Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Gosip


__ADS_3

"Tadi mancing dari jam berapa?" tanya Mbah Nem saat semua sudah duduk di atas dipan.


"Dari jam dua belas Mbah" jawab Doni yang duduk di sampingnya.


"Kok gak di rumah Mbak Reya bagi ikannya? Biasanya kalian kalau dapat sesuatu kalian bagi di sana" tanya Lek Yayuk penasaran karena tidak biasanya mereka ke rumahnya untuk membagi tangkapan.


"Di sana ada Mbah Ratih Lek, sama itu anak buahnya. Mereka nunggu di rumah Mbak Reya, jadi kami kabur ke sini. Serem deh liat mereka di sana." jelas Indah dengan nada sedikit takut.


Lek Yayuk dan Mbah Nem kaget mendengar penjelasan Indah, "Loh, kenapa ada Ratih di sana? Mbak Reya ada permasalahan apa sama dia? Aduh Mbak, hati - hati deh sama dia" ujar Lek Yayuk dengan kawatir. Dia tidak mengira Reya akan memiliki masalah dengan Ratih.


"Aku gak ada buat masalah apa pun Lek sebenarnya sama dia, tiba - tiba aja kemaren dia marah - marah di rumahku. Eh, hari ini malah datang lagi ke rumahku" kata Reya.


"Lah kok iso ngono to, memang Ratih kemaren marah - marah kenapa?" tanya Mbah Nem yang keheranan.


"Katanya aku gak boleh deketin Juragan Nalendra, kalau aku tetep dekat sama Juragan Nalendra nanti dia bakal apa - apa in aku" ucap Reya dengan lemah.


"Kok bisa dia bilang gitu ke kamu Mbak? Memang ada kejadian apa kamu sama Juragan Nalendra sampai membuat dia kepanasan seperti itu?" sahut Lek Yayuk.


"Sebenarnya, beberapa hari yang lalu aku minta tolong benerin kran air di rumahku yang rusak ke Juragan Nalendra. Lalu kami berdua pergi keluar berboncengan dengan motor Juragan Nalendra untuk memberli kran baru. Sepertinya ada yang melihat kami dan melaporkannya ke Ratih" jelas Reya dengan perlahan.


"Woalah pantes dia marah - marah" cetus Mbah Nem.


'Sepertinya aku bisa nih ngorek informasi tentang Ratih dan Juragan Nalendra dari Mbah Nem dan lek Yayuk ini' batin Reya dengan semangat.


"Pantes kenapa Mbah?" Tanya Reya dengan wajah yang penasaran.


'Ayo Mbah, ceritakan semuanya' batin Reya.


"Jadi gini...." sebelum Mbah Nem bercerita, perkataannya terpotong oleh teriakan Tole yang baru keluar dari dalam rumah.


"Ayo Mbak, kita bunuh ikannya. Aku sudah bawa pentungan dan kreseknya" teriak Tole dengan semangat.

__ADS_1


"Bocah ini" kesal Lek Yayuk.


"Udah sana kamu sama Agus yang beteti ikannya, sana Gus kamu bantu Tole" ucap Lek Yayuk memarahi Tole.


'Kok ya aku yang kena sih' batin Agus merana.


"Oalah buk, aku masih SD wes di suruh bersih - bersih ikan" keluh Tole.


"Halah, jangan manja. Kamu itu laki - laki, harus serba bisa. Biar pas sudah gede kamu gak manja kayak banci" ujar Lek Yayuk membantah keluhan Tole.


'Weslah, pasrah wae aku' batin Tole dengan lemah.


Anak - anak yang lainnya merasa kasihan dengan Tole yang dimarahi Ibunya dan Agus yang ikut kena getahnya.


Tole dan Agus akhirnya pergi ke belakang rumah dengan membawa ember ikan untuk membersihkan ikannya. Sepanjang jalan, Agus terus meyalahkan Tole karena membuat dirinya ikut terseret.


"Kamu itu Tol, aku jadi kebawa - bawa nih. Mana embernya berat lagi" keluh Agus yang kerepotan membawa ember ikan.


Anak - anak dan Reya tertawa melihat mereka yang saling menyalahkan di jalan.


"Oh ya Mbah, tadi mau bilang apa?" ujar Reya mengingatkan Mbah Nem untuk melanjutkan perkataannya.


"Sampai mana aku tadi? oh ya. Jadi gini, dulu itu Ratih sempat ngejar - ngejar Juragan Nalendra. Bahkan Juragan Broto, Bapaknya Ratih juga ikut andil untuk membantu anaknya itu. Dulu Juragan Nalendra belum sekaya ini waktu masih di pegang sama Bapaknya. Juragan Broto berusaha menyabotase peternakan dan pertanian keluarga Juragan Nalendra, demi membuat Juragan Nalendra mau menikah sama Ratih. Bahkan ya, Juragan Broto sampai membuat ternak - ternak Juragan Nalendra mati. Padahal waktu itu mereka masih SMA lo, tapi Ratih sudah ngebet pengen nikah sama Juragan Nalendra" jelas Mbah Nem.


'Wah, kejam juga ini Juragan Broto. Aku harus mewaspadai dia' batin Reya.


"Terus kok sekarang petenakan dan pertanian Juragan Nalendra bisa sebesar sekarang? Dan sepertinya Juragan Nalendra juga bisa terbebas dari jeratannya Ratih." tanya Reya.


"Itu karena Juragan Nalendra pergi keluar kota buat kuliah Mbak, jadi bisa menghindara untuk sementara. Terus semenjak Juragan Nalendra pulang dari kuliahnya, dia berhasil membuat peternakan dan pertanian keluarganya berkembang pesat. Dengan berkembangnya usaha keluarga Juragan Nalendra, Juragan Broto menjadi kesusahan untuk menekannya" jawab Lek Yayuk.


"Tapi ya, tiba - tiba aja keluarganya Juragan Nalendra pada meninggal semua. Sisa Juragan Nalendra aja itu, makanya banyak orang bilang kalau Juragan Nalendra itu pesugihan" sambung Mbah Nem.

__ADS_1


Mendengar cerita tentang Juragan Nalendra membuat Reya merasa kasihan kepadanya, kesuksesannya malah menimbulkan gosip yang buruk. Bahkan saat dia ditinggal orang terkasihnya, tidak ada orang yang mendapinginya untuk menghadapi semua cobaan itu.


'Sepertinya, gosip kalau Juragan Nalendra itu pesugihan disebarkan oleh Juragan Broto' batin reya.


"Eh Mbak, sepertinya kamu tertarik sekali sama urusan Juragan Nalendra. Suka ya sama Juragan Nalendra?" tanya Lek Yayuk dengan nada menggoda.


"Ah, Lek Yayuk ini bisa aja" Reya melambaikan tangannya dengan wajah yang memerah karena malu.


"Hati - hati lo Mbak, nanti Mbak Reya bisa jadi tumbal pesugihannya Juragan Nalendra" ucap Mbah Nem mencoba menasehati Reya.


"Aku kurang percaya sama yang begitu - begituan Mbah. Lagian aku ada Allah yang melindungiku, aku juga percaya kalau Juragan Nalendra tidak seperti itu" ujar Reya berusaha membela Juragan Nalendra.


"Ya sudah kalau begitu. Tapi, Mbah sudah ngingetin ya" ucap Mbah Nem.


Mereka kemudian lanjut mengobrol tentang gosip baru yang ada di desa, sambil menunggu Agus dan Tole selesai membersihkan ikan.


Sepanjang percakapan, Reya terus kepikiran bagaimana menghadapi Ratih yang sepertinya masih menunggu dirinya di rumahnya. Dia harus menyiapkan strategi yang bagus untuk menghadapi Ratih.


"Mbak" tepuk Lek Yayuk ke pundak Reya yang sednag melamun.


"Iya Lek?" jawab Reya dengan cepat.


"Kok ngelamun sih. Ini bisa gak buatkan jajanan buat pengajian akbar desa kita minggu depan? Aku bingung mau pesan kemana, kalau Mbak Reya bisa kan lebih enak" ucap Lek Yayuk.


"Oh, bisa Lek. Buat berapa orang, dan budget perkotaknya berapa?" tanya Reya.


"Yah sekitar empat ratusan orang lah Mbak. Bugetnya sekitar lima ribu rupiah perkotak, bisa gak Mbk?" jawab Lek Yayuk.


"Bisa kok Lek, tenang saja" ujar Reya dengan yakin.


Tak lama Agus dan Tole datang dari belakang membawa ikan yang sudah dibersihkan dan dibagi ke dalam kresek.

__ADS_1


__ADS_2