Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Rewang


__ADS_3

Sekitar jam enam sore, Lek Yayuk datang ke rumah Reya bersama Tole. Malam ini, mereka berencana membuat kue tradisional sebagai camilan untuk besok, berupa iwel - iwel, lemet, dan puro.


"Mbak Reya" teriak Tole dengan semangat.


"Hus, bocah iki. Panggil yang benar, jangan teriak kayak di hutan" Lek Yayuk memukul bahu Tole ringan, Tole hanya tersenyum dengan bodoh ke arah Ibunya itu.


Reya yang sedang menonton TV dengan Juragan Nalendra mendegar suara Tole. Meski pun pintu depan tidak di tutup, Reya tetap berjalan ke depan untuk menemui Lek yayuk dan Tole.


Reya selalu membuka pintu rumahnya di malam hari saat Juragan Nalendra ada di rumahnya. Dia takut jika menutup pintu akan muncuk gosip yang tidak sedap tentang mereka.


"Lek Yayuk, ayo masuk dulu" ajak Reya.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam dan berjalan ke ruang tamu, Juragan Nalendra yang sedang menonton TV juga berjalan ke ruang tamu untuk menemui mereka.


Lek Yayuk yang melihat kemunculan Juragan Nalendra hanya meliriknya saja, banyak orang di desa yang tahu kalau Juragan Nalendra dan Reya memiliki hubungan spesial.


"Ini kita buatnya sekarang Lek?" tanya Reya dengan ragu.


"Iya, biar gak keteteran besok. Lagian itu juga buat di makan orang yang rewang besok" jawab Lek Yayuk dengan yakin.


"Kita tunggu yang lainnya dulu" lanjut Lek Yayuk.


"Oh ya Lek, itu ayamnya aku tidak jadi beli tadi. Kata Juragan Nalendra pakai kambingnya dia saja" ucap Reya.


"Kambing? Waduh, harus manggil Bapak - bapak ini. Kita gak bisa ngurus pemotongan kambingnya" ujar Lek Yayuk dengan cemas.


"Tenang saja, biar aku yang urus" ucap Juragan Nalendra tiba - tiba.


Lek Yayuk mengalihkan pandangan ke Juragan Nalendra yang sedari tadi diam, Lek Yayuk hanya menganggukkan kepalanya saja. Dia masih sedikit segan dengan Juragan Nalendra, walau pun dia sudah melihat perubahan sikapnya menjadi lebih ramah sejak bersama dengan Reya.


Tole yang sedari tadi makan cemilan yang ada di atas meja hanya mengangguk - anggukkan kepalanya, seolah faham dengan apa yang sedang mereka bahas.


Lek Yayuk yang terus mendengar suara kunyahan Tole meliriknya, dia menghela nafas saat melihat Tole. Betapa tidak sopannya Tole saat di rumah Reya, dia langsung memakan makanan yang ada di atas meja tanpa izin atau dipersilahkan oleh Reya. Mungkin itu karena Tole sering bermain dengan Reya.


"Makan yang rapi, jangan kecap. Kamu ini belum di suruh makan sudah makan duluan" omel Lek Yayuk.


Tole menjulurkan lidahnya ke Lek Yayuk seolah mengejeknya, Lek Yayuk yang kesal dengan tingkah Tole segera memukul kepalnya pelan.


"Dasar bocah" ucap Lek Yayul saat memukul kepala Tole.


"Gak papa Lek, biarkan saja. Itu juga di pajang biar dimakan" ucap Reya yang berusaha membela Tole.

__ADS_1


"Biarin aja Mbak, sekali - kali di pukul biar gak kebablasan nakalnya" sahut Lek Yayuk.


Sambil menunggu Ibu - ibu yang lain, mereka mengobrol tentang rencana besok.


Sekitar jam tujuh, banyak Ibu - ibu yang mulai berkumpul di rumah Reya. Ada Mbah Nem, Lek Sri dan beberapa Ibu - ibu yang lainnya. Indah, Agus dan Doni juga datang, karena Ibu mereka juga datang.


Reya kemudian mengajak semua orang ke dapur terbukanya, Juragan Nalendra tidak ikut karena hanya ada Ibu - ibu di sana. Reya kemudian mengeluarkan tepung beras dan ketan dari loker dapur.


"Ini Lek tepungnya, lalu kelapa dan bahan yang lainnya sudah ada di atas meja itu" tunjuk Reya ke meja di dekat meja dapur.


"Oke Mbak. Lah iya daunnya masih di rumahku, Le ambil daun pisang di rumah" teriak Lek Yayuk ke Tole yang sedang bermain di dekat dapur.


"Iya" jawab Tole sambil berteriak.


Tole mengajak Agus untuk mengambil daun di rumahnya. Sekitar lima menit kemudian, mereka berdua sudah kembali sambil mmebawa dua kantong daun pisang. Mereka menaruh daun itu di atas meja dan kembali bermain lagi.


Reya mengambil daun itu dan mulai mengelap dan memotong sesuai ukuran yang di butuhkan.


"Mbah Nem, segini ukurannya cukup gak?" tanya Reya sambil menunjukkan daun yang baru dia potong.


Mbah Nem melirik ke tangan Reya dan mengangguk, "Cukup" jawab Mbah Nem yang sedang memarut kelapa bersama beberapa Ibu lainnya.


Selesai memotong daun, Reya masuk ke dalam rumah. Dia tidak tau harus membantu apa lagi, jadi dia ingin menyicil membuat roti untuk besok.


"Iya Mbak, di sini biar aku saja yang urus" jawab Lek Yayuk.


Reya masuk ke dalam rumah dan mencari Juragan Nalendra, dari tadi dia belum melihat Juragan Nalendra. Ternyata Juragan Nalendra sedang duduk di ruang santai sambil menonton TV.


"Sayang" Reya duduk di samping Juragan Nalendra.


"Sudah selesai?" Juragan Nalendra menatap Reya yang sedang bersandar di bahunya.


"Belum, aku mau buat roti. Kamu bantu aku ya" pinta Reya.


"Oke" Juragan Nalendra segera mematikan TV dan berjalan ke dapur dalam bersama Reya.


Reya mengeluarkan semua bahan yang ada di dalam laci dan menaruhnya di atas meja.


"Apa dulu ini?" tanya Juragan Nalendra yang melihat ke arah tumbukan bahan roti.


"Kamu pecahkan semua telur itu dan kocok pakai mixer sampi mengembang" ucap Reya memberi perintah Juragan Nalendra.

__ADS_1


Jurgaan Nelandra kemudian memecahkan semua telur dan mulai mengocok dengan mixer. Saat telur sudah mulai mengembang, Reya segera memasukkan semua bahan satu persatu ke dalam wadah.


Saat sedang membuat Roti, tiba - tiba Tole muncul dari balik pintu.


"Mbak Reya, ada dandang besar lagi gak?" tanya Tole.


"Mbak cuma ada satu Le, apa kurang?" Jawab Reya yang sedang menuang adonan ke loyang.


"Kurang Mbak" ucap Tole.


Reya segera meletakkan wadah adonan, dan pergi ke dapur luar.


"Lek, apa dandangnya kurang?" tanya Reya saat melihat Lek Yayuk.


"Kurang Mbak, setidaknya butuh satu lagi" jawab Lek Yayuk yang sedang menata lemet di dalam panci.


"Aduh aku gak ada lagi Lek" ucap Reya yang sedang kebingungan mau mencari dandang besar dimana.


"Ya udah Mbak kalau gak ada, aku ada kok di rumah. Biar di ambilkan sama anak - anak" ujar Lek Yayuk dengan santai.


"Wah terima kasih Lek" Reya menghela nafas lega.


"Tole, kamu ajak temanmu buat ambil dandang seperti ini. Sama kukusannya sekalian jangan dangangnya doang" perintah Lek Yayuk.


Tole mengangguk dan mengajak anak - anak yang lainnya untuk mengambil dandang. Reya kemudian masuk kembali ke rumah dan melanjutkan pembuatan kue.


"Bagaimana?" tanya Juragan Nalendra.


"Tenang, sudah beres kok" jawab Reya sambil membentuk simbol ok dengan tangannya.


Reya menuangkan lagi adonan tadi ke dalam beberapa loyang, kemudian memasukkannya ke dalam oven. Selagi menunggu kue kue itu matang, Reya membuat adoann baru untuk pemanggangan kloter kedua.


Reya mengulang semua itu sampai tiga kali, setelah itu dia berhenti. Dia akan melanjutkan lagi besok karen hari sudah terlalu malam.


"Kita lanjutkan besok saja" ucpa Reya.


Reya kemudian pergi ke dapur luar dan melihat bahwa merrka sudah selesai mengukus semua makanan.


"Sudah selelai Lek?" tanya Reya.


"Sudah Mbak, ini tinggal di bagikan ke yang lain beberapa. Sisanya buat besok" jawab Lek Yayuk.

__ADS_1


Reya mengangguk dan membantu Lek Yayuk membungkus kue tradisional ke dalam plastik yang akan diberikan ke Ibu - ibu yang sudah membantu tadi.


__ADS_2