
Aida kini sudah memarkirkan mobil yang dia bawa di depan rumah Darion, dia langsung berlari menuju rumah tetangga dimana Reza berada.
Sesampainya disana Aida langsung mengambil Reza dan membawanya pulang.
"Terima kasih yah Bu, sudah mau menjaga Reza," ujar Aida yang membuat tetangga Darion mengangguk.
Reza tampak tertidur, Aida bergegas menuju rumah dimana tidak ada siapapun karena Darion sedang berada di rumah sakit sekarang.
"Assalamualaikum," ujar Aida saat dia membuka pintu.
Rumah tersebut memang tidak terkunci karena sewaktu Darion kena serangan jantung ringan, dia berada di teras bersama Reza.
Aida berjalan masuk dengan keadaan menggendong Reza di rumah itu, langkah kakinya memasuki rumah ini perlahan, selama menjadi ibu susu Reza, dia tidak pernah memperhatikan rumah ini secara detail.
"Rumah ini dibangun, memang untuk Agnes," Aida bergumam menatap banyaknya foto Agnes di sudut rumah itu.
Aida kembali teringat dengan ucapan Darion yang mengajaknya kembali rujuk, Aida jujur dia masih ada sepersekian perasaan cinta kepada Darion, tapi apakah pantas bagi dirinya mendiami rumah dengan status istri di atas rumah yang dibangun untuk istri lain.
Aida duduk di sofa ruang tamu, dia menggendong Reza yang masih tertidur, sejenak dia memejamkan matanya mengingat semua masa lalu itu.
__ADS_1
Dimana Aida harus meninggalkan Darion karena mengalah, Aida belajar satu hal saat itu, mengalah bukan berarti kalah.
Dia merelakan Darion meninggalkannya dengan sejuta kenangan pahit dimana semuanya tersimpan jelas, dimana Aida ditinggalkan dalam kondisi paling buruk dalam hidupnya.
Aida menaruh Reza didalam box bayi yang ada di ruang tamu, mungkin Darion yang meletakkannya disana karena seharusnya box itu ada di kamar Darion.
Setelah meletakkan dan memastikan Reza tidur, Aida berjalan ke sekeliling rumah dimana dia melihat tujuh puluh persen isi rumah ini memang milik Agnes.
Semuanya hanya berlalu begitu saja sebelum ekor mata Aida menangkap sesuatu, sebuah pintu dengan gapura bertuliskan nama Agnes di pintu itu, entah keinginan darimana, Aida membuka pintu itu.
Didalam sana banyak sekali buku, Aida ingat Agnes adalah seorang kutu buku jadi mungkin ini adalah ruangan terbaik dan favorit Agnes semasa hidup.
Sebenarnya tidak sopan membuka privasi milik orang lain, tapi secarik foto diatas buku Diary itu yang merupakan foto pernikahan Aida dan Darion dulu memaksa Aida membuku itu mencari tahu lebih dalam.
Aida membaca buku itu, tulisan tangan Agnes yang seolah bercerita kepadanya menghipnotis Aida lebih dalam untuk membaca buku itu, sampai akhirnya Aida merubah ekspresi mukanya dengan cepat.
"Apa ini?"
Aida membaca buku itu dihalaman tertentu dimana ada sebuah tulisan yang Aida baca dengan intonasi pilu.
__ADS_1
"Aku istri yang dinikahi tapi tidak dicintai, aku sadar, pernikahanku dengan Ion itu hanyalah sebatas formalitas keluarga, bagi orang lain rumah ini seolah dibangun untukku tapi buat apa kalau aku hanya menjadi istri didalam rumah yang dibangun untukku, tapi hati suamiku masih menyimpan wanita lain, dan itu mantan istrinya, setahun kami menikah dan sekarang aku mengandung anak dari suamiku, dan selama itu tak sekalipun aku mendengar kata cinta karena yang dihatinya hanya nama Aida, aku sekarang menderita kanker darah stadium akhir, tidak ada yang tahu tentang ini dan mungkin ketika akan melahirkan aku akan kehilangan nyawa, setidaknya ketika aku tiada, aku bisa memastikan kemana hati suamiku akan berlabu."
Aida membaca kalimat dalam bentuk tulisan itu sangat dalam sampai air matanya berjatuhan sudah, di balik perjuangan Aida dulu, Agnes juga tatkala sedihnya karena mereka adalah korban dari urusan cinta dan tali pernikahan.
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
Ayok komen!
Hari ini update 2x
Dan akan up tiap hari~
__ADS_1