
"Sayang, pengen es kelapa," Darion menatap Aida yang duduk di sampingnya.
Sudah Tiga Minggu mereka menikah dan sudah melakukan malam pertama walaupun terganggu oleh hadirnya Adin tapi mereka selalu senang karena Adin menjadi warna tersendiri dari hidup mereka.
"Bukannya tadi mau bubur?" tanya Aida menatap suaminya itu yang tampak lesu.
Sudah dua hari ini Darion mengambil cuti, kondisi badannya tidak enak dan lemas padahal sebelumnya sehat-sehat saja, Darion menggeleng mendengar ucapan dari Aida.
"Es Kelapa," jawab Darion yang membuat Aida menghela napas panjang.
"Yaudah aku, beliin yah?" ujar Aida yang membuat Darion mengangguk.
Aida kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari rumah menuju mobil, karena Darion sakit dia terpaksa melakukan ini, bahkan pekerjaan rumah dan kantor sudah sangat berantakan karena ini.
"Nyari, Es kelapa dimana ini?" pikir Aida menjalankan mobil di sekitaran komplek yang di pinggir jalannya biasanya ada penjual makanan.
Aida memarkirkan mobilnya di pinggir jalan kemudian berjalan mencari stand-stand penjualan makanan disekitaran sana.
Cukup lama, Aida mencari sampai akhirnya Aida malah bertemu dengan Adin yang menenteng kresek.
"Pak! Ngapain?" tanya Aida yang membuat Adin menatapnya.
"Nyari jodoh, kan calon jodoh saya dulu udah nikah," gurau Adin yang membuat Aida tertawa. "Bercanda, habis beli Es Kelapa nih, sekalian mampir tadi."
__ADS_1
"Beli dimana, Pak, aku mau beli."
"Kamu ngidam?"
"Gak, ini maunya kak Ion," jawab Aida menggaruk tengkuknya. "Dia kan lagi sakit."
Mendengar jawaban dari Aida hanya membuat Adin mengangguk dan berkata Oh. "Nih ambil aja, suami kamu manja banget deh."
"Serius ini, nanti pak Adin mana?"
"Santai aja, aku gampang kok, lagian disitu antri, panjang banget, daripada lama kan, udah sore juga," jawab Adin menyerahkan Es Kelapanya. "Keknya suami kamu ngidam deh."
"Ngidam?"
"Hamil simpati? Couvade Syndrome Pak?" ralat Aida pada Adin.
"Iya Indosat sama simpati apa bedanya sih, sama-sama bisa dipake buat telepon," ujar Adin santai padahal jelas itu sudah sangat salah.
"Masa sih, Pak? Aku belum ada tanda-tanda malahan," jawab Aida berpikir sejenak. "Nanti coba aku cek deh, Makasih yah, Pak, aku pamit dulu."
Adin mengangguk. "Iya hati-hati, kabarin yah kalau bakal ada ponakan baru."
Aida hanya terkekeh kemudian kembali masuk ke dalam mobilnya dan kembali mengarahkan mobilnya menuju rumahnya.
__ADS_1
•
Setelah kejadian tadi sore, Aida malah kepo sendiri dengan dirinya, sehingga hari ini, Aida sebelum pulang tadi membeli testpack untuk sekedar memastikan apakah dia hamil atau tidak.
Darion sedang berada di ruang tamu, kondisinya masih lemas yang membuat dirinya kesulitan bergerak.
"Beneran hamil gak yah? Bismilah!" Aida masuk ke dalam kamar mandi membawa testpack yang dia beli tadi.
Harusnya Aida mengetest saat pagi hari saja karena di kondisi pagi harilah, Kondisi terbaik apalagi air seni pertama di pagi itu, tapi karena terlanjur kepo, Aida memilih mengetestnya sekarang.
Setelah mengetest, Aida berdiri di depan kaca wastafel merasa deg-degan akan hasilnya, dia berdoa semoga hasilnya benar-benar baik kedepannya.
"Bismilah, Ya Allah," bisik Aida dalam hatinya kemudian mengecek testpack itu.
Dan hasilnya benar-benar membuat Aida terdiam.
•
•
•
TBC
__ADS_1
Assalamualaikum.