Mengasuh Anak Mantan Suamiku

Mengasuh Anak Mantan Suamiku
BAB 18. Satu Persatu


__ADS_3

Aida tidak langsung menjawab pertanyaan dari Babah Arga kepadanya, dia hanya hening sejenak menyusui Reza.


"Kamu bukannya belum pernah hamil yah, tapi kenapa kamu bisa jadi ibu susu?" tanya Babah Arga saat Aida sudah menyusui Reza dan memberikannya kepada Babah Arga kembali.


Aida terdiam, lagi-lagi dia harus berbohong. "Aku suntik Hormon, Bah."


Babah Arga menatap Aida dalam kemudian mengabaikan Aida dan pergi begitu saja membawa cucunya untuk di ajak main.


Sedangkan Bunda Gevanya yang merupakan seorang dokter kandungan menatap Aida dalam. "Kamu, bohong kan?"


Aida membulatkan mata sempurna kemudian mengarahkan pandangannya kepad Bunda Gevanya yang baru saja melontarkan pertanyaan itu kepada Aida.


"M-maksud Bunda?"


"Bunda tahu Aida, kamu pernah hamil anak Darion kemudian keguguran di usia kandungan yang sudah sangat matang, itulah sebabnya kamu menghasilkan ASI."


"Ah, Bunda tahu darimana, Gak kok Bunda, Aida mana pernah hamil," Aida masih berusaha berbohong dan berkilah kepada Gevanya.

__ADS_1


Gevanya berjalan ke arah Aida kemudian memegang kedua pundaknya. "Jangan bohongi Bunda Aida, Bunda tahu wajah kamu tidak akan bisa berbohong, Bunda ada disaat kamu suntik hormon dan Bunda denger penjelasan kamu kepada Dokter spesialis Hormon itu, Bunda ingin mengatakan ini kepada Darion tapi Bunda menghargai keputusan kamu untuk tidak berterus terang."


Aida menunduk, perlahan air matanya jatuh yang membuat Gevanya langsung memeluk mantan menantunya, Gevanya tahu bagaimana rasanya kehilangan anak dalam kandungan, karena sebelum hamil Darion, Gevanya pun pernah keguguran.


"Bunda, Maafin Aida, Aida gaada maksud buat bohongin Bunda, Kak Ion dan Babah," jawab Aida didalam pelukan Bunda Gevanya.


Bunda Gevanya langsung melepas pelukan itu kemudian menghapus air mata Aida. "Bunda tahu perasaan kamu sayang, sejujurnya ketika kamu bercerai dengan Darion, Bunda gak ikhlas karena menurut Bunda kamu adalah yang terbaik untuk Darion."


"Gak Bunda, Kak Agneslah jodoh terbaik Kak Ion saat itu."


"Aida tahu Bund, tapi rasanya kalau disebut jodoh terbaik, Aida belum pantas rasanya."


"Bunda selalu berdoa sama Allah yang terbaik buat kamu, dan semoga saja jika kamu dan Darion benar-benar jodoh, kalian akan dipersatukan lagi, karena kamu tahu? Jika Allah sudah menakdirkan dua manusia berjodoh maka dari sudut manapun dia berada, pasti akan dipertemukan juga." jelas Bunda Gevanya. "Sama seperti kamu dan Darion, bukannya kalian bertemu kembali karena tidak sengaja?"


Aida terdiam, dia sendiri juga bingung, jika ingin dikatakan dia masih menyimpan sedikit rasa cinta kepada Darion, tapi itu semua bukanlah prioritas utama seorang Aida.


"Maafin Aida, Bunda, tapi menikah bukankah prioritas utama Aida saat ini, Aida hanya ingin fokus kepada Reza, walaupun Reza buka anak kandung Aida," jawab Aida yang membuat Bunda Gevanya tersenyum.

__ADS_1


Bunda Gevanya mengelus kepala Aida kemudian tersenyum kepadanya. "Bunda bisa minta satu permintaan sama kamu?"


Aida mengangkat kepalanya yang tadi menunduk, ia menatap dalam Bunda Gevanya sekali lagi. "Apa, Bund?"


"Jangan pernah sembunyikan, fakta dan kejadian setelah kalian berpisah, karena Darion pun berhak tahu tentang apa yang terjadi dengan kamu, apalagi kehamilan kamu setelah perceraian itu," jawab Bunda Gevanya.


"Kejadian apa?" tanya Babah Arga yang sudah ada di belakang mereka.





Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2