
Beberapa hari berlalu sejak Ani, Anggel dan Ronald datang. Mereka bertiga sudah berkenalan dengan Tole dkk. pada hari kedua kedatangan mereka, bahkan Ronald dengan semangat mengajak mereka memancing ke sungai.
Hari ini rencananya Reya dan yang lainnya ingin melakukan pesta barbeque, jadi Reya dan Juragan Nalendra pergi ke pasar untuk membeli berbagai bahan yang di butuhkan.
"Sayang ayo cepat, keburu siang. Nanti kita kehabisan bahan" ujar Reya yang sudah siap di atas motor.
Juragan Nalendra yang baru keluar dari rumah hanya tersenyum melihat kelakuan Reya, dia bergegas menghampiri Reya.
"Sabar, ini masih pagi. Turun dulu, biar aku bisa naik" ucap Juragan Nalendra.
Reya mengangguk kemudian turun, Juragan Nalendra segera duduk di jok depan dan Reya juga ikut naik ke jok belakang .
"Ayo berangkat" ucap Reya sambil memeluk pinggang Juragan Nalendra.
Tubuh Juragan Nalendra mendadak kaku saat di peluk Reya, dia masih belum terbiasa dengan pelukan Reya. Dia berusaha merilekskan tubuhnya dan fokus untuk menyetir.
......................
Juragan Nalendra memarkirkan motornya dan berjalan ke arah Reya yang sudah menunggunya.
"Wah, masih ramai saja" ucap Reya melihat ke arah pasar.
"Ayo, jangan lama di sini. Kita menghalangi orang yang lewat" ujar Juragan Nalendra sambil mengambil tas belanja yang ada di tangan Reya.
Mereka kemudian masuk ke dalam dan mulai membeli bahan yang mereka butuhkan. Untungnya Reya membawa catatan belanja agar tidak lupa, dia juga harus membeli peralatan untuk memanggan.
"Sayang, ini kita tinggal membeli alat buat manggang. Aku gak tau harus beli di mana" ucap Reya.
"Ayo kita beli di luar" ajak Juragan Nalendra.
Reya mengangguk dan mereka pergi ke parkiran, Reya menaruh beberapa belanjaan di bagian depan motor karena tasnya sudah tidak muat.
mereka kemudian pergi ke toko yang menjual berbagai kebutuhan alat rumah tangga termasuk panggangan. Sesampainya di sana, Reya menaruh tas belanjaannya di atas motor sebelum masuk ke dalam toko.
"Ada yang bisa di bantu?" ucap seorang pelayan toko saat mereka baru masuk ke dalam toko.
"Kami mau membeli alat panggang" jawab Reya sambil tersenyum sopan.
"Baik, mari ikut saya" pelayan itu membungkuk sopan sambil mengukurkan tangannya ke arah slaah satu bagian toko.
Mereka berdua berjalan di belakang penjaga toko sambil melihat beberapa peralatan di sana. Sesampainya di bagian alat panggang, Reya langsung mulai memilih.
Pilihan Reya jatuh ke salah satu pengangang merek masion yang berwarna hitam, "Saya mau ini Mas, ada bonusnya gak yang ini?" ucap Reya sambil menunjuk ke arah panggangan yang dia maksud.
"Panggangan ini sudah komplit dengan spatula dan kuas Mbak" jawab pelayan itu.
Reya tersenyum senang mendengarnya, "Oke, tolong ambilkan yang baru ya Mas. Saya gak mau yang sudah di pajang" ucap Juragan Nalendra.
__ADS_1
"Baik"
Reya dan Juragan Nalendra kemudian pergi ke kasir dan membayar panggangan itu. Saat sampai di parkiran, mereka baru kebingungan bagaimana cara membawa panggangan itu.
"Ini bagaimana kita membawanya?" tanya Reya yang kebingungan.
"Kita taruh di tengah saja, nanti aku agak maju duduknya" saran Juragan Nalendra.
"Oke, kamu kalau tidak nyaman bilang ya nanti" ucap Reya.
"Iya"
Reya kemudian pelan - pelan naik ke atas motor karena takut menjatuhkan pemanggang yang sudah dia letakkan di atas motor. Dia juga harus membawa tas belanjaan. Juragan Nalendra kemudian melajukan motor dengan perlahan.
Sesampainya di rumah mereka langsung di sambut Ani dan Anggel yang sedang duduk di teras. Mereka buru - buru membantu Reya membawa belanjaannya.
"Astagah Rey, kenapa gak naik mobil saja. Lihat, kamu jadi kejepitan kayak gini" ucap Ani yang kasihan melihat Reya yang kesulitan turun dari motor.
"Sudah jangan banyak omong, cepat bantu Reya" sahut Anggel.
Mereka kemudian membawa semua belanjaan ke dalam rumah, Reya memasukkan sayuran dan daging ke dalam kulkas.
"Mana si Ronald?" tanya Reya yang tidak melihat batang hidung Ronald.
"Mancing tuh sama anak - anak, mumpung jari minggu katanya" jawab Ani.
"Oke, nanti aku antarkan makan siangmu ke sana" ujar Reya.
......................
Sore harinya Reya dan yang lainnya sudah menyiapkan bahan yang mereka butuhkan, mulai dari bumbu dan sayuran yang mereka cuci. Mereka juga membersihkan ikan yang Ronald dapat dari memancing tadi.
Setelah Maghrib, mereka mulai memanggang daging. Ani dan Ronald bertugas memanggang karena Anggel dan Reya sudah membuatkan bumbunya.
"Ayo, dagingnya sudah siap" ucap Ani sambil membawa piring yang berisi daging.
Anggel, Reya dan Juragan Nalendra mulai menyantap daging itu. Suasana malam itu terasa sangat menyenangkan, di tambah langit yang cerah bertabur bintang.
"Bagaimana kalau kita main game?" cetus Ronald.
"Mau main apa?" tanya Anggel.
"Ayo main Truth or Dare" ucap Ani dengan semangat.
"Oke" ucap Anggel dan Reya dengan kompak.
Anggel kemudian mengambil botol jus dan memutarnya di tengah - tengah mereka. Ternyata tutup botol itu mengarah ke Ronlad.
__ADS_1
"Ayo Truth or Dare?" ucap Anggel.
"Truth aja deh, takut kalian nyuruh yang aneh - aneh" jawab Ronald.
"Oke, apa kebohongan terbesarmu ke Ani?" tanya Anggel dengan semangat.
Ani menatap Ronald dengan serius saat mendengar perkataan Anggel, Ronlad menjadi gugup saat di tanya Anggel.
"Aku, aku pernah"
"Ayo cepat, jangan aku - aku doang" potong Reya yang gemas dengan Ronald yang tidak kujung bicara.
"Aku pernah numpahi kopi ke tas Bebi yang laling mahal dan nuduh kucingnya yang ngelakuinnya" ucap Ronald dengan cepat sambil menutup mata.
"Apa!" teriak Ani dengan marah.
"Jangan marah Beb, aku janji setelah pulang aku bakal beliin kamu tas yang kamu idam - idamkan" ucap Ronald dengan gugup.
"Huh, awas aja kamu kalo bohong" ujar Ani dengan cemberut.
"Udah ayo lanjut lagi" lerai Anggel.
Anggel memutar lagi botol dan tutup nya mengarah ke Juragan Nalendra, Anggel dengan gugup bertanya ke Juragan Nalendra.
"Truth or Dare?" tanya Anggel.
"Dare" jawab Juragan Nalendra dengan singkat.
"Lakukan apa yang selalu ingin kamu lakukan ke Reya" ucap Anggel dengan sedikit bersemangat.
Juragan Nalendra diam tidak menanggapi Anggel, beberapa sat kemudian di memalikkan badannya ke arah Reya dan memegang tangannya.
"Ayo menikah" ucap Juragan Nalendra tiba - tiba.
Semua orang kaget mendengar perkataan Juragan Nalendra termasuk Reya, "Kamu serius?" tanya Reya untuk memastikan.
"Aku serius, ayo menikah" ulang Juragan Nalendra.
"Ayo, ayo menikah" ucap Reya dengan penuh semangat dan haru.
"Minggu depan kita menikah" putus Juragan Nalendra.
"Em"
Semua orang kaget dengan kejadian itu, mereka tidak mengira Juragan Nalendra akan melakukan ini. Tapi, mereka juga senang dengan hal ini untuk Reya.
Merek mengucapkan selamat ke Reya dan Juragan Nalendra, mereka kemudian melanjutkan bermain dan barbequean bersama sampai malam.
__ADS_1