Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 19. Haruskan Jujur Sekarang?


__ADS_3




Mendengar pembicaraan antara Gevanya dan Aida membuat Arga benar-benar ingin tahu tentang rahasia apa yang mereka berdua bicarakan.


Aida merasa bahwa sekarang bukanlah saat yang tepat untuk dia jujur kepada Babah Arga apalagi kondisi Darion sedang tidak baik-baik saja.


"Ti-tidak ada," jawab Aida gugup, dia tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan itu.


Babah Arga hanya menatap sejenak kemudian memberikan Gibran kepada Aida. "Saya mau ada urusan sebentar, saya titip Gibran."


Aida mengangguk kemudian mengambil Aida ke dalam gendongannya, dia rasa dirinya sudah aman sekarang, Bunda Gevanya kemudian pamit kepada Aida memberikan sebuah kode kepada Aida sebelum keluar menyusul suaminya.


"Haruskah diriku jujur sekarang?"


Aida masih terus berbisik dalam batinnya sendiri, berbicara lewat hati ke hati tentang konflik hati yang menantang sanubarinya.

__ADS_1



18.12 - Rumah Sakit.


Aida berjalan di koridor


Sementara itu di rumah sakit, Darion tengah beristirahat di ruangan rawatnya, Aida sebenarnya sudah merasakan perasaan tidak enak didalam hatinya makanya hari ini dia ingin menjaga Darion saja.


Langkah Aida semakin jauh berjalan saat ia merasakan bahwa suasana rumah sakit meremang, sesampainya di depan ruangan Darion, Aida langsung masuk ke dalam sana.


"Assalamualaikum," ujar Aida yang membuat Darion membuka matanya dan menjawab salam Aida.


"Waalakumsalam," jawab Darion yang membuat Aida langsung menatap ke arahnya.


Darion menggeleng, Aida kemudian segera menyiapkan makanan untuk Darion, setelah siap Darion segera menyantap makanan itu dan tersenyum melihat Aida.


Betapa Darion merindukan mantan istrinya itu, mungkin disaat menikah dahulu mereka hanya dalam keterpaksaan tapi seandainya Darion diberikan kesempatan untuk memiliki Aida, dia tidak akan pernah menyia-nyiakannya.


Tak lama setelah Darion selesai makan, terdengar azan dari kejauhan rumah sakit, membuat Aida mengajak Darion untuk sholat berjamaah dengan Darion sebagai imamnya.

__ADS_1


Darion sudah bisa berdiri karena memang kondisi kesehatannya sudah membaik sejak tadi pagi.


Aida berjalan ke dalam kamar mandi, yang terletak didalam kamar rawat Darion, untuk mengambil air wudhu, setelah selesai, dia keluar dan menggelar sajadah yang dia bawa di tengah ruangan, untungnya Aida membawa dua sajadah karena dia tahu akan sampai disini di waktu magrib.


Darion pun masuk ke dalam kamar mandi mengambil wudhu, sedangkan Aida memakai mukenanya sembari menunggu Darion.


Sekeluarnya Darion dari kamar mandi, dia kemudian memakai baju Koko yang dibawakan oleh Aida, dan memulai azan.


Aida kembali merasakan flashback beberapa tahun lalu, jika bukan karena Darion, Aida sudah terjebak didalam lingkup wanita malam, Darionlah yang mengajarkan Aida tentang agama bahkan saat Aida dan Darion terpaksa berpisah, rasanya Aida masih dibebani oleh ajaran agama dari Darion.


Darion adalah pria yang taat agama, baik dan sempurna menurut Aida, dia hanya korban dari keegoisan Babahnya dan Aida, dia adalah salah satu korban dari perpisahan yang membuatnya mengalah.


Ingin rasanya Aida kembali kepada Darion, namun Aida masih belum bisa menemukan alasan yang kuat untuk dirinya bisa bersama Darion lagi.


Rasanya Aida sudah mati rasa, dia memilih menimbun semua kenangan walaupun Adan tunas kenangan yang mencuat, Aida hanya bisa menggumam dalam diamnya.


Isi hati Aida berhenti saat Darion sudah selesai melantunkan adzan dan mereka segera melaksanakan sholat.


__ADS_1




__ADS_2