
•
•
•
Setelah perbincangan tadi, Babah Arga meminta bicara berdua dengan Aida, nampaknya ada sesuatu yang membuat Babah Arga ingin menyampaikan sesuatu.
Darion dam Bunda Gevanya yang mengerti memilih menunggu didapur meninggalkan Aida dan Babah Arga di ruang tamu.
"Aida," panggil Babah Arga yang membuat Aida mengangkat kepalanya menatap Babah Arga. "Kamu marah sama, Babah?"
Aida menggeleng, ia kemudian menatap dalam Babah Arga. "Aku gak pernah marah sama Babah, semua yang sudah terjadi biarlah terjadi, karena semua sudah jadi takdir."
Air mata Babah Arga jatuh, ia mengusap matanya kemudian menatap dalam Aida kembali. "Babah tahu, apa yang Babah lakukan pada kami dulu itu adalah sebuah kesalahan, Babah tidak akan bisa menebus kesalahan Babah, maafkan Babah Aida."
Aida berdiri dia berjalan ke arah Babah Arga kemudian meraih tangannya dan menyalaminya. "Babah itu udah Aida anggap seperti Ayah Aida sendiri, Babah selalu menjadi orang tua terbaik milik Aida."
Babah Arga beralih menatap Aida, dia tersenyum, merasakan bahwa Darion tidak pernah salah memilih seorang istri.
"Dulu Babah kira, seorang wanita malam itu tidak pantas untuk menjadi bagian dari keluarga ini, tapi setelah bertemu kamu, rasanya Babah sangat bangga karena seorang wanita malam bisa lebih tinggi tingkat agamanya dibanding Babah sendiri, Babah tidak akan pernah menyesal lagi menitipkan Darion dan Reza kepada kamu," jawab Babah Arga yang membuat Aida tersenyum.
Darion dan Bunda Gevanya yang melihat dari dapur merasakan lega, kini tidak ada lagi halangan diantara keduanya untuk bersatu, Aida kini sudah bisa kembali kepada Darion.
•
__ADS_1
Aida kini sudah berada di apartemennya, hari liburannya gagal total, dia duduk di ranjang dan merasakan bahwa dia tidak memiliki beban lagi, karena lima tahun kebelakang dia punya begitu banyak beban dan ternyata itu adalah tentang janji dirinya dengan Agnes.
Besok mereka berdua akan melangsungkan akad nikah, yah Darion tidak ingin menunda lebih lama lagi, besok mereka akan menjalankan akad nikah untuk segera resmi menjadi seorang pasangan suami istri.
Tok!
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Aida berdiri dan membuka pintu apartemennya.
"Assalamualaikum, sayang?"
"Waalakumsalam, Kak Ion?" jawab Aida karena yang berdiri dihadapannya adalah Darion.
Darion kemudian mengeluarkan sebuah bunga dari belakang punggungnya dan memberikannya kepada Aida. "Kamu belum siap?"
"Makan malam, hari ini, kakak mau ngajak kamu ngabisin waktu berdua," jawab Darion.
"Papa! Kan Reza ada disini!" teriak Reza yang ternyata sedari tadi ada di samping Darion.
Aida langsung melihat kebawa dan mengucap istighfar karena dia tidak melihat Reza disana.
"Tante, gatau kalau kamu, ada disana Za," jawab Aida yang membuat Darion menggendong Reza.
"Maksudnya bertiga," jawab Darion meralat perkataannya yang pertama.
"Kok Tante?" tanya Reza. "Reza maunya manggil Mama aja."
__ADS_1
Aida mengacak rambut Reza dan mencium pipinya. "Iya, Mama, Mama siap-siap dulu yah."
Aida kemudian kembali masuk ke apartemen sedangkan Darion menunggu diluar, setelah siap, Darion dan Aida bersama Reza akhirnya keluar dari apartemen dan masuk ke dalam mobil Darion yang ada di parkiran.
"Selama lima tahun kamu ngapain aja?" tanya Darion yang membuat Aida menatapnya.
"Gak ngapa-ngapain, cuma kangen Reza aja," jawab Aida yang membuat Darion meliriknya.
"Bapaknya, Gak?" jawab Darion yang membuat pipi Aida memerah. "Harusnya kakak berterimakasih pada yang memberi kamu tantangan."
"Tantangan?"
"Jika kakak mengungkapkan cinta sekali lagi, maka kamu akan menerimanya," jawab Darion yang membuat Aida langsung mengarah pikiran kepada Adin.
Ternyata Bossnya ini penuh dengan plot twist dan dia sangat yakin, Adin dan Darion sudah merencanakan semua ini.
•
•
•
TBC
Assalammualaikum
__ADS_1