Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Memasak Bersama


__ADS_3

Sejak Reya memberi Juragan Nalendra makanan, mereka menjadi lebih dekat. Mereka menjadi sering makan bersama, kadang Reya juga mengirim makan siang Juragan Nalendra ke sawah atau kandang.


Seperti siang ini, Reya membawa makanan untuk Juragan Nalendra yang sedang berada di sawah. Mereka berdua duduk bersama di saung yang ada di sawah milik Juragan Nalendra.


"Hari ini aku mencoba resep baru, aku membuat Ayam pop" ucap Reya sambil mengeluarkan makanan yang tersusun di rantang.


"Em, pasti enak" puji Juragan Nalendra.


"Juragan bisa saja mujinya, nanti kalau gak enak jangan marah ya" Reya tertawa senang mendengar pujian Juragan Nalendra.


Mereka mulai makan sambil menikmati semilir angin yang berhempus ringan. Suasana diantara mereka sangat harmoni, sesekali Reya menambahkan lauk ke dalam piring Juragan Nalendra.


"Juragan besok sibuk gak?" tanya Reya setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Tidak, seperti biasa aku akan ke kandang atau sawah untuk memeriksa keadaan. Memang kenapa?" jawab Juragan Nalendra sambil menatap Reya yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Aku mau minta tolong ke Juragan" ujar Reya agak tidak jelas karena sedang mengunyah makanan.


"Minta tolong apa?" sebelum menjawab pertanyaan Juragan Nalendra, Reya menelan makanan yang sedang dia kunyah dulu.


"Besok malam kan ada acara pengajian akbar di desa. Nah, Lek Yayuk pesan jajanan buat pengajian itu ke aku. Tapi, jumlah pesanannya cukup besar untuk aku tangani sendiri. Jadi, mau gak Juragan bantu aku masak besok?" ucap Reya dengan penuh harap.


"Aku tidak pandai dalam hal memasak, kamu minta tolong ke orang lain saja" tolak Juragan Nalendra dengan halus.


"Tapi, aku maunya Juragan yang bantu" ucap Reya lirih sambil menatap mata Juragan Nalendra dengan sedih.


Juragan Nalendra yang di tatap Reya merasa tidak enak karena menolak permintaannya, "Baiklah, tapi kamu jangan salahkan aku kalau membuat kekacauan" kata Juragan Nalendra.


"Tentu, aku yakin Juragan pasti tidak akan membuat kekacauan" sahut Reya dengan semangat.


"Kapan kamu akan membuatnya?" tanya Juragan Nalendra.


"Besok pagi, sekitar jam lima. Juragan harus datang tepat waktu ya!" pinta Reya, Juragan Nalendra hanya mengangguk mendengar perkataan Reya.


Setelah selesai makan siang, Reya mengikuti Juragan Nalendra untuk memantau keadaan sawah. Hari ini Juragan sedang mengairi sawah, biasanya ada pegawai yang melakukannya. Tapi karena pegawai itu sedang sakit Juragan Nalendra sendiri yang melakukannya.


......................


Ke esokan harinya, sekitar jam lima subuh. Juragan Nalendra sudah ada di depan rumah Reya.

__ADS_1


"Reya" ucap Juragan Nalendra sambil mengetuk pintu rumah Reya.


"Sebentar" teriak Reya dari dalam rumah, dia segera merapikan rambut dan bajunya. Setelah memastikan dirinya rapi, dia kemudian berjalan ke depan pintu.


"Ayo masuk Juragan" ajak Reya saat melihat Juragan Nalendra yang sudah ada di depan pintu.


Juragan Nalendra kemudian masuk ke dalam, Reya menutup pintu dan berjalan mengikuti Juragan Nalendra.


"Ayo kita ke dapur" Reya mendahului Juragan Nalendra dan mengajaknya langsung ke dapur. Juragan Nalendra mengangguk dan mengikuti Reya.


Saat berjalan menuju dapur, Juragan Nalendra melihat kotak untuk snack yang tersusun rapi di ruang tamu. Sesampainya di dapur, dia melihat banyak bahan masakan yang tertata di lantai dapur.


"Berapa jenis jajanan yang mau kamu buat?" tanya Juragan Nalendra saat melihat jumlah bahan makanan.


"Ada kacang telur, risol mayo, lemper dan kue apem. Totalnya ada empat dan nanti di tambah sama air mineral" jawab Reya yang menghitung jumlah makanan yang akan dia buat dengan jarinya.


"Banyak sekali, apa kamu yakin bisa menyelesaikannya?" tanya Juragan Nalendra untuk memastikan.


"Yakin bisalah, aku sudah membuat kacang telurnya beberapa hari yang lalu. Tinggal di masukkan ke plastik saja" jawab Reya dengan yakin.


"Sekarang kita buat apa dulu?" tanya Juragan Nalendra sambil menyingsingkan lengan bajunya.


Reya kemudian mengambil semua bahan yang di butuhkan untuk membuat kue apem ke atas meja dapu, dia meminta Juragan Nalendra mengaduk adonannya dan dia yang menuang bahannya.


Mereka sibuk membuat kue apem, sekitar jam tujuh mereka baru menyelesaikan setengah dari adonan yang mereka buat.


"Kita sarapan dulu saja Juragan, bagaimanan kalau buat nasi goreng?" tanya Reya.


"Terserah kamu saja, aku mau menyelesaikan memanggang adonan ini dulu" jawab Juragan Nalendra yang masih asik dengan adonan jue apem.


"Oke kalau begitu, aku masak nasi gorengnya dulu" ujar Reya dengan semangat.


Reya segera membuat bumbu dan bahan untuk nasi goreng selagi Juragan Nalendra sibuk memanggang kue apem. Setelah selesai memasak nasi goreng, Reya mengajak Juragan Nalendra sarapan.


"Ayo Juragan kita sarapan, nasi gorengnya sudah jadi" Reya mengulurkan tangannya untuk menghentikan Juragan Nalendra untuk menuangkan adonan ke cetakan.


"Oke" Juragan Nalendra menghentikan niatnya untuk menuangkan adonan dan pergi ke ruang santai dengan Reya untuk sarapan.


Mereka berdua sarapan sambil menonton TV, Reya merasa ini adalah sarapan paling nikmat yang pernah dia makan. Sesekali dia melirik ke arah Juragan Nalendra yang sedang makan di sampingnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu melihat ke arahku? Apa ada nasi yang menempel di wajahku?" tanya Juragan Nalendra saat memergoki Reya yang mecuri pandang ke arahnya.


"Tidak ada" jawab Reya dengan cepat, dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah TV.


Setelah selesai sarapan, mereka duduk sebentar di depan TV sekitar lima belas menit untuk menunggu makanan yang mereka makan sedikit tercerna.


Merasa sudah cukup menunggu, mereka kemudian melanjutkan untuk memasak. Mereka seharian sibuk memasak di dapur, sekitar jam tiga sore mereka baru selesai memasak semuanya.


"Akhirnya semua sudah jadi, sekarang tinggal di bungkus dan di masukkan ke dalam kotak" ucap Reya sambil meluruskan pinggangnya.


"Karena Juragan, pekerjaanku terasa lebih ringan. Terima kasih ya" lanjut Reya sambil tersenyum manis ke arah Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra hanya bergumam menjawab perkataan Reya dan mengalihkan pandangannya dari Reya. Jika diperhatikan lebih detail, telinga Juragan Nalendra terlihat agak memerah.


"Ayo kita bawa semua ke ruang tamu, biar lebih muda menatanya" ajak Reya.


Mereka kemudian membawa semuanya ke ruang tamu dan mulai membungkus risol, kacang telur dan apem dengan plastik pembungkus. Setelah selesai, mereka menata semuanya ke dalam kotak snack.


"Yey akhirnya benar - benar selesai, ternyata melelahkan juga ya membuat semua ini" ucap Reya sambil merebahkan tubuhnya di lantai.


"Memang ini pertama kali kamu menerima pesanan?" tanya Juragan Nalendra penasaran.


"Iya, ini baru pertama kali" jawab Reya.


"Pekerjaanmu sebelumnya apa? aku pikir kamu memang membuka katering" ucap Juragan Nalendra melihat ke arah Reya yang berbaring di sampingnya.


"Aku sebelumnya bekerja freelance sebagai desain grafis, sekarang juga masih. Tapi karena pindah ke tempat baru aku ingin lebih mengenal lingkungan yang sekarang, jadi aku membuka katering untuk jembatan bersosialisasi dengan warga sekitar" ujar Reya.


"Oh ya, aku dengar kamu seorang sarjana. Kamu ambil jurusan apa?" lanjut Reya bertanya.


"Desain interior" jawab Juragan Nalendra singkat.


"Oh pantes saja rumahmu terlihat sangat artistik, ternyata memang bidang yang kamu kuasai" ucap Reya sambil menganggukkan kepalanya.


"Kenapa ... " sebelum selesai bertanya, Juragan Nalendra memotong perkataan Reya.


"Lebih baik sekarang kita masukkan semuanya ke dalam mobil, biar nanti tidak terburu - buru" ucap Juragan Nalendra mengalihkan pembicaraan.


Reya menganggukkan kepalanya, dia kemudian bangun dan mulai membantu Juragan Nalendra untuk memasukkan semua kotak ke dalam mobil Reya.

__ADS_1


__ADS_2