
Saat ini, Reya sedang menanam bunga di halaman depan. Dia melihat rumah Juragan Nalendra ditanami banyak jenis bunga dan pohon buah. Dari hal itu, Reya menyimpulkan bahwa Juragan Nalendra menyukai tanaman.
Makanya, Reya ingin membuat rumahnya seperti rumah Juragan Nalendra yang banyak tanaman. Reya memesan berbagai jenis bunga secara online, untungnya ada toko yang dekat dengan rumahnya sehingga terdapat pengiriman instan.
Reya memesan banyak sekali jenis bunga, dan yang paling banyak adalah bunga mawar. Dia membeli berbagai jenis bunga mawar, ada yang berwana putih, merah, kuning, pink, dan biru. Saat Reya sedang sibuk berkebun, tiba - tiba terdengar teriakan Tole.
"Mbak, gawat" teriak Tole.
Reya mengalihkan pandangannya dari pot ke arah Tole yang berlari menuju arahnya, Reya melihat Tole berlari ke arahnya dengan masih memakai seragam sekolahnya.
"Kenapa Le? Kok gak pulang dulu untuk ganti baju?" tanya Reya saat Tole sampai di depannya.
"Itu Mbak Ratih mau ke sini" ucap Tole yang kehabisan nafas.
"Siapa mbk Ratih itu? Dan memangnya kenapa kalau dia datang kesini?" tanya Reya.
"Dia anaknya Juragan Broto, Juragan Broto itu rentenir yang terkenal kejam di desa.Tadi aku dengar dia marah - marah sambil nyebut nama Mbak Reya, trus dia sekarang sedang jalan ke sini bersama para ajudannya. Ayo Mbak, cepat kabur. Jangan sampai ketangkap" jelas Tole dengan wajah ketakutan.
"Kenapa dia marah ke aku? Aku saja gak kenal sama dia" ujar Reya yang masih belum paham mengenai pokok masalahnya.
"Sudahlah Mbak, ayo cepat sembunyi. Mbak Ratih itu terkenal kejam ke semua orang, dia bahkan pernah merusah wajah salah satu gadis di desa ini hanya gara - gara disebut kalah cantik dengan gadis itu" bujuk Tole.
"Tapi Le....." sebelum Reya sempat menyelesaikan perkataany, ada segerombolan orang yang datang ke rumahnnya sambil membawa tongkat.
"Keluar kamu Reya" teriak seorang perempuan yang memimpin gerombolan itu.
"Aduh Mbak, sudah terlambat" ucap Tole dengan pasrah.
"Tenang saja Le, biar Mbak yang atasi" ucap Reya berusaha menenangkan Tole yang ketakutan.
"Kenapa kamu teriak - teriak di rumahku, dan siapa kalian bawa - bawa tongkat dan bertindak seenaknya di sini. Biasa aku laporkan ke polisi kalian atas pasal perbuatan tidak menyenangkan" ucap Reya dengan tegas.
__ADS_1
"Jadi kamu yang nama Reya. Heh Reya, kamu jangan sok kecantikannya. Jangan sok deketin Juragan Nalendra, dia itu calon suamiku" ucap Ratih sambil menunjuk wajah Reya.
Mendengar perkataan Ratih, Reya menjadi faham kenapa dia marah kepadanya. Mungkin dia mengetahui kejaian kematin saat dia dan Juragan Nalendra berboncengan.
'Ternyata saingan cinta, tapi kelihatannya dia bukan lawan yang sulit. Dengan sifatnya yang meledak - ledak seperti itu mana mungkin di lirik Juragan Nalendra' batin Reya agak meremehkan Ratih
"Aku belum pernah mendengar namamu dari mulut Juragan Nalendra, kamu gak usah halu deh. Aku tau Juragan Nalendra itu masih lajang, jadi aku berhak buat dekat dengannya" ujar Reya dengan tenang.
"Jangan ngelawan ya. Kalau kamu masih nekat dektin Juragan Nalendra, akan aku hancurkan hidupmu" ancam Ratih.
Reya tersenyum mendengar perkataan Ratih, "Kamu jangan lupa, Indonesia itu negara hukum. Kamu tidak bisa berbuat semaumu" ujar Reya.
"Kamu mau ngancam aku dengan hukum? Ingat ini desa bukan kota. Aku bisa menggunakan kekuasaan Bapakku buat ngehancurin kamu" ucap Ratih dengan emosi.
Saat Reya akan membalas perkataan Ratih, dia melihat Juragan Nalendra yang pulang dengan motornya. Reya mempunyai ide bagus, dia akan memanfaatkan Ratih untuk menarik simpati Juragan Nalendra.
'Jangan salahkan aku karena memanfaatkanmu, salahmu sendiri yang mengusikku' batin Reya.
Ratih terpancing emosinya dan mengangkat tangannya untuk menapar Reya. Sebelum tangan Ratih mengenainya, Reya sudah terlebih dahulu jatuh ke bawah.
Reya langsung memegang pipinya dan mulai menangis sedih, "Apa salahku sampai membuat kamu menaparku?" ujar Reya dengan lirih.
Semua orang yang melihat tindakan Reya kaget, kenapa dia bisa berubah sikapnya menjadi perempuan lemah. Tole yang ada di belakang Reya mengira Reya benar - benar di tampar Ratih, Tole terdiam sejenak karena ketakutan dengan perbuatan Ratih.
Saat semua orang masih terdiam karena Reya, Juragan Nalendra sudah turun dari motornya dan berjalan menghampiri Reya.
"Ayo berdiri" ucap Juragan Nalendra sambil membantu Reya berdiri.
Ratih yang melihat kemunculan Juragan Nalendra kaget, dia kemudian faham kenapa Reya tiba - tiba merubah sikapnya. Ternyata dia ingin terlihat menyedihkan untuk menarik perhatian Juragan Nalendra.
'Wanita ******, bisa - bisanya dia memanfaatkanku' batin Ratih dengan kesal
__ADS_1
"Juragan, itu tidak seperti yang kamu lihat. Aku tidak menampar dia, dia yang jatuh sendiri ke bawah. Tanganku sama sekali belum menyentuhnya" jelas Ratih dengan takut.
"Sudahlah, kamu jangan berbuat onar lagi. Kamu sudah berapa kali membuat masalah di desa, sekarang kamu pulang saja" ucap Juragan Nalendra dengan tegas.
Ratih ingin menjelaskan lebih lanjut ke Juragan Nalendra, tapi dia mengurungkan niatnya karena tatapan dingin Juragan Nalendra yang di arahkan kepadanya.
"Ayo kira pulang" ucap Ratih ke semua ajudannya. Semua ajudan mengangguk dan mereka berjalan pergi meninggalkan rumah Reya.
"Mbak kamu gak papa?" tanya Tole yang mengira kalau Reya benar - benar di tampar Ratih.
"Mbak gak papa Le" jawab Reya masih memegang pipinya.
Juragan Nalendra kemudian melepaskan tangannya dari bahu Reya, "Kamu masuk dan obati lukamu, aku pulang dulu" ucap Juragan Nalendra yang kemudian beranjak pergi dengan motornya.
'Kenapa gak kamu aja yang ngobatin sih Juragan, astagah dimana rasa kemanusiaanmu' batin Reya dengan sedih.
"Ayo Mbak kita masuk dulu, nanti aku obati lukanya" ucap Tole dengan perhatian.
'Kenapa malah lebih perhatian anak kecil dibandingkan Juragan' batin Reya.
"Tidak usah Le, kamu pulang saja. Nanti kamu di cari Ibumu lo" tolak Reya dengan halus.
"Mbak yakin bisa ngobati lukanya sendiri?" tanya Tole untuk memastikan.
'luka apa juga yang di obati, aku aja gak terluka' batin Reya.
"Iya, Mbak bisa. Sana pulang"
Tole kemudian pergi meninggalkan Reya sendiri di halaman rumahnya. Reya sudah tidak mood untuk menanam bunga, dia langsung masuk ke rumah.
Reya duduk di sofa sambil berfiki, "Aku harus cepat mendapatkan Juragan Nalendra, ternyata disini ada wanita yang mengincarnya. Kupikir tidak wanita ada yang mau dengannya karena reputasi akan kegalakannya itu." gumam Reya.
__ADS_1
Reya kemudian mengambil HP dari sakunya dan mulai membuka memo yang berisi trik mendapat hati pria idaman. Dia ingin mencari trik mana yang lebih manjur diantara semua trik yang dia dapat.