
Seperti biasanya, aku sibuk mengurusi kandang ternakku dan sawah. Saat sedang duduk di dekat kandang kambing, Pakdhe Totok datang menghampiriku.
"Pagi Juragan, tadi Pakdhe ke rumah Juragan. Di sana ada perempuan yang memberi Juragan makanan, lalu di taruh di gagang pintu" ucap Pakdhe Totok kepadaku.
"Siapa namanya" tanyaku. Aku agak heran karena tidak biasanya ada perempuan yang memberiku makanan.
"Namanya Reya, dia baru pindah ke runmah yang ada di samping rumah Juragan"
Ternyata tetangga baru yang pindah beberapa hari yang lalu, "Terima kasih infonya Pakdhe".
"Sama - sama Juragan, Pakdhe tak ngarit dulu" ucap Pakdhe Totok yang berjalan pergi ke arah persawahan membawa karung dan arit.
Aku menjadi penasaran dengan tetangga baru itu, apa dia tidak pernah mendengar gosip tentangku?
......................
Saat aku sampai di rumah, aku melihat ada sebuah kresek yang tergantung di gagang pintu. Mungkin itu makanan dari tetangga baru yang di maksud oleh Pakdhe Totok.
Aku mengambil kresek itu dan masuk ke dalam rumah, sebelum masuk aku sempat melirik ke rumah samping. Tanpa aku sadari, ternyata rumah itu sudah menjadi lebih rapi dan bersih.
Aku meletakkan kresek itu ke atas meja dan pergi untuk mandi. Selesai mandi aku mengambil makanan yang aku dapat tadi dan melihat apa isinya. Ternyata isinya kue bolu, aku membawa kue bolu itu ke depan TV dan memakan kue itu sambil menonton TV.
Rasanya cukup enak ternyata, sepertinya tetangga baru itu jago memasak.
......................
"Anu, permisi Juragan" tiba - tiba ada seorang anak yang datang menghampiriku saat aku sedang istirahat di saung. Aku hanya menatap anak itu, tapi tatapanku malah membuat mereka bergetar ketakutan. Aku sudah biasa melihat anak - anak takut saat bertemh denganku.
"Itu Juragan, kami mau minta tolong. Tolong bantu kami untuk membawa Mbak Reya ke puskesmas, tadi dia jatuh" lanjut anak lainnya.
Reya? Bukankah itu tentangga baru yang memberiku kue bolu. Melihat anak - anak itu yang terlihat kawatir dengan tetangga baru itu, aku akhirnya memutuskan untuk membantu mereka.
__ADS_1
"Ayo kesana" ucapku
Anak - anak itu terlihat bahagia saat mendengar perkataanku, mereka kemudian mengajakku ke tempat tetangga baru itu jatuh.
Di sana aku melihat seorang perempuan yang terduduk di pematang sawah dan memegang kakinya.
Aku berjalan ke arah perempuan itu. Saat perempuan itu mendongkkan kepalanya, aku dapat melihat dengan jelas wajah perempuan itu.
Perempuan itu terlihat sangat cantik, dia memiliki mata yang sangat indah. Seperti ada kilau bintang yang terjebak di dalam bola matanya. Aku segera menyadarkan pikiranku dan berjongkok di depannya untuk melihat kondisi kakinya.
"Ini hanya keseleo saja. Jika kamu mau, bisa aku obati sekarang" ucapku.
Perempuan itu, ah tidak. Aku harus memanggilnya Reya. Reya menyetuji perkataanku, dan aku langsung menggendongnya menuju saung. Ternyata tubuhnya sangat ringan, bahkan aku bisa menggendongnya dengan satu tangan jika aku mau.
"Tu - turunkan aku Juragan, aku bisa jalan sendiri" ucap Reya dengan agak terbata - bata, sepertinya dia menahan rasa malu karena tiba - tiba aku gendong tanpa memberitahunya dulu.
"Jangan membuat masalah, kamu tidak bisa berjalan sendiri dengan keadaan kaki seperti itu. Dan saya tidak bisa memapah kamu berjalan di pematang sawah yang kecil ini" jawabku dengan agak tegas.
Setelah mengucapkan perkataan itu, aku merasa agak bersalah karena telah kasar kepada Reya. Tapi, memang sudah kebiasaanku tidak suka di bantah.
Sesampainya di saung, aku segera menurunkannya. Tidak berkata apa pun kepadaku saat aku menurunkannya.
Tanpa membuang waktu, aku langsung mulai mengobati kakinya. Mungkin karena rasa sakitnya, dia sampai meremas bahuku dengan kencang.
Remasannya cukup terasa menyakitkan untukku, ternyata walau badannya kecil tapi tenaganya cukup kuat.
Setelah seleai mengobaati kakinya, dia mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf kepadaku karena meremas bahuku. Aku hanya diam tidak menjawab perkataannya.
Aku teringat dengan kue bolu yang dia kirimkan kemarin, aku belum mengucapkan terima kasih kepadanya.
Aku mengucapkan terima kasih atas kue kemarin dan dia malah menawarkan untuk memberikan ku kue lagi, aku langsung menolak penawarannya.
__ADS_1
"Terima kasih untuk kuenya" kataku.
"Sama - sama Juragan. Kalau masih ingin, nanti bisa saya buatkan sebagai tanda terima kasih karena sudah membantuku" balas Reya.
"Tidak usah. Kalau sudah tidak ada hal lainnya, kalian bisa pergi"
Aku tidak terlalu suka dekat dengan perempuan, jadi aku segera meminta mereka pergi.
......................
Semenjak pertemuan pertama kami, dia menjadi sering mendatangiku untuk meminta bantuan. Aku hanya bisa mengiyakan saja karena sedikit kasihan kepadanya yang hidup sendirian di lingkungan baru.
Entah sejak kapan kami mulai menjadi dekat, dia juga sering membawakan aku masakannya. Aku menjadi mulai peduli dengan keadannya, tidak pernah aku perasa seperti ini.
Aku mulai menyukai semua tingkah anehnya itu, walau pun mulutku berkata menyebalkan tapi hatiku akan terasa sangat bahagia.
Tapi aku juga mencemaskan keselamatannya, terutama dari Ratih. Semenjak aku pernah memergoki Ratih memarahinya, aku menjadi lebih protektif kepadanya.
Tidak hanya sekali Ratih mengancamnya, aku sudah memberi peringatan kepada Ratih tapi dia seperti tidak memperdulikan ucapanku. Dia terus mengganggu Reya.
Puncaknya saat rumah Reya terbakar, aku menjadi lebih takut akan keselamatannya. Bagaimana jika dia berada di dalam rumah saat kebakaran itu terjadi? Aku tidak bisa memikirkan konsekuensinya.
Aku tau semua itu adalah perbuatan Ratih, aku ingin membuat Ratih mendapat ganjaran atas perbuatannya itu. Sayangnya, Ratih dilindungi oleh Bapaknya.
Jika aku ingin menyingkirkan Ratih, aku harus menyingkirnya Juragan Broto dulu. Aku mulai menekan bisnis Juragan Broto, dia terlihat kewalahan dengan tekananku. Sampai dia rela membuang anak perempuan kesayangannya itu ke luar kota.
Aku tau Juragan Broto ingin menenangkanku dengan membuat Ratih menjauh dari desa, tapi aku tidak akan melepaskannya.
Jika tidak segera di tangani, Ratih bisa berbuat nekat terhadap Reya. Reya adalah gadis yang lembut, dia tidak akan bisa menhadapi Ratih yang licik itu.
Bahkan saat tau kalau Ratih tidak dapat di proses hukum, dia hanya pasrah dan tidak menunut untuk memasukkan Ratih ke penjara.
__ADS_1
Bagaimana bisa ada perempuan sebaik dia? Aku berjanji akan terus melindunginya. Aku akan menjadi lebih baik untuknya dan aku ingin menjaga senyum manis yang ada di wajah cantiknya itu.
Aku sudah terlalu menyukai Reya, ah tidak. Lebih tepatnya aku sudah jatuh cinta kepada Reya. Jatuh yang teramat dalam sampai aku tidak tau bagaimana aku harus keluar jari jurang cinta ini.