
Untuk mendekati orang yang kita sukai, langkah pertama adalah menarik perhatianya. Ada berbagai cara untuk menarik perhatian, salah satunya adalah sering meminta tolong.
Reya berencana meminta tolong kepada Juragan Nalendra, tapi dia bulingung harus meminta tolong apa. Sesangkan peralatan yang ada di rumah Reya tidak ada yang rusak sama sekali.
Reya melihat kesekeliling rumah tapi tidak menemukannya juga. Akhirnya, Reya mempunyai ide nekat untuk memecahkah salah satu bolam lampu yang ada di dalam rumahnya.
"Aku pecahkan saja bolam lampuku, dari pada ribet nyari gak ketemu juga" gumam Reya saat mendapatkan ide.
Reya kemudian keluar mencari beberapa batu kecil untuk dia lempar ke bolam lampunya. Setelah mendapatkan batu yang dia cari, Reya langsung memulai aksinya.
Reya melempar kerikil ke atas dan langsung menundukkan kepalanya untuk menghindari kaca bolam yang jatuh, sayangnya percobaan pertama Reya meleset.
Tidak menyerah dia mencoba untuk yang kedua kalinya, tapi tetap saja gagal lagi. Dia terus mencobanya, akhirnya pada percobaan kelima dia berhasil memecahkan bolam lampunya.
Melihat itu, Reya segera memungut batu kerikil yang dia lempar tadi dan membuangnya keluar. Dia kemudian bergegas pergi ke warung untuk membeli bolam.
Seampainya di rumah, Reya langsung mandi dan berdandan sebelum pergi ke rumah Juragan Nalendra. Dia ingin tampil maksimal saat bertemu dengan Juragan Nalendra.
Melihat pandulan dirinya di cermin, Reya merasa puas dengan dandanannya. Dia memakan dress berwarna kuning pucat dan di padukan dengan bandana yang senada warnanya di kepalanya.
"Ayo semangat mengejar cinta" ujar Reya sambil mengepalkan tangannya di depan cermin riasnya.
Reya berjalan kerumah Juragan Nalendra, "Permisi Juragan" teriak Reya sambil mengetuk pintunya. Reya menunggu beberapa menit di depan pintu tapi tidak ada tanggapan dari dalam.
"Apa dia tidak ada di rumah ya?" gumam Reya dengan sedih. Akhirnya, Reya berjalan kembali ke rumahnya.
__ADS_1
Reya mengambil laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya di depan rumah dengan tujuan memantau ke datangan Juragan Nalendra. Sesekali dia melihat ke arah jalan untuk melihat apakah Juragan Nalendra sudah pulang.
Sayangnya meski sudah menunggu sampai sore, Juragan Nalendra tidak kunjung terlihat. Reya merasa jengkel dan kembali masuk ke dalam rumah. Tepat saat Reya masuk, Juragan Nalendra terlihat kembali pulang dengan motornya. Seandainya Reya mau menunggu sebentar lagi, pasti dia bisa bertemu dengan Juragan Nalendre.
Reya melemparkan tubuhnya ke atas sofa dan menyalakan TV, "Padahal aku sudah dandan cantik seperti ini, tapi dia gak ada di rumah. Sudah di tunggu sampek sore pun gak terlihat batang hidungnya" gumam Reya dengan kesal.
"Kenapa aku mecahin yang di ruang TV sih, kan jadi gelap - gelapan nonton TVnya. Pokoknya besok pagi aku langsung ke rumah Juragan Nalendra sebelum dia pergi"
Keesokan harinya, Reya sudah bersiap untuk pergi ke rumah Juragan Nalendra. Jam masih menunjukkan pukul 06.30 WIB, tapi Reya sudah tiba di depan rumah Juragan Nalendra.
"Permisi Juragan" ucap Reya sambil mengetuk pintu, tak lama pintu itu di buka oleh pemiliknya. Saat membuka pintu, Juragan Nalendra agak terperanjat melihat Reya.
"Ada apa?" tanya Juragan Nalendra dengan dingin.
"Itu Jurahan, boleh minta tolong mengganti bolam lampu di runahku yang pecah?" tanya Reya dengan nada yang sengajak dia lembutkan.
"Aku warga baru di sini, aku tidak mengenal laki - laki lain selain kamu. Aku bingung mau meminta tolong ke siapa lagi" ucap Reya dengan memasang wajah sedih.
"Baiklah, ayo kerumahmu" merasa tidak tega, akhirnya Juragan Nalendra menyetujui permintaan Reya. Mereka berjalan berdampingan menuju rumah Reya.
"Mana yang perlu di ganti?" tanya Juraga Nalendra saat sudah sampai di dalam rumah.
"Itu di ruang santai, ayo ikut aku" Reya membawa Juragan Nalendra ke tempat yang dia maksud. Juragan Nalendra mendongak ke atas dan melihat memang bolamnya pecah.
"Kamu bawa bolam yang baru ke sini" perintah Juragan Nalendra, Reya buru - buru mengambil bolam baru di kamarnya. Sekembalinya Reya ke ruang santai, dia melihat Juragan Nalendra sudah mengambil bolam yang pecah.
__ADS_1
"Kemarinkan yang baru" ucap Juragan Nalendra dari atas kursi. Reya kemudian menyerahkan bolam yang ada di tangannya ke tangan Juragan Nalendra yang telah terulur ke arahnya.
Setelah selesai memasang bolam, Juraagn Nalendra turun dari atas kursi. Melihat itu, Reya segera menawarkan minum.
"Juragan mau minum apa? Biar aku buatkan" ucap Reya.
"Tidak perlu, aku mau segera pulang" tolak Juragan Nalendra.
"Jangan begitu, aku jadi tidak enak kalah kamu menolak. Itu akan terlihat seperti aku tidak menjamu Juragan dengan baik" ucap Reya sambil memasang wajah sedih.
"Baiklah, tolong air putih saja" ujar Juragan Nalendra untuk mempersingkat percakapan mereka karena dia ingin segera meninggalkan rumah Reya.
Reya segera berjalan ke dapur dan mengambil air dan juga kukis, "Silahkan dinikmati Juragan" Reya meletakkan air dan piring yang berisi kukis di atas meja.
Juragan Nalendra meminum air dan mengambil sebuah kukis. Setelah itu, Juragan beranjak dari sofa.
"Sudah selesai, aku pulang dulu" Reya segera menyusul Juragan Nalendra dari belakang.
"Oh ya, lain kali jangan pakai baju putih di pagi hari dan berdiri di depan pintu orang. Itu akan membuat orang kaget" ujar Juragan Nalendra saat sudah di depan pintu.
Reya terdiam melihat kepergian Juragan Nalendra dan wajahnya langsung memerah malu. Ternyata Juragan Nalendra tadi terperanjat bukan karena terpesona akan kecantikannya tapi karena dia mengira Reya adalah hantu.
Reya membanting pintu dan berlari ke dalam kamarnya, "Argh, malunya aku" teriak Reya yang teredam oleh bantal yang ada di wajahnya.
"Kenapa ngide pakek baju putih sih, kenapa gak baju yang lain" kesal Reya saat mengingat perkataan Juragan Nalendra tadi.
__ADS_1
"Hancur sudah image yang berusaha dia bangun tadi" ucap Reya dengan lirih. Reya berbaring terlentang menatap langit - langit kamarnya dengan sedih.