
Di sore hari, semua makanan sudah selesai di masak. Beberapa Ibu - ibu mulai sibuk menata maknan ke dalam kotak, sedangkan anak - anak membantu Reya memasukkan roti ke dalam kotak.
Suasana di ruang tamu sangat ramai, anak - anak saling bercanda sambil memasukkan roti ke kotak. Reya tersenyum bahagia melihat suasana rumahnya yang ramai.
Sekitar jam lima sore, semua akhirnya selesai di tata. Semua orang kemudian pulang untuk bersih - besih dan istirahat, nanti malam mereka akan berkumpul lagi di rumah Reya.
......................
Selesai sholat magrib, Reya menunggu kedatangan Ibu - ibu sambil menonton TV. Tak berselang lama Reya duduk, terdengar suara anak - anak yang sedang berlarian di halaman depan.
"Sepertinya sudah ada yang datang" gumam Reya.
Reya berjalan ke depan dan melihat beberapa Ibu - ibu dan anak mereka yang sudah ada di halaman.
"Le, kamu sama temenmu jereng kloso sana" perintah Lek Yayuk saat mereka semua sudah masuk ke dalam rumah.
"Woke" Tole memberi hormat kepada Ibunya dengan semangat.
Anak - anak kemudian menata karpet sebagai alas untuk Bapak - bapak nanti. Selesai menata karpet, anak - anak pergi ke luar bermain di halaman Reya.
Sekitar jam tujuh lebih, sudah mulai ada Bapak - bapak yang datang. Ada yang berjalan kaki dan ada yang memakai motor berboncengan.
Reya sedikit bingung sejak tadi karena tidak melihat Juragan Nalendra muncul, padahal acara sudah mau di mulai.
"Lek, lihat Juragan Nalendra tidak?" tanya Reya.
"Juragan? Tidak lihat Mbak, paling juga masih di rumah. Sabar saja, nanti juga muncul" jawab Lek Sri yang sedang mengupas kacang rebus untuk dia makan.
Tiga puluh menit kemudian, acara akhirnya dimulai juga. Sebelum acara benar - benar di mulai, Juragan Nalendra akhirnya muncul dan segera kumpul dengan Bapak - bapak di ruang tamu.
Ibu - ibu dan anak - anak berkumpul bersama di ruang santai untuk menunggu acaranya selesai sambil memakan camilan dan mengobrol ringan di sana.
Saat acara hampir selesai, tiba - tiba Lek Yayuk teringat akan sesuatu.
"Aduh, aku lupa e beli itu" cetus Lek Yayuk tiba - tiba.
__ADS_1
"Ono apa sih Yuk, ngaget - ngaget in saja" ucap Mbah Nem sambil mengelus dada.
"Aku lupa beli rokok buat Bapak - bapak di depan. Mbak Reya, bisa gak belikan rokok ke warung?" tanya Lek Yayuk langsung ke Reya.
Reya langsung menyetujui permintaan Lek Yayuk, "Oke Lek" jawab Reya sambil mengacungkan jempolnya.
"Biar di temenin sama Tole, Le kamu temenin Mbak Reya ke warung" ucap Lek Yayuk.
"Oke Buk" sahut Tole.
Reya dan Tole akhirnya berjalan bersama ke warung, di sepanjang jalan tidak ada orang yang keluar rumah. Jalan sangat sepi, untunya Reya di temani Tole. Kalau sendirian, pasti Reya akan takut.
Bukannya takut dengan orang, tapi Reya takut tiba - tiba ada hantu yang muncul di depannya. Apa lagi di desa, yang pepohonannya masih banyak dan rindang.
"Mbak, kenapa mepet - mepet ke aku? Takut ya, ih udah besar masih takut" ledek Tole dengan semangat.
Reya segera menjauhlan dirinya dari Tole dan berpura - pura berani, "Siapa yang takut, ayo cepat jalannya. Kalau lambat, Mbak tinggal nih" ucap Reya dengan cepat.
Tole malah tertawa mendengar perkataan Reya, dia kemudian punya ide untuk menjahili Reya. Dia langsung berlari meninggalkan Reya sendirian di belakangnya, Reya kaget melihat itu dan langsung iku lari mengejar Tole.
"Tole kamu itu nakal ya" ucap Reya sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan saat sampai di warung.
"Sudahlah, ayo beli rokoknya" elak Reya.
Selesai membeli rokok, mereka berjalan dengan santai tidak berlari seperti tadi. Sebab, Reya mengancam Tole kalau dia berlari nanti tidak akan memberikan Tole makanan enak lagi.
Sesampainya di rumah, Reya sangat bingung karena rumahnya dalam keadaan gelap gulita. Mereka kemudian berjalan ke belakang rumah dan masuk ke dalam.
Keadaan di dalam benar - benar sepi seperti tidak ada orang sama sekali. Reya sedikit kebingungan dengan hal ini.
"Le kamu ... "
Saat Reya menengok ke samping untuk berbicara dengan Tole, Tole sudah tidak ada di sampingnya.
"Aduh, kemana lagi ini anak" gumam Reya dengan kesal.
__ADS_1
Reya berjalan ke depan dengan senter HPnya, dia berusaha menyalakan lampu tapi tidak bisa juga. Dia berjalan ke ruang santai, tapi tidak menemukan siapa pun.
Dia kemudian berjalan ke ruang tamu, tetap tidak menemukan siapa pun juga. Reya mulai merasa takut dengan suasana saat ini, mana mungkin mereka tiba - tiba pergi dari rumahnya.
Reya kemudian mematikan senter HPnya dan mulai membuka Hpnya untuk menelfon Juragan Nalendra. Saat Reya sedang menelfon, tiba - tiba lampunya menyala.
Reya segera melihat ke sekeliling dan melihat ada Juragan Nalendra yang sedang berlutut memengang kotak cincin tidak jauh dari posisinya saat ini, dengan beberapa orang yang berdiri di sekeliling mereka berdua.
"Reya, mau kah kamu menikah denganku?" ucap Juragan Nalendra dengan penuh ketulusan.
Reya menutup mulutnya dengan mata yang berkaca - kaca. Dia sangat terkejut sekaligus terharu dengan tindakan Juragan Nalendra. Dia tidak mengangka Juragan Nalendra bisa bersikap romantis seperti ini.
Reya berjalan mendekati Juragan Nalendra dan mengulurkan tangannya sambil mengangguk kencang.
Juragan Nalendra tersenyum senang melihat respon Reya, dia kemudian menempatkan cincin ke jari manis tangan kiri Reya. Semua orang beetepuk tangan saat Juragan Nalendra selesai memakaikan cincin.
Reya melihat ke sekeliling dengan malu, dia melihat semua orang terlihat gembira menyaksikan lamaran Juragan Nalendra. Dia juga baru menyadari ternyata juga ada dekorasi lamaran yang terpasang.
Tadi dia tidak begitu memperhatikan sekeliling karena terlalu terkejut dengan lamaran Juragan Nalendra yang tiba - tiba.
"Kenapa kamu tidak bilang sih kalau mau memberikan kejutan" bisik Reya sambil menyikut pinggang Juragan Nalendra.
"Aku sudah pernah bilang kalau aku akan melamarmu dengan resmi dan di saksikan banyak orang saat rumahmu selesai di bangun" jawab Juragan Nalendra sambil tersenyum tipis.
Semua orang kemudian kembali duduk dan makanan mulai di bagikan ke semuanya. Mereka semua menyantap makanan yang di sajikan dengan gembira.
Selesai makan, besek yang sudah di siapkan juga mulai di bagikan ke semua orang termasuk anak - anak yang ada di sana. Semua pulang dengan perasaan yang puas.
......................
Hanya Reya dan Juragan Nalendra yang tersisa di ruang tamu. Mereka duduk sambil memakan jajanan tradisional yang ada di sana.
"Bagaimana kamu menyiapkam semua ini? Tadi saat acara syukuran mau di mulai belum ada dekorasi ini" tanya Reya yang penasaran bagaimana Juragan Nalendra menyiapkan semuanya.
"Saat kamu dan Ibu - ibu masuk ke ruang santai, para pegawaiku mulai menata dekorasi ini dengan cepat. Setelah itu, acara syukurannya baru dimulai" jawab Juragan Nalendra.
__ADS_1
"Ternyata seperti itu"
Hari ini Reya sangat bahagia, banyak hal baik yang menimpanya hari ini. Mulai dari bantuan untuk menangkap Juragan Broto, acara syukuran sampai lamaran tiba - tiba Juragan Nalendra.