
•
•
•
"Selamat, kalian sudah menjadi pasangan suami istri, ini hadiah dariku, untuk kalian berdua," Adin berjalan menghampiri Aida dan Darion yang sedang berdiri menerima salaman para tamu.
Adin memberikan kotak tersebut yang membuat Aida menerimanya. "Makasih, Pak."
"Sama-sama, Semoga suka dan langgeng kalian yah," jawab Adin.
Bagaimana rasanya melihat orang yang kita cintai menikahi orang lain, rasanya Adin sudah sangat ikhlas dan legowo tentang ini.
Hatinya mengatakan bahwa semua sudah jalan dari Allah dan Adin tidak bisa menyalahi jalan takdir tersebut yang membuatnya harus berusaha ikhlas.
Darion memeluk Adin, tahu perasaan pria itu kemudian Darion berbisik. "Aku tahu perasaanmu, aku akan menjaganya dengan baik."
Adin meninju pelan dada Darion kemudian menepuk pundaknya sebelum akhirnya mereka melepas pelukannya.
Adin berjalan menuju tempat duduk tamu dan menikmati makanan yang ada sedangkan Aida dan Darion kembali menerima tamu.
•
Setelah seharian penuh menerima tamu, Aida dan Darion kini sudah berada didalam kamar, rasanya hari ini sudah sangat lelah yang membuat keduanya tidak kuat melakukan apa-apa.
__ADS_1
"Mau malam pertamanya sekarang?"
Darion melirik Aida yang membuat Aida menatap tajam suaminya itu. "Capek, kak."
"Menolak permintaan suami itu gak boleh," jawab Darion yang membuat Aida tertawa. "Gimana."
"Iya, iya, lagian kakak gak capek apa? Kado dari tamu aja belum kita buka," ujar Aida beralih duduk di samping Darion.
Kini mereka berdua sudah duduk dipinggir ranjang, Aida menatap dalam Darion, Darion meraih pipi istrinya itu kemudian menciumnnya pelan.
Keduanya larut dalam ciuman masing-masing yang membuat keduanya tidak memperhatikan keadaan sekitar.
"Kakak udah lama nungguin ini," bisik Darion mendorong pelan tubuh Aida sehingga membuatnya tertidur di ranjang.
Darion beranjak menindihnya yang membuat keduanya saling menatap dalam kondisi yang sangat dekat sekarang.
Darion berdiri dan melepas kemejanya sebelum kembali menindih Aida dan mencium pipinya.
"MAMA! PAPA! BUKA!"
Mendengar teriakan itu membuat Darion dan Aida langsung menghentikan aksi mereka, Darion mendesah malas dan berjalan ke arah pintu.
"MAMA! PAPA?"
"Bentar Reza," ujar Darion membuka pintu kamarnya. "Kenapa sayang?"
__ADS_1
Reza berdiri dengan wajah polosnya menatap Papanya yang ada dihadapannya. "Papa ngapain kok gak pake baju?"
Seketika Darion menggaruk tengkuknya gatal. "Itu, Papa ganti baju, kamu ngapain disini, sana ke kamar kamu tidur."
"Gamau, aku maunya tidur disini," jawab Reza yang membuat Darion berusaha mencari alasan.
"Kan Reza udah gede, udah ga tidur sama Mama, Papa lagi, tidur di kamar Reza yah?" jawab Darion membujuk anaknya.
Reza mendengus kesal. "Makanya minta adek biar aku gak sendirian."
"Adeknya gabisa diminta gitu aja, adeknya belum dibeli," jawab Darion memberi alasan, sementara Aida tertawa puas disana.
"Gabisa dibeli nak, uang Papa ga cukup," jawab Darion kembali menjelaskan.
Reza diam, dia menatap Papanya. "Pake tabungan Reza cukup gak buat beli adek?"
Tampaknya Darion sekarang sudah menyerah, ia lalu menggendong Reza dan mencubit pipinya. "Kenapa sih kamu tuh pinter banget? Papa jadi gemes!"
Darion membawa Reza ke ranjang, Reza langsung beranjak ke pelukan Aida, akhirnya malam itu Aida dan Darion melewatkan malam pertama mereka dengan tidur bersama Reza.
•
•
•
__ADS_1
TBC
Assalamualaikum