


Aida berjalan ke samping Darion dengan menggendong Reza yang membuat Babah Arga dan Gevanya saling menukar pandangan, ada rangka apa mereka berdua berdampingan sekarang.


"Darion akan menikahi, Aida."


"Hah?"



Darion dan Aida kini duduk dihadapan Babah Arga dan Bunda Gevanya, sedang Reza sudah dibawa masuk ke dalam kamar untuk tidur.


"Kamu yakin?" tanya Bunda Gevanya pada Darion. "Kalau Bunda kembali lagi kepada kalian, kamu anak satu-satunya Bunda, apapun yang terbaik buat kamu, itu Bunda setujui."


"Yakin, Bunda, ini sudah menjadi pilihan Darion," jawab Darion yang membuat Babah dan Bunda saling menukar pandangan.


"Aida, maafkan Babah, harusnya dulu Babah gak memaksa kamu pisah dengan Darion, Babah aku ini semua salah Babah, Babah rasa kamu adalah istri yang dicari Darion, apapun keputusan kalian, Babah akan setuju," jawab Babah Arga yang membuat senyum Darion mengembang sempurna.


Rasanya Darion berhasil mendapatkan semua lampu hijau dari keluarganya dan kini Aida benar-benar merasakan bahwa dirinya adalah orang yang paling bahagia saat ini.




__ADS_1


TBC


Assalamualaikum, Tahu gak sih Aida dan Darion kan bakal nikah dan mereka bakal punya anak lagi


Nah nama anaknya Nanas, eh Nanas ini udah punya novel sendiri, nama aslinya Syahnaz sih.


Buat yang mau baca cerita Nanas, bisa mampir yah.


Di FINDING LOST DADDY


Nanas harus menerima bahwa dirinya hamil setelah tidak sadar melakukan hal terlarang dengan seorang Presdir yang dikabarkan seorang yang tidak pernah berkencan dengan wanita.


Takut dan Malu, Nanas akhirnya memilih pergi ke kota lain untuk melahirkan anaknya, sang anak yang diberi nama Andro itu tumbuh menjadi anak Genius.


Dengan ketrampilan menggambarnya dia bisa membantu Nanas menjadi peranjang baju terkenal, namun satu misi Andro, dia ingin mencari ayahnya yang tidak pernah dia kenali, untuk membalaskan dendamnya.


Cuplikan:


POV Zach





Sialan!


Pemberitaan semakin aneh saja, kini diriku sedang menatap layar dashboard yang menampilkan berita tentang salah satu presiden direktur perusahaan ternama di kota ini yang di isukan adalah penyuka sesama jenis.


"Siapa yang membuat pemberitaan bodoh seperti ini, apa mereka sudah kehabisan bahan!?" teriakku menggebrak meja kerjaku.


"Zian!"


Tak lama setelah aku berteriak, seorang pria masuk ke dalam ruangan ku, dia adalah Zian, asistenku.


"Siap, Tuan Zach, ada apa?" tanya Asisten Zian yang membuatku membalik layar monitor laptop kepadanya.


Asisten Zian membenarkan kacamatanya kemudian membaca berita dengan raut wajah yang sulit ku artikan, kurasa dia sudah mengerti apa maksudku.


"Bagaimana cara menghentikan para pembuat berita bodoh ini?" tanyaku yang membuat Asisten Zian mendelik.


"Tuan memang bukan penyuka sesama jenis kan?" tanya Asisten Zian yang membuatku menatapnya tajam.


Dia hanya tertawa kemudian duduk di kursi yang ada di depanku tanpa permisi, biarlah lagipula Aku dan Zian adalah seorang sahabat, kalau situasi berdua, tidak perlu ada hal formal diantara kami.


"Maaf, Zach, aku kira kau benar penyuka sesama jenis, wajar mereka membuat pemberitaan begini, karena kau tidak pernah berkencan dengan wanita," jawab Asisten Zian yang membuatku mendengus marah.


"Kau asistenku atau bukan sih?" tanyaku kesal. "Kau tahu sendiri kan, aku alergi terhadap wanita, mereka itu susah diatur dan menyebalkan."


"Kau belum mencobanya, Bastard, coba saja sekali maka kau akan menemukan apa yang kau sebut menyebalkan itu."


Dasar Asisten Zian sialan, berani-beraninya dia mengajariku tentang cara seperti ini, sayangnya aku bukan tipikal Presdir Playboy, kalau aku mau, para wanita bisa mengantri sekarang juga.


"Berikan aku solusi," ujarku menutup laptop tanpa mengembalikan layarnya.


Asisten Zian tampak berpikir sejenak sebelum Akhirnya menganggukkan kepalanya serius. "Aku ada sebuah ide, tapi janji kau akan menurut."

__ADS_1


"Kau memerintahku?"


"Kalau kau tidak mau, yasudah," jawab Asisten Zian hendak pergi.


"Iya! Iya aku mau!" ujarku menahan kepergian Asisten Zian.



Antonio Zach Chow, itu namaku, seorang Presiden Direktur dari perusahaan properti yang dibangun oleh ayahku, perusahaan properti ini bergerak dibidang pembangunan tidak hanya penjualan, mirip seperti Real Estate tapi aku tidak menyukai konsep Real Estate tapi lebih ke Properti saja.


Aku turun dari mobil, sendirian, dengan petunjuk maps lokasi yang diberikan oleh Asisten Zian tadi.


Asisten Zian? Aku tidak tahu dimana pria sialan itu kini sekarang, dia hanya memberikan lokasi tempat ini.


Lokasi ini adalah sebuah BAR terkenal, cukup besar dan banyak sekali pria berpakaian kantor kurasa mereka bos-bos besar yang datang kesini dan tentu saja para wanita dengan pakaian seksi dan menggoda.


Oh tidak, aku alergi pada wanita seperti ini.


Aku berjalan masuk ke dalam BAR ini, cukuplah untuk memenuhi kesenanganku, dan semoga saja tidak ada yang mengenaliku.


Tujuan Zian adalah agar aku mendapatkan seorang wanita untuk diajak berkencan agar mematahkan pemberitaan bodoh yang sedang beredar sekarang.


Aku masuk dan duduk disebuah kursi yang ada didepan pelayan wanita, kami dibatasi oleh meja panjang sedang di kursi lain di duduki oleh pria dewasa lain.


"Ingin minuman apa Tuan?"


Aku mendelik mendengar itu, minuman apa yah, menyentuh alkohol biasanya hanya saat pribadi.


Aku melirik orang disampingku dia tampak meminum sebuah minuman alkohol, hm jenis wine dan aku yakin sekali.


"Saya pengen Radler," jawabku cepat.


Aku tidak ingin terlalu mabuk kan gara-gara alkohol, jadi jangan salahkan aku memilih Radler.


Tak berselang lama setelah aku memesan, segelas Radler datang, rasanya ingin pergi, tempat ini tidak worth it dengan kepribadianku.


Tapi sebuah pemandangan menghentikan lamunanku, seorang wanita ehm gadis muda, dengan pakaian tidak terlalu seksi duduk sendirian, matanya sembab mungkin habis menangis, bisa kutebak dia meminum Vodka sebotol penuh, kasian, jika dia mabuk dia akan menjadi mainan para pria dewasa disini, kecuali dia sudah tidak perawan.


Aku pergi saja, disini tidak sesuai harapan, aku membayar Radlerku dan pergi dari sini menuju mobilku, hari sudah gelap rupanya, aku masuk ke mobilku namun baru menjalankan mobil sebuah insiden menghalangi.


Seorang wanita naik tiba-tiba kedalam dan bersandar di pundakku. "Nanas, cape, mau tidur."


Nanas? Jadi namanya Nanas?


Ini kan wanita yang aku liat tadi, ah, aroma tubuhnya semanis Radler ah tidak semanis Vodka, kenapa dia begitu menggairahkan.


"Kau ingin ikut denganku?"


"Yah!"


"Good, Baby."




__ADS_1


TBC


__ADS_2