Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Cemburu


__ADS_3

Siang hari, Ibu - ibu di dapur mulai sibuk memasak jeroan kambing. Jeroan itu akan di masak menjadi gulai kambing, sedangkan dagingnya akan di masak kecap dengan berbagai rempah.


Aroma gulai mulai tercium dari dapur, bahkan tercium sampai depan rumah. Reya tidak ikut membantu di dapur karena tidak di perbolehkan oleh Lek Yayuk. Katanya, dia di suruh ke luar saja. Urusan dapur biar Lek Yayuk dan Ibu - ibu lainnya yang mengurus.


"Lek, ada yang bisa aku bantu?" tanya Reya sambil mengintip ke dalam panci yang berisi gulai yang sedang di masak.


"Gak usah Mbak, kamu kedepan saja. Di sini sudah ada yang ngurus kok, Mbak Reya bisa ikut anak - anak melipat kotak saja" tolak Lek Yayuk yang sibuk memasukkan bumbu ke dalam panci.


"Oke, aku ke depan dulu Lek. Nanti kalau butuh apa - apa, panggil aku ya Lek" ucap Reya.


Lek Yayuk hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arah Reya. Reya kemudian berjalan ke ruang tamu untuk membantu melipat kotak.


Ternyata di sana ada Juragan Nalendra yang sedang duduk melihat anak - anak melipat kotak, anak - anak itu terlihat tertekan saat sedang melipat kotak.


Sepertinya mereka takut dengan Juragan Nalendra yang menatap mereka dengan intens. Reya berjalan menghampiri Juragan Nalendra dengan tersenyum.


"Sayang, kenapa kamu menatap anak - anak dengan tatapan seperti itu. Kamu membuat mereka takut" ucap Reya sambil menepuk bahu Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra menoleh ke arah Reya dan mengubah ekspresinya dari galak menjadi lembut, "Aku hanya mengawasi mereka agar tidak membuat kesalahan" jawan Juragan Nalendra dengan santai.


Reya tertawa ringan mendengar jawaban Juragan Nalendra, "Kamu itu, sudah jangan tatap mereka dengan pandangan seperti tadi. Kenapa kamu tidak keluar membantu Bapak - bapak itu" ujar Reya.


"Di luar sudah mau selesai, tinggal membawa daging - daging itu ke dapur" jawab Juragan Nalendra.


"Kalau begitu bantu anak - anak melipat kotak saja, jangan cuma di lihatin" Reya mengambil karton yang belum di lipat dan menyerahkannya ke Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra menatap karton yang ada di tangannya, kemudian menatap ke arah Reya.


"Jangan di lihatin saja, ayo mulai bantu" ujar Reya yang sudah mulai melipat karton itu.


Juragan Nalendra menghela nafas ringan dan mulai melipat karton itu. Awalnya Juragan Nalendra sedikit kesulitan, tapi dengan bantuan Reya dia mulai terbiasa dengan karton itu.


Anak - anak yang sudah tidak di tatap Juragan Nalendra menghela nafas lega, mereka mulai bercanda dan makan camilan yang di suguhkan. Saat di tatap Juragan Nalendra tadi, mereka bahkan takut untuk bersuara.


Dengan tambahan dua orang, proses melipat karton untuk kotak besek manjadi lebih cepat. Selesai melipat, kotak itu di tata rapi di depat tembok.


"Kalian makan siang dulu sana, ambil di dapur" ucap Reya.

__ADS_1


"Oke Mbak" jawab anak - anak itu serempak.


Reya dan Juragan Nalendra beerjalan ke ruang santai dan merilekakan tubuh mereka di sofa. Setelah beristirahat sebentar, Reya mulai merasa lapar.


"Kamu tunggu di sini, aku ambilkan makanannya" ucap Reya.


"Mau aku bantu?" tanya Juragan Nalendra.


"Tidak usah, kamu di sini saja" tolak Reya.


Reya berencana makan di ruang santai karena tadi waktu selesia sarapan, Lek Yayuk memberitahunya jangan makan di depan pintu. Lebih baik makan di dalam rumah saja, dan tidak usah malu kalau mau makan di dalam rumah.


Reya berjalan ke dapur luar dan melihat banyak anak - anak yang sedang asik makan di sekitar dapur, ada juga Bapak - bapak yang makan di sana.


Reya mengambil gulai, nasi dan kerupuk ke dalam mangkok, kemudian menaruhnya di atas nampan. Dia membawa makanan itu dengan hati - hati karena mangkuk gulainya terlalu penuh.


Sesampainya di depan ruang santai, Juragan Nalendra langsung mengambil alih nampan yang Reya bawa.


Reya mengambil nasi dan gulai ke dalam piring dan menyerahkannya ke Juragan Nalendra, "Terima kasih Sayang" ucap Juragan Nalendra dengam senyum tipis.


Reya membalas Juragan Nalendra dengan tersenyum juga, dia mengambil nasi dan gulai ke piring lagi untuk dirinya sendiri.


Juragan Nalendra yang sedang menguyah segera mempercepat kunyahannya, "Terserah kamu saja" jawab Juragan Nalendra setelah menelan makanan di mulutnya.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita buat rica - rica?" usul Reya.


"Ba ... "


Sebelum Juragan Nalendra menjawab perkataan Reya, tiba - tiba terdengar nada dering dari ponsel Reya yang menyebabkan Juragan Nalendra tidak jadi melanjutkan perkataannya.


Reya melihat siapa yang menelfonnya, ternyata itu adalah Ronald. Dia segera menghentikan makannya dan berjalan keluar ruangan.


Juragan Nalendra menatap Reya dengan pandangan aneh. Kenapa Reya harus menghindarinya untuk menjawab telfon itu, siapa yang membuat Reya harus menghindarinya. Juragan Nalendra terlihat marah dan kesal saat melihat Reya pergi meninggalkannya.


......................


"Ada apa?" tanya Reya dengan ketus saat setelang mengangkat telfon itu.

__ADS_1


"Dih, ketus amat" ucap Ronald dengan nada bercanda.


"Buruan ada apa? Aku sedang sibuk ini" ujar Reya.


"Aku ada kabar bagus buat kamu. Tadi ada email masuk ke aku, dan ternyata itu adalah bukti - bukti kejahatan Juragan Broto" ucap Ronald dengan semangat.


Reya yang mendengar itu langsung ikut bersemangat juga, "Benarkah? Bagus itu. Jadi kamu bisa lebih cepat mengatasi Juragan Boroto itu" ujar Reya.


"Tentu saja, siapa dulu dong yang mengangainya. Ronald si hebat, tunggu dua minggu lagi pasti akan ku jebloskan Juragan Broto ke dalam penjara" ucap Ronald dengan penuh percaya diri.


"Bagus, tidak sia - sia aku sering memberimu contekan saat SMA" canda Reya.


"Sialan kamu, jangan ungkit - ungkit masa laluku yang kelam lah. Kamu itu di bantu malah gak ada terima kasinya" ujar Ronald dengan kesal.


"Iya, iya. Makasih ya Ronald ganteng" ucap Reya.


Saat Reya sedang asik berbicara dengan Ronald, ternyata Juragan Nalendra sudah berdiri di belakangnya dengan wajah yang suram.


"Siapa Ronald?" tanya Juragan Nalendra dengan dingin.


Reya kaget mendengar suara Juragan Nalendra, dia segera mematikan telfonnya dan membalikkan badannya ke arah Juragan Nalendra.


"Kamu itu bikin kaget saja" ucap Reya sambil mengelus dadanya.


"Siapa Ronlad?" Juragan Nalendra mengulang lagi pertanyaanya.


"Itu temanku dari SMA" jawab Reya dengan santai tanpa menyadari kalau Juragan Nalendra sedang marah.


"Kenapa dia menelfonmu? Dan kenapa kamu berkata seperti itu tadi?" lanjut Juragan Nalendra terus bertanya.


Reya sedikit bingung dengan sikap Juragan Nalendra saat ini, "Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kamu cemburu?" tanya Reya.


Juragan Nalendra diam, tidak menjawab pertanyaan Reya. Melihat diamnya Juragan Nalendra, membuat Reya berkesimpulan kalau memang Juragan Nalendra sesang cemburu.


"Astagah, kamu tidak perlu cemburu sama dia. Aku cuma temenan saja sama dia, lagian dia itu bukan seleraku. Seleraku itu kamu" ucap Reya sambil memegang tangan Juragan Nalendra dan menggoyangkan tangannya dengan ringan.


Juragan Nalendra yang di goda oleh Reya menjadi memerah dan melupakan amarahnya tadi. Dia segera melepas tangan yang dipegang Reya dan buru - buru kembali ke ruang santai.

__ADS_1


Reya tertawa kecil melihat tingkah malu Juragan Nalendra, "Dasar pemalu" ejek Reya.


__ADS_2