
"Mbak Reya" teriak Tole dkk. dari halaman rumah Reya.
"Iya" sahut Reya sambil berjalan keluar dari rumah.
"Wah, pas banget kalian disini" ujar Reya saat sudah sampai di depan anak - anak.
"Memang ada apa Mbak?" tanya Indah.
"Kalian mau gak nemenin Mbak jalan - jalan?"
"Mau jalan - jalan ke mana Mbak?" sahut Agus.
"Yah jalan - jalan keliling desa aja, Mbak kan belum pernah keliling desa. Mau gak nemenin?"
"Ya udah ayok Mbak, nanti kita mampir mancing di sungai yuk! Kemarin mas Totok mancing di sungai dapat ikan banyak" ajak Doni dengan semangat.
"Ya udah ayuk, nanti kita mampir ke rumahku buat ambil pancingnya" ujar Tole.
"Kalau gitu tunggu Mbak sebentar di sini ya, mbak mau ambil makanan" ucap Reya.
"Kita sudah makan kok Mbak, gak usah bawa makanan" sahut Indah.
"Makanannya buat orang lain, kita nanti makan cemilan aja pas mancing" ujar Reya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Reya masuk untuk mengambil kotak makanan yang akan dia berikan kepada Juragan Nalendra. Setelah mendapatkan kota makannya, Reya segera keluar untuk menemui anak - anak.
Mereka berjalan bersama menuju rumah Tole. Sesampainya di rumah Tole, mereka segera mengambil pancing yang ada di samping rumah.
"Pancingnya cuma ada tiga, masih kurang dua ini" ucap Tole setelah mendapatkan pancingnya.
"Aku ada dua di rumah, ayo ke rumahku" ujar Agus.
Mereka kemudian pergi ke rumah Agus dan mengambil pancing yang mereka butuhkan. Setelah itu, mereka mulai berjalan berkeliling desa.
Sepanjang jalan, anak - anak bercerita tentang tempat - tempat yang mereka lalui. Bahkan nama - nam pemilik rumah yang mereka lewati juga di ceritakan oleh mereka ke Reya.
"Kalian tahu gak lokasi peternakannya Juragan Nalendra?" tanya Reya memotong pembicaraan.
"Tau Mbak, memang Mbak mau ke sana?" tanya Indah.
"Iya, Mbak mau ngasih sesuatu ke Juragan" jawab Reya dengan senyum malu - malu.
__ADS_1
"Tapi kami takut Mbak, nanti kalau di marahi Jurahan gimana?" ucap Doni dengan wajah ketakutan.
"Tenang aja, Juragan gak akan marah kok. Ayo kita ke sana" bujuk Reya meyakinkan anak - anak.
Anak - anak akhirnya mau mengantar Reya ke peternakan Juragan Nalendra. Di sepanjang jalan, anak -anak lanjut bercerita tentang lingkungan sekitar.
"Itu Mbak peternakannya, kami tunggu di sini saja ya. Kami gak ikut masuk ke dalam" tunjuk Agus ke arah sebuah peternakan yang cukup besar.
Peternakan itu terbagi menjadi dua bagian. Di sisi kanan terdapat kandang sapi perah dan sebelah kiri terdapat kandang kambing. Reya kurang tahu jenis kambing apa itu.
"Ya sudah, tunggu Mbak di sini sebentar ya" ucap Reya yang dijawab dengan anggukan oleh anak - anak.
Reya berjalan perlahan menuju peternakan itu, dia melihat ke sekeliling untuk mencari Juragan Nalendra. Tapi, dia tidak dapat menemukannya.
"Cari siapa Mbak?" tiba - tiba ada seorang remaja yang muncul dari belakang Reya.
Reya kaget mendengar seseorang berbicara daei belakangnya, Reya mengelus dadanya dan membalikkan badannya untuk melihan siapa yang berbicara.
Ternyata itu adalah seorang remaja laki - laki yang sedang membawa rumput, "Aku mau cari Juragan Nalendra. Kamu tau gak dimana dia?" tanya Reya saat melihat remaja itu.
"Oh Juragan, dia ada di belakang. Mbak lurus aja trus belok ke kiri, dia ada di area kandang kambing" jawab Remaja itu sambil memberikan arahan kepada Reya.
Reya kemudian berjalan mengikuti arahan remaja tadi, dia melihat ke belakang kandang. Dia akhirnya menemukan Juragan Nalendra yang sedang berbicara dengan seorang Bapak - bapak.
Reya ingin mengahampiri Juragan Nalendra tapi dia takut mengganggu mereka, dia hanya diam berdiri melihat ke arah mereka.
Juragan Nalendra merasa ada yang memperhatikannya, dia mengalihkan pandangannya ke arah kanan. Dan mendapati Reya berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Kamu atur itu dulu, aku masih ada urusan" ucap Juragan Nalendra kepada lawan bicaranya. Dia kemudian berjalan menghampiri Reya.
"Ada apa kamu ke sini?" tanya Juragan Nalendra saar sudah sampai di depan Reya.
"Ini aku bawakan makan siang buat Juragan" jawab Reya malu - malu sambil mengangkat tas kain yang berisi kotak makan.
"Kamu tidak perlu membawakan aku makanan sampai ke sini" tegur Juragan Nalendra.
"Gak masalah kok buatku, ini kamu makan ya" ucap Reya sambil menjejalkan tas kain di tangannya ke tangan Juragan Nalendra.
Setelah memberikannya, Reay buru - buru kabur dari tempat itu. Melihat Reya yang berlari meninggalkannya, Juragan Nalendra hanya terdiam saja.
"Dasar wanita aneh" guamam Juragan Nalendra sambil menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
Reya berlari menuju tempat anak - anak menunggunya, "Ayo kita ke sungai" ajak Reya saat sampai di depan anak - anak sambil mengatur nafasnya.
"Ayo" sahut mereka dengan serempak.
Mereka kemudian berjalan menuju satu - satunya sungai yang ada di desa. Saat menunggu Reya tadi, anak - anak menyempatkan diri untuk mencari cacing tanah sebagai umpan.
Mereka menempatkan diri di posisi masing - masih untuk mulai memancing, sesekali mereka memakan camilan yang Reya bawa tadi.
Hampir dua jam mereka memancing, mereka sudah mendapat banyak ikan. Merasa sudah mendapat banyak ikan, mereka memutuskan untuk pulang agar ikan yang mereka dapat bisa segera di masak.
"Ayo kita pulang, kita sudah dapat dua ember ikannya. Nanti kita malah kesusahan bawa kalau terlalu banyak" ajak Indah.
"Ya sudah ayo kita pulang" sahut Agus.
Mereka kemudian membawa ember ikan itu secara bergantian menuju rumah Reya, rencananya mereka akan membagi hasil pancingan mereka di sana.
Saat sudah dekat dengan rumah Reya, mereka melihat ada Ratih yang sednag berdiri di depan rumah Reya dengan para ajudannya.
"Mbak, itu ada Mbak Ratih di depan rumah Mbak Reya" tunjuk Doni ke arah rumah Reya.
"Kita ke rumahku aja Mbak, jangan ke rumahmu. Nanti Mbak Ratih ngapa - ngapain kamu lagi" saran Tole sambil menarik tangan Reya.
"Ya sudah kita ke rumah Tole saja dulu" ucap Reya.
Sebenarnya, Reya tidak takut dengan Ratih. Akan tetapi, dia membawa anak - anak bersamanya. Dia takut Ratih akan berbuat nekat dan bisa melukai anak - anak.
Mereka berbalik arah dan pergi ke rumah Tole, di sana ada Lek Yayuk dan Mbah Nem yang sedang mengobrol di depan rumah.
"Le, dari mana kalian?" tanya Lek Yayuk ke Tole.
"Hoalah Buk, gak delok aku gawa iwak to?" ucap Tole dengan selengekan.
"kamu iki, di tanya kok balik tanya. Kalau di tanya itu di jawab" tegur Lek Yayuk dengan kesal.
"Kami dari mancing di sungai Lek" sahut Indah untuk membantu Tole agar tidak di marahi Ibunya.
"Nah gitu lo kayak Indah, kalau ditanya itu dijawab. Ayo sini kalian duduk dulu, Le kamu ambil kresek di belakang. Kalian mau bagi ikannya kan?" ujar Lek Yayuk.
"Iya Lek" jawab Doni.
Tole kemudian pergi ke dalam rumahnya untuk mengambil kresek dan pentungan untuk membunuh ikannya. Sedangkan yang lain lanjut duduk bersama di atas dipan.
__ADS_1