
•
•
•
Aida masih diam setelah Darion mengajukan pertanyaan kepadanya, haruskah dia menerimanya sekarang, sudah lima tahun lamanya untuk melupakan perasaan yang pernah buruk itu.
Aida belum sempat menjawab karena, Reza langsung bangkit dan berdiri yang membuat mereka berdua menatap ke arah Reza.
"Mama, Reza mules," ujar Reza yang membuat Aida lantas bangkit dan mencari toilet umum terdekat.
"Aku antarin Reza dulu yah, Kak," jawab Aida menggendong Reza meninggalkan Darion disana.
Darion mengangguk, tampak raut wajah kecewa karena belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya itu.
Aida menggendong Reza menuju toilet umum terdekat, setelah sampai disana, Aida segera membayar biaya masuk toilet itu dan mengajak Reza untuk buang air di dalam.
"Reza buang air yah, Tante tunggu disini, nanti kalau udah panggil aja," pesan Aida saat Reza masuk ke bilik Toilet.
Aida menunggu didepan pintu bilik, kepalanya mengambang bagaimana caranya menjawab pertanyaan Darion nanti kepadanya, karena sudah pasti Darion sangat menunggu jawaban ini.
Kring.
Aida meraih tasnya dan mengambil ponselnya, ada sebuah panggilan dari Adin yang membuat Aida langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum, Aida, kamu sudah berangkat?" tanya Adin saat sambungan telepon terhubung.
__ADS_1
"Waalakumsalam, belum Pak, aku gak jadi pergi soalnya-"
Ucapan Aida terpotong yang membuat Adin di seberang sana merasa penasaran, Aida menghentak sepatunya ke lantai karena bingung dengan cara menjelaskan hal ini kepada Adin.
"Ada apa, Aida?" tanya Adin yang membuat Aida diam sejenak.
"Ada kak Ion," jawab Aida pelan.
Mendengar ini sontak membuat Adin tersenyum sendiri walaupun tidak bisa Aida lihat, tapi jujur saja kedatangan Darion membuat Adin benar-benar puas setelah lima tahun lamanya.
"Sudah aku duga, hanya satu pesanku," jawab Adin yang membuat Aida mendelik.
"Apa?"
"Penuhi janjimu," jawab Adin. "Assalamualaikum."
Adin mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak yang membuat Aida terdiam. "Waalakumsalam."
"Mama, udah!" teriak Reza dari dalam bilik toilet.
Aida menaruh kembali ponsel ke dalam tasnya kemudian masuk ke dalam bilik Toilet untuk mengurusi Reza.
Setelah selesai, Aida kemudian kembali menemui Darion yang sudah menunggu mereka di bangku taman tadi.
"Udah selesai?" tanya Darion masih ada di posisi duduknya. "Aida bagaimana tentang-"
Darion tidak melanjutkan kalimatnya, karena ia merasakan bahwa ponselnya berdering, Darion bangkit dan mengangkat panggilan telepon itu, itu dari Bunda Gevanya.
__ADS_1
"Kakak, angkat dulu yah," Aida mengangguk.
Darion berjalan menjauh sedikit untuk mengangkat telepon tersebut, Aida menunggu bersama Reza, setelah menelepon Darion berjalan menemui Aida.
"Kayaknya harus segera pulang, Babah sama Bunda sudah nunggu, kamu mau kakak sekalian antar pulang?"
Aida diam, Reza yang melihat itu langsung memeluk erat Aida. "Reza maunya pulang sama Mama."
Aida tidak berkutip, Aida kemudian mengangguk, dia memasukkan kopernya ke bagasi mobil Darion yang sudah diantar oleh orang suruhan Darion.
Perjalanan menuju rumah cukup memakan waktu, Reza sudah tidur di pangkuan Aida, ditengah jalan suasana sangat sepi padahal masih siang, Darion menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang membuat Aida mendelik.
"Kenapa kak?"
Darion beralih mendekatkan kepalanya ke arah Aida membuat kini keduanya saling bersitatap penuh ketegangan yang intens.
"Kamu belum menjawab pertanyaan kakak tadi," Darion meraih tas Aida dan melemparnya ke jok belakang agar siapapun tidak menganggu sesi mereka lagi.
Kring!
Telepon Darion kembali berdering, Darion melihatnya kemudian mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya ke dashboard.
"Tidak yang ingin kakak dengar selain jawaban kamu, sekarang," bisik Darion yang membuat Aida bergidik.
•
•
__ADS_1
•
Assalamualaikum