Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Jauhi Dia


__ADS_3

Setelah mengirim makanan untuk para tukang, Reya segera mengemas makan siang untuk Juragan Nalendra.


Reya bersenandung lembut selama membuat bekal, dia merasa senang karena ini merupakan bekal pertama yang Reya buat setelah Juragan Nalendra mengutarakan perasaannya.


Rasanya seperti ada yang berbeda dengan bekal - bekal sebelumnya, Reya merasa bekal ini lebih enak dan indah dari bekal sebelumnya.


"Nasi sudah, lauknya sudah. Apa lagi ya?" gumam Reya sambil menata kotak makan.


"Sepertinya sudah semua. Oke, saatnya berangkat" lanjut Reya setelah memastikan semuanya sudah tersusun rapi.


Reya segera keluar untuk mengambil sepeda yang telah dia bersihkan tadi, dia menggantungkan tas yang berisi kotak makan di stang sepeda.


Wala pun sedikit goyang keseimbangan sepedanya, Reya tetap mengayuh sepedanya dengan semangat.


Semilir angin menerpa wajahnya, cuaca yang sedikit redup membuat angin yang berhembus sedikit dingin.


"Ayo jangan jatuh" gumam Reya yang berusaha menjaga keseimbangan sepedanya.


Setelah berjalan beberapa meter, akhirnya Reya bisa mengendalikan keseimbangan sepedanya secara penuh. Reya terseyum penuh kemenangan karena berhasil menyeimbangkan sepedanya.


Sayangnya, kesenangan Reya tidak betahan lama. Saat Reya mengayuh sepedanya lebih kencang, tiba - tiba saja rantai sepedanya putus.


Hal itu membuatnya kehilangan keseimbangan dan jatuh ke samping, semua makanan yang Reya bawa berserakan di jalan.


Reya menahan sakit di tangan kirinya karena Reya terjatuh ke sisi kiri. Dia berusaha bangkit tapi gagal karena tubuhnya tertimpa sepeda.


Saat sedang berusaha bangkit, ada seorang laki - laki yang datang menghampiri Reya. Dia langsung mengangkat sepeda yang menimpa Reya dan menggesernya ke samping.


"Apa kamu baik - baik saja?" tanya laki - laki itu sambil berusaha medudukkan Reya yang terbaring di jalan.


"Tanganku sakit" jawab Reya sambil meringis kesakitan.


"Ayo kita ke puskesmas, biar lukamu segera di periksa" ajak laki - laki itu.


Reya hanya mengangguk mejawab laki - laki itu, dia kemudian membantu Reya berdiri dan menunutunnya masuk ke dalam mobilnya.


Tole yang baru pulang sekolah melihat kejadian itu, awalnya dia ingin berlari menghampiri Reya tapi dia mengurungkan niatkan saat melihat laki - laki itu.


"Aku harus memberitahu Juragan Nalendra" gumam Tole, dia kemudian berlari mencari Juragan Nalendra.


......................


"Juragan" teriak Tole saat melihat siluet tubuh Juragan Nalendra.


Tole sudah tidak peduli akan rasa takutnya ke Juragan Nalendra, karena yang ada dipikirannya dia harus memberi tahu Juragan Nalendra tentang keadaan Reya.


"Ada apa?" tanya Juragan Nalendra saat Tole sudah ada di depannya.

__ADS_1


"Itu Mbak Reya" ucap Tole sambil tersengal - sengal.


"Kenapa dengan Reya?" tanya Juragan Nalendra dengan kawatir.


"Mbak Reya kecelakaan" jawab Tole.


"Di mana dia sekarang?" tanya Juragan Nalendra dengan cepat.


"Mbak Reya dibawa ke puskesmas sama .... " sebelum Tole menyelasaikan perkataannya, Juragan Nalendra sudah berlari mengambil motornya untuk menyusul Reya.


......................


Reya menatap tangannya yang sedang di gips, "Kenapa sial sekali sih hari ini" gumam Reya.


"Ini obat kamu" ucap laki - laki yang telah menolong Reya sambil meletakkan platik yang berisi obat ke pangkuan Reya, laki - laki itu tenyata baru selesai menebus obat di apotek.


"Terima kasih sudah menolongku. Oh ya, nama kamu siapa? Aku Reya" ujar Reya sambil mengulurkan tangannya.


"Aku Aldi" Aldi membalas uluran tangan Reya sambil tersenyum lembut ke arah Reya.


"Aku sepertinya belum pernah melihat kamu, apa kamu orang baru?" lanjut Aldi bertanya.


"Iya, aku warga baru. Yah, baru dua bulanan mungkin" jawab Reya.


"Kalau sudah tidak ada hal lain lagi, ayo aku antar kamu pulang. Supaya kamu cepat beristirahat" ucap Aldi.


"Reya" teriak Juragan Nalendra dari atas motor yang berhenti tidak jauh dari mobil Aldi.


Juragan Nalendra turun dari motor dan berjalan ke arah Reya. Dia menarik tangan Reya yang sedang di pegang Aldi, Reya meringis kesakitan karena perbuatan Juragan Nalendra.


"Hei, hati - hati. Kasihan Reya, dia masih kesakitan" ucap Aldi saat tangannya terlepas dari tangan Reya.


"Diam kamu, itu bukan urusanmu" bentak Juragan Nalendra.


"Sayang, tanganku sakit. Tolong pelan - pelan" ucap Reya dengan lirih.


Juragan Nalendra segera sadar akan perbuatannya, dia segera melepaskan tangannya dan memegang bahu Reya dengan lembut.


"Sayang, mana yang sakit? Ayo kita ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" ucap Juragan Nalendra dengan lembut, nada bicaranya berbeda jauh dengan tadi.


"Tidak perlu, ayo kita pulang saja" tolak Reya.


Juragan Nalendra mengangguk dan memapah Reya menuju motornya, Reya menganggukkan kepalanya ke arah Aldi dan tersentum sebelum membalikkan badannya menuju motor Juragan Nalendra.


Aldi balas tersenyum ke arah Reya. Saat Juragan Nalendra dan Reya sudah menjauh, Aldi tersenyum dengan aneh menatap arah motor Juragan Nalendra.


"Menarik" gumam Aldi.

__ADS_1


......................


"Ayo duduk dulu" ucap Juragan Nalendra sambil memapah Reya menuju kasurnya.


"Sayang, kenapa kamu marah tadi?" tanya Reya saat sudah duduk di kasur.


Juragan Nalendra hanya diam tidak menjawab pertanyaan Reya, dia malam menuangkan air ke gelas dan menyerahkannya ke Reya.


"Sayang, jangan diam aja. Aku marah lo nanti" Reya memasang wajah cemberut ke Juragan Nalendra.


"Kamu jauhi laki - laki tadi, jangan pernah pernah mendekatinya atau berbicara dengannya" ucap Juragan Nalendra tiba - tiba.


Reya menatap Juragan Nalendra dengan heran, kenapa dia terlihat sangat tidak suka ketika melihat Aldi.


"Kamu cemburu ya? Tenang saja, di hatiku cuma ada kamu kok" goda Reya, Reya pikir Juragan Nalendra cemburu dengan Aldi.


"Aku tidak cemburu, pokoknya kamu menjauh dari dia" ujar Juragan Nalendra yang terlihat sangat serius.


Reya hanya bisa mengiyakan permintaan Juragan Nalendra karena takut membuat dia marah, "Iya, aku akan menjauh dari Aldi kalau kita bertemu" ucap Reya sambil mengelus lengan Juragan Nalendra.


"Bagaimana kamu bisa kecelakaan tadi?" tanya Juragan Nalendra.


"Oh itu, rantai sepedanya putus saat aku kendarai. Itu sepeda sudah tidak dipakai sejak kapan sih? Kok pas aku pakai rantainya putus?" tanya Reya dengan nada sedikit kesal.


"Baru dua tahun, dan rantainya seharusnya masih bagus karena itu rantai yang baru bukan yang lama" jawab Juragan Nalendra.


"Benarkah?" tanya Reya agak tidak yakin.


"Iya" jawab Juragan Nalendra.


"Berarti memang akunya saja yang sedang sial" ucap Reya dengan pasrah.


Tapi Juragan Nalendra tidak yakin kalau rantai itu putus tanpa sebab, dia yakin ada yang sengaja mengendurkan rantai sepada itu. Sehingga saat Reya kendarai, rantai itu menjadi putus.


"Sudah jangan dipikirkan, aku ambilkan makan siang dulu. Biar kamu bisa segera meminum obatmu" ucap Juragan Nalendra yang beranjak dari tempatnya.


Juragan Nalendra berjalan menuju rumah untuk mengambil makan siang untuk Reya.


......................


"Bos, mana bayaranku?" tanya seorang pria botak.


Lawan bicara pria botak itu langsung memberikan segepok uang tanpa banyak berbicara. Pria botak itu menghirup bau uang dan tersenyum bahagia.


"Bos kalau ada tugas lagi, jangan sungkan mencariku"


Lawan bicara pria botak itu hanya melambaikan tangannya untuk meminta pria botak itu segera pergi dari hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2