Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 27. Pilihan Yang Lain


__ADS_3




Menaruh harapan pada orang yang kamu anggap akan menjadi milikmu adalah seni paling sederhana untuk menyakiti diri sendiri.


Darion menggendong Reza masuk ke dalam pesawat, sementara Bunda Gevanya, Babah Arga dan Adin menatap kepergian Darion.


Kali ini Darion sudah benar-benar ikhlas untuk segalanya, sudah selesai semua perjuangannya dan dia akhirnya merasa kalah walaupun tidak ada yang menang diantara dirinya dan Adin karena Aida memilih untuk tidak memenangkan siapapun.


"Selamat tinggal, Aida, maaf sudah membuatmu terjebak dalam masa sulit, semoga bahagia."


Darion berjalan ditengah tempat duduk pesawat, dia mengambil posisi duduk disamping jendela dengan Reza di pangkuannya.


Kini saatnya untuk tutup buku dan menyelesaikan semuanya.



Sudah dua tahun semenjak kepergian Darion, tidak ada yang benar-benar berubah dari hidupnya kecuali setiap dia melewati bekas rumah Darion dulu dia masih selalu mengingat masa lalu itu.


"Aida!?"

__ADS_1


Aida masih melamun, dia tidak menggubris panggilan dari Adin kepadanya. "Aida!?"


"Eh, iya, Pak?" Aida terhenyak kemudian mengangkat kepalanya, disana sudah ada Adin yang berdiri dihadapannya.


"Kamu melamun terus, mikirin siapa? Darion?" tanya Adin yang membuat Aida berusaha mencari alasan.


"Gak ada ah, Pak, lagi mikirin kerjaan aja, sama Reza sih, pasti dia udah gede sekarang yah udah dua tahun," jawab Aida yang membuat Adin duduk di kursi yang ada didepannya.


"Rencana kami mengambil apartemen baru itu gimana, jadi? Kalau jadi aku bantu urus buat fasilitas perusahaan untuk kamu," ujar Adin yang membuat Aida berpikir sejenak.


Aida kemudian mengangguk, melihat itu Adin mengeluarkan sebuah map persetujuan perencanaan fasilitas perusahaan kepada Aida.


"Kamu mau cek dulu? Tapi aku gabisa nemenin kamu, sendiri aja gapapa kan?" ujar Adin saat Aida menandatangani map itu.


Setelah kepergian Adin, Aida bangkit dari duduknya kemudian meraih tasnya dan berjalan keluar dari ruangannya sendiri.


"Mau kemana, Bu?" tanya seorang staf dari Aida.


Aida menatap wajah stafnya itu kemudian tersenyum. "Mau ngecek fasilitas dulu."


Staf tersebut kemudian mengangguk, Aida berjalan keluar dari kantor, menuju parkiran dimana mobilnya berada.


Sesampainya didepan mobilnya, Aida langsung masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil sebelum membawa mobilnya menuju apartemen yang akan dia tempati.

__ADS_1


Aida sengaja memilih apartemen ini, apartemen inilah yang menjadi saksi sewaktu dia bersama Darion masih menjadi pasangan suami istri dulu.


Banyak kenangan disini, yang membuat Aida tidak bisa melupakannya, mungkin pilihan Aida salah, seperti ini, sama saja dengan mengingat masa lalu, tapi bagi Aida tidak.


Dia tidak merasakan adanya perpisahan tetapi dia merasakan bahwa dia hanya kembali dititik dimana dia dan Darion tidak saling mengenal.


Sesampainya di apartemen tersebut, Aida langsung membuka pintu apartemen dan mendapati apartemen itu sudah banyak berubah.


Masih teringat di benak Aida semuanya, tapi semuanya hanya bisa menjadi kenangan dimana Aida tidak mungkin bisa mengulang hal yang sama untuk kesekian kalinya.


"Jam berapa ini?" Aida meraih ponselnya dan mengecek jam namun disaat dia membukanya dia malah salah fokus dengan wallpaper fotonya bersama Baby Reza dulu. "kamu pasti udah gede yah, Za, Tante kangen deh sama kamu."


"Sama Bapaknya gak?"


Aida membalikkan badannya menatap orang yang berbicara itu.





TBC

__ADS_1


kalau komennya rame part 27nya malam ini kalau gak yah besok kali yah wakakaka komenlah yang banyak yah :)


__ADS_2