Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 38. Pembalasan


__ADS_3




Darion masih duduk di sofa, dia menaruh laptopnya di meja kemudian mengusap wajahnya, rasanya dia keringat dingin sekarang.


"Kak? Kakak gapapa kan?"


Darion mengangkat tangannya kepada Aida pertanda bahwa dia tidak apa-apa, Aida hanya mendelik.


Darion berdiri tapi kembali jatuh ke sofa.


"Kan bubuk itu bukan gula kan, aku udah curiga, itu apa kak?" tanya Aida kembali.


Dalam kondisi begini, Darion langsung teringat dengan Adin, pasti dia yang memasukkannya ke kantong belanja Darion.


"O-bat Peran-sang," jawab Darion terbata-bata.


Jelas karena ini Aida terkejut, bagaimana bisa Darion kurang kerjaan membeli hal-hal semacam itu, sudah jelas mengonsumsi obat perang-sang tidaklah dianjurkan dalam agama.


"Astagfirullah, Kak, kok ngelakuin itu sih, terus harus gimana, mana baru aja dapat lagi, tapi kalau gak dituntaskan gak baik juga, kakak nih ada-ada aja," jawab Aida merasa pusing atas tingkah suaminya.


Aida berdiri dan berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan, ia kemudian membawa Darion berdiri dan membawanya ke kamar mandi, ia ingin menyiram Darion dengan air saja.

__ADS_1


"Buka kemejanya kak," Aida melepas kancing kemeja Darion kemudian mendudukkannya di bathup. "Maaf yah, Kak."


Seketika air dingin itu tersiram ke sekujur badan Darion agar Darion mendapat kembali kesadarannya, lagipula Darion punya penyakit jantung jika tidak dituntaskan bisa bahaya.


Lima kali siraman membuat Darion sudah agak membaik, Darion mengatur napasnya kemudian menatap Aida.


"Gimana kak, udah enakan?"


"D-Dingin," jawab Darion menarik tangan Aida lalu mencium istrinya itu, setelah kejadian itu Darion malah mencium Aida untuk waktu yang lama.


Untungnya Darion sudah bebas dari pengaruh obat itu jadi dia sadar bahwa Aida tidak bisa melakukan hal ini karena dia baru saja datang bulan tadi.


Ini sebenarnya bukan momen yang tepat untuk bulan itu berkunjung karena Aida dan Darion harus menunggu untuk malam pertama.



"Bukan kakak dek, tapi Adin, kurang kerjaan banget Boss kamu tuh," jawab Darion yang membuat Aida mendelik.


"Pak Adin, kok bisa?" tanya Aida yang membuat Darion kembali menceritakan hal tadi.


Mendengar cerita Darion, Aida hanya tertawa karena memang Adin cukup iseng dalam hal ini, tak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk.


Aida keluar dari kamar dan berjalan ke pintu untuk membuka pintu.


"Assalamualaikum, ada orang gak nih?"

__ADS_1


"Waalakumsalam, Eh Pak Adin, masuk Pak," ujar Aida membuka pintu.


Adin berjalan masuk kemudian duduk di sofa. "Suami kamu mana Ai?" tanyanya.


"Ada didalam kamar, nanti aku panggilin, aku buatin kopi dulu yah," Aida berjalan ke arah dapur untuk membuat kopi.


Darion yang mengetahui itu Adin, berjalan keluar dari kamar dan langsung saja ke dapur.


Di Dapur Darion berusaha mengalihkan perhatian Aida, Aida yang teralihkan membuat Darion menambahkan dua sendok garam ke kopi untuk Adin.


Setelah siap, Aida berjalan membawakan kopi itu disusul Darion yang tersenyum sinis.


"Hai Ion, wajahmu tampak gembira," ujar Adin merasa tanpa dosa mengatakan hal itu. "Aku minum dulu yah."


Adin mengangkat gelas kemudian meminumnya, tebak saja Adin kini menyemburkan kopi itu secara tiba-tiba.


"Satu sama, Din," bisik Darion dalam hati.





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan lupa like dan Komen


__ADS_2