Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Teman Juragan


__ADS_3

Reya duduk santai di depan tendanya sambil mecari kontraktor yang bisa dia sewa untuk membangun rumahnya. Tapi sejak tadi pagi dia mencari, tetap tidak menemukan yang cocok. Sekali ada yang cocok pasti jarak yang terlalu jauh atau harganya yang terlalu mahal.


"Kenapa sulit sekali mencari kontraktor yang cocok" ucap Reya sambil merebahkan tubuhnya di kursi lipatnya.


Reya memandang ke langit yang cerah, dia memejamkan matanya matanya menikmati semilir angin yang berhembus ringan.


Saat Reya sedang asik menikmati angin, terdengar suara motor yang mendekat ke arahnya. Dia membuka matanya untuk melihat siapa yang datang.


Ternyata itu adalah Juragan Nalendra yang baru pulang dari sawah sambil membawa singkong yang baru dia cabut tadi.


Juragan Nalendra berjalan mengahampiri Reya, "Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Juragan Nalendra saat sudah berada di depannya.


"Aku sedang mencari kontraktor untuk pembangunan rumahku, tapi dari tadi aku tidak menemukan yang coock" jawab Reya sambil menunjukkan layar HPnya ke Juragan Nalendra.


"Mau aku bantu? Aku ada kenalan kontraktor, mungkin kamu bisa cocok dengannya" tawar Juragan Nalendra.


"Benarkah? Bagus kalau begitu" ucap Reya dengan semangat.


"Bagaimana kalau nanti agak sore kita ke kantornya, kantornya ada di dekat alun - alun" ujar Juragan Nalendra.


"Oke Juragan" jawab Reya dengan senyum manis.


......................


Setelah selesai makan siang, Reya dan Juragan Nalendra pergi ke kantor teman Juragan Nalendra. Mereka berdua pergi menggunakan mobil Reya, awalnya Juragan Nalendra ingin naik motor saja agar lebih cepat. Tapi Reya tidak mau karena panas hari ini terlalu terik.


"Juragan, temanmu itu teman kuliah atau teman apa?" tanya Reya.


"Teman kuliah, kami satu kost dulu" jawab Juragan Nalendra yang sedang fokus menyetir.


"Oh, laki - laki atau perempuan?" lanjut Reya bertanya.


"Jelas laki - laki, kan aku bilang kalau teman kostku dulu" jawab Juragan Nalendra sambil melihat ke arah Reya dengan heran.


Reya yang ditatap Juragan Nalendra menjadi agak malu dengan pertanyaannya tadi, "Kan bisa saja kost campuran" ucap Reya dengan pelan.


"Apa aku terlihat seperti seperti laki - laki yang gampang bergaul dengan wanita?" tanya Juragan Nalendra dengan kesal.


"Tidak, tidak. Maaf, aku tadi cuma bercanda" ucap Reya dengan hati - hati sambil melirik ke arah Juragan Nalendra.


"Em" gumam Juragan Nalendra.


"Oh ya Juragan, singkong yang juragan bawa tadi mau di buat apa?" tanya Reya berusaha mencairkan suasan yang agak canggung tadi.

__ADS_1


"Aku tidak tau, mungkin di rebus atau di kukus saja" jawab Juragan Nalendra.


"Sayang sekali kalau cuma di rebus, bagaimana kalau aku buat jadi makanan yang enak?" tawar Reya.


"Terserah kamu saja" jawab Juragan Nalendra.


......................


Mereka berkendara sekitar satu jam untuk sampai di kantor teman Juragan Nalendra. Sesampainya mereka di sana, mereka langsung masuk ke dalam kantor.


"Selamat pagi, ada yang bisa dibantu?" tanya resepsionis yang ada di lobi menyambut kedatangan Reya dan Juragan Nalendra dengan ramah.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Indra" jawab Juragan Nalendra.


"Baik, apa Bapak sudah ada janji?" lanjut resepsionis itu bertanya.


"Belum, sampaikan saja kalau Nalendra ingin bertemu dengannya"


"Baik Pak, tolong tunggu sebentar" ucap resepsionis itu sambil tersenyum sopan.


Resepsionis itu mengambil telefon, dia berbicara dengan orang yang ada di sebrang telefon dengan sopan. Setelah menutup telefon, dia segera meminta Reya dan Juragan Nalendra untuk mengikutinya.


"Silahkan ikut saya" ujar resepsionis itu sambil menunjukkan gestur sopan kepada mereka.


Mereka berjalan menyusuri lorong menuju salah satu ruangan yang ada di sana, ruangan yang mereka masuki terletak di sebelah kanan koridor.


Mereka kemudian masuk ke dalam ruangan itu dan melihat seorang laki - laki yang duduk di balik meja kerjanya.


"Kamu boleh pergi Indah" ucap laki - laki itu sambil melambaikan tangannya ke arah resepsionis itu.


"Baik Pak, permisi" jawab respsionis itu dengan sopan, kemudian dia berjalan meninggalkan ruangan itu.


Setelah respsionis itu pergi, Juragan Nalendra berjalan ke depan laki - laki itu dan duduk di depannya.


"Yo Bos, gak biasanya kamu datang kesini. Ada apa nih kesini? Mau ngecek keuangan kantor?" ucap laki - laki itu.


"Aku butuh bantuanmu Dra" ujar Juragan Nalendra dengan datar


"Bantuan apa?" tanya laki - laki itu yang merupakan Indra, teman Juragan Nalendra.


"Tolong bantu temanku untuk membangun rumah" jawab Juragan Nalendra.


"Teman apa teman, baru kali ini kamu deket sama perempuan" goda Indra sambil melirik ke arah Reya.

__ADS_1


"Jangan buat masalah kamu. Ayo Reya kesini, kamu bilang ke dia mau bangun rumah seperti apa" ucap Juragan Nalendra.


Reya kemudian duduk di samping Juragan Nalendra yang memang sedari tadi dia hanya berdiri saja.


"Aku mau buat rumah yang bergaya modern minimalis tapi ada unsur tradisionalnya, apa kamu ada desain rumah yang sesuai dengan persyaratanku?" jelas Reya.


"Tentu ada, tunggu sebentar aku ambilkan albumnya" Indra berdiri lalu berjalan ke arah lemari yang ada di samping kanan meja kerjanya.


Setelah mengambil sebuah buku album, dia menyerahkannya kepada Reya. Reya kemudian membuka album itu untuk mencari desain yang cocok.


"Juragan bagaimaan menurutmu tentang desain yang ini?" tunjuk Reya me salah satu gambar di album itu.


"Bagus, kalau kamu suka pilih saja itu" jawab Juragan Nalendra.


"Oke, pilih yang ini saja" ucap Reya.


"Biaya jasanya berapa untuk desain yang ini? Dan perkiraan kebutuh materialnya berapa?" tanya Reya ke Indra sambil menunjukkan desain yang dia pilih.


"Untuk kamu, jasa kami gratis. Lagian Nalendra salah satu investor di sini, kamu sebagai teman perempuan yang dekat dengannya harus mendapat perlakuan istimewa. Untuk bahan bangunannya, masih belum ada rincian pasti, tapi perkiraan sekitar lima ratus juta sekalian pemasangan listrik dan airnya" jawab Indra sambil menggoda Reya.


Reya yang di sebut sebagai teman peremluan terdekat Juragan Nalendra langsung merasa malu, "Apa boleh seperti itu?" tanya Reya dengan malu - malu sambil melirik Juragan Nalendra.


"Em, seperti itu saja. Apa kamu ada keberatan untuk biaya bahan bangunan? Kalau ada nanti aku bantu" ucap Juragan Nalendra.


"Tidak, tidak ada" ujar Reya sambil melambaikan tangannya.


"Kalau begitu sesuai perkataan Pak indra saja" lanjut Reya.


"Oke, kalau sudah ayo kita pulang. Untuk formalitasnya kamu kirimkan berkasnya ke emailku" ucap Juragan Nalendra.


"Sudah begitu saja? Kamu gak mau duduk dan ngobrol sebentar? Padahal sudah lama kita tidak ngobrol bareng, aku ada beberapa masalah disini yang butuh saranmu" ujar Indra.


"Lewat telfon saja" ucap Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra berdiri dari kursinya dan menarik Reya untuk mengikutinya, mereka berdua kemudian berjalan meninggalan ruangan.


"Sudah ada pacar, teman jadi tidak di anggap" ucap Indra sambil menghela nafas melihat kepergian Juragan Nalendra dan Reya.


......................


"Juragan, apa benar Juragan investor di perusahaan kontraktor itu?" tanya Reya saat sudah di dalam mobil.


"Aku hanya membantu Indra saat mengalami kesulitan finansial saja. Tidak ku sangka dia malah memberikan sebagian saham di perusahaanya kepadaku" jawab Juragan Nalendra yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Ternyata seperti itu" gumam Reya sambil menganggukkan kepalanya.


Sesampainya mereka di rumah, Reya segera ke dapur untuk mengolah singkong yang di bawa Juragan Nalendra dari sawah tadi.


__ADS_2