
"Hah! Kak Ion!"
Aida berteriak saat melihat hasil dari pengecekan yang dia jalani, dan ternyata ada dua garis merah disana yang membuat Aida tidak bisa membayangkan lagi.
"Dek! Kenapa?" tanya Darion yang seharusnya lemas malah berjalan panik ke kamar mandi.
Aida menutup mulutnya sendiri kemudian memberikan sebuah testpack kepada Darion hasil pengecekan miliknya.
"K-kamu, Hamil?"
Aida mengangguk yang membuat Darion masih terdiam tidak percaya. "How?"
"Kok, How sih? Aku hamil Kak!" teriak Aida langsung memeluk suaminya.
Aida memeluk erat Darion, sedangkan Darion hanya terdiam sendiri, rasanya dia tidak menyangka bahwa, Aida benar-benar hamil.
Rasanya, diluar ekspestasiku, Darion sendiri.
Perlahan, air mata Darion jatuh, yang membuat Aida melepas pelukannya dan menatap Darion. "Kakak kenapa nangis?"
"Kakak bahagia dek, tapi kakak juga sedih, disaat kamu hamil, kakak malah sakit, maafin kakak yah," jawab Darion yang membuat Aida tersenyum dan memeluk kembali semuanya.
"Mama! Papa! Kok teriak, ada apa sih?" Reza kecil masih ke dalam kamar mandi yang membuat kedua orang tuanya menatapnya gemas.
__ADS_1
"Kamu mau tahu, sesuatu gak?"
"Apa?"
"Kamu bakal, punya adek!" jawab Aida yang membuat mata Reza berbinar.
Ini benar-benar sudah dinantikan oleh Darion dan Reza dan sekarang mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.
• (Skip Scene)
Sudah sembilan bulan usia kandungan dari Aida, kini Darion harus lebih extra dalam menjaga Aida terlebih Aida sekarang sedang hamil besar.
Disela pekerjaannya membuat Darion harus pintar membagi waktu antara keluarga dan tanggung jawabnya sebagai Dokter.
Darion berpikir sejenak kemudian berdiri dan menggendong putranya itu. "Gaboleh yah Za, Mama kamu lagi istirahat, biar Papa aja yah yang peluk."
Reza yang memang sudah memahami ini hanya mengangguk, Darion mengambil selimut kemudian berjalan keluar dari kamar dan menuju sofa ruang tamu.
Di sofa Darion duduk dan memeluk Reza ala koala sehingga Reza kini bisa menyandarkan kepalanya di dada Darion dengan diselimuti selimut yang Darion bawa.
Aida yang terbangun tengah malam merabah sampingnya dan tidak menemukan Darion, dengan langkah berat karena perut yang besar, Aida berjalan keluar kamar dan sudah menemukan suami serta anaknya di sofa.
Melihat itu membuat Aida langsung beralih duduk di samping Darion dan menyelimuti dirinya dengan selimut Darion, mereka bertiga kemudian tidur di sofa dalam kondisi saling berpelukan.
__ADS_1
Benar-benar potongan keluarga yang sudah memiliki segalanya, Aida berpikir sejenak, kehidupannya sekarang sudah baik-baik saja.
Memiliki suami dan anak, bahkan calon anak kedua serta sudah menunaikan janjinya kepada Agnes, kisah cinta Darion yang harus terhalang serta perpisahan selama lima tahun berakhir dengan happy ending.
Aida selalu berpegang teguh pada keyakinannya bahwa Allah tidak akan pernah memberikan sebuah takdir dengan akhir yang buruk, karena Allah selalu menyiapkan banyak takdir baik untuk kita kedepannya dan Allah sudah menjanjikan hal-hal tersebut.
Kini tugas Aida hanya menjadi istri sekaligus ibu yang baik, pelabuhan cintanya sudah full dan saatnya berlayar, kisah mereka belum berakhir tapi cukup sampai disini.
Satu pesan Aida.
"Allah tidak akan pernah memberimu ujian, melebihi batas kemampuanmu, karena manusia yang tanpa ujian tidak akan pernah merasakan apa itu kebahagiaan."
•
•
•
TAMAT
Alhamdulillah Kisah ini selesai, bakalan ada X-tra Part yah karena anak mereka belum launching.
Tapi kisah intinya sudah selesai, terimakasih kepada semua pembaca, kepada kesayangannya Author semoga kalian semua sehat selalu, dan kebaikannya selama membaca novel ini dibalas oleh Allah.
__ADS_1
Assalamualaikum dan lovyu :)