Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Perbincangan


__ADS_3

Reya dan Juragan Nalendra duduk bersama di depan tenda untuk menikmati lautan bintang yang ada di langit.


"Juragan, sejak kapan suka sama aku?" tanya Reya memecah keheningan.


"Aku tidak tau" jawab Juragan Nalendra.


"Kok tidak tau sih, memang apa yang Juragan sukai dari aku?" lanjut Reya bertanya.


Reya memasang wajah cemberut karena Juragan Nalendra tidak meberi jawaban yang pasti dari pertanyaannya.


"Aku juga tidak tau. Entah sejak kapan aku menyukaimu, aku juga tidak tau apa yang aku suka dari kamu. Aku hanya tau aku akan bahagia melihat kamu tersenyum dan tertawa, aku tidak suka melihat kamu sedih. Aku juga menyukai semua tingkah anehmu itu" jawab Juragan Nalendra dengan tulus sambil menatap lurus ke mata Reya.


Wajah Reya memerah mendengar perkataan Juragan Nalendra, "Juragan bisa saja ngerayunya" ucap Reya dengan malu - malu.


"Aku tidak merayumu, apa yang aku ucapkan itu memang tulus dari hatiku" ujar Juragan Nalendra dengan tersenyum lembut.


Reya tersenyum bahagia karena perkataan Juragan Nalendra, tidak sia - sia usahanya mengejar cinta Juragan Nalendra.


"Jadi, sudah sejak kapan Juragan tau kalau aku suka sama Juragan?" tanya Reya.


Juragan Nalendra menunjukkan wajah bingung saat ditanya oleh Reya, "Maksudmu?" ucap Juragan Nalendra.


Reya juga ikut bingung mendengar perkataan Juragan Nalendra, "Sebentar, jadi Juragan gak tau kalau aku suka sama Juragan?" tanya Reya dengan ragu.


"Tidak, aku baru tau saat kamu menerimaku" jawab Juragan Nalendra dengan santainya tanpa berfikir apa pun.


"Astagah Juragan, jadi Juragan nembak aku tanpa tau aku suka balik ke Juragan atau tidak? bagaimana jadinya jika aku tidak suka sama Juragan?" tanya Reya dengan terkejut karena perkataan Juragan Nalendra. Reya terdiam, kemudian menghela nafas lelah.


"Aku tidak memikirkan itu, yang penting sekarang kamu sudah jadi milikku" ucap Juragan Nalendra dengan bangga.


"Apa Juragan tidak melihat semua tindakanku selama ini sebagai tanda kalau aku tertarik sama Juragan?" lanjut Reya bertanya.


"Apa kamu pernah menunjukkan ketertarikan kepadaku? Aku tidak melihatnya" jawab Juragan Nalendra.


'Sia - sia aku berusaha selama ini, ternyata dia tidak menyadarinya. Dasar laki - laki lurus' batin Reya jengkel.


"Oh ya, satu lagi. Kenapa tadi Juragan bilang istri bukan pacar waktu nembak aku" tanya Reya.


"Karena aku ingin kamu menjadi istriku, aku tidak ingin menghinamu dengan meminta kamu menjadi pacarku. Jadi aku langsung melamarmu untuk menjadi istriku" jawab Juragan Nalendra dengan penuh keyakinan yang terpancar dari sorot matanya.

__ADS_1


Reya menjadi bahagia kembali saat mendengar perkataan Juragan Nalendra, dia senang karena Juragan Nalendra tulus mencintainya.


"Setelah pembangunan rumahmu selesai, aku akan ke rumahmu untuk melamarmu secara sah. Agar semua orang tau kalau kamu itu milikku" ucap Juragan Nalendra sambil memegang tangan Reya.


Reya tersenyun senang mendengar perkataan Juragan Nalendra, "Kalau begitu, aku harus mengganti nama panggilan untukmu. Rasanya aneh kalau terus memanggilmu dengan sebutan Juragan" ucap Reya.


"Terserah kamu saja" ujar Juragan Nalendra.


Mendengar jawaban Juragan Nalendra yang terdengat tidak terlalu mementingkan nama panggilan, membuat Reya sedikit kesal. Tiba - tiba Reya mendapat ide unik untuk menjahilinya.


"Bagaimana kalau Baby? Honey? Sayang? Atau Suamiku?" ucap Reya dengan nada menggoda sambil terus mendekatkan tubuhnya ke Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra menelan ludahnya dengan kasar saat tubuh Reya terus menekat. Saat dada Reya hampir mengenai tangannya, dia langsung melepaskan tangan Reya dan berdiri.


"Kamu jangan menggodaku, aku juga seorang pria yang mempunya nafsu" ucap Juragan Nalendra dengan gugup.


Setelah berbicara, Juragan Nalendra segera berlari masuk ke dalam rumah dengan wajah yang memerah.


Reya tertawa bahagia sampai mengeluarkan air mata saat melihat Juragan Nalendra yang berlari karena takut berbuat khilaf.


......................


"Sayang" ucap Reya sambil mengetuk pintu rumah Juragan Nalendra.


"Ayo kita memasak" Reya mengangkat tangannya yang sedang membawa sayuran.


"Sini biar aku saja yang membawanya" Juragan Nalendra segera mengambil kantong kresek yang ada di tangan Reya.


Mereka kemudian berjalan menuju dapur, Juragan Nalendra meletakkan kanong kresek yang dia bawah ke atas meja.


"Hari ini kamu mau sarapan apa?" tanya Reya.


"Terserah kamu saja, yang penting itu buatanmu" jawab Juragan Nalendra.


Reya tersenyum senang mendengar perkataan Juragan Nalendra, dia kemudian mengeluarkan semua belanjaannya dan mulai memasak.


Juragan Nalendra juga ikut membantu Reya dengan memotong dan mencuci sayuran, sedangkan Reya fokus pada bumbu masakan.


Mereka berdua terlihat harmonis ketika memasak bersama, mereka seperti saling memahami apa yang akan dilakukan satu sama lain.

__ADS_1


Setelah selesai memasak, mereka membawa semua makan ke meja makan. Menu sarapan hari ini cukup beragam, ada tumis kubis dengan telur, tempe goreng, ayam lada hitam dan telur puyuh balado.


"Sayang, nanti kamu ke sawah atau ke kandang?" tanya Reya sambil sesekali mengunyah makanannya.


"Ke kandang, memang ada apa Rey?" tanya Juragan Nalendra.


Reya berhenti mengunyah dan menatap Juragan Nalendra dengan kesal, "Kok Rey sih, panggil Sayang bukan nama" ucap Reya yang cemberut.


Juragan Nalendra segera sadar akan kesalahannya dan segera meminta maaf ke Reya.


"Maaf Sayang, aku gak akan ngulangin lagi" bujuk Juragan Nalendra sambil memegang tangan Reya.


"Em, aku maafkan untuk kali ini. Kalau nanti kamu ngulangi lagi, akan aku hukum" ujar Reya dengan wajah mengancam, dia juga menarik tangannya yang dipegang oleh Juragan Nalendra.


Bukannya takut, Juragan Nalendra malah tersenyum melihat wajah Reya yang dia buat menakutkan. Dipandangan Juragan Nalendra, Reya malah terlihat imut dengan ekspresi itu.


"Sayang, kamu punya sepeda gak?" tanya Reya tiba - tiba.


"Ada, memangnya kenapa?" jawab Juragan Nalendra.


"Mau aku pakai, capek kalau harus jalan kaki buat ngantar makan siang kamu" ucap Reya.


"Kalau begitu, lebih baik aku pulang saja untuk makan siang. Biar kamu tidak kelelahan mengantar makan siang untukku" ujar Juragan Nalendra yang tidak tega membuat Reya kelelahan.


"Tidak, aku akan mengantar makan siang ke kamu. Aku tidak mau kamu yang kelelahan, biar aku saja. Sekalian juga buat olah raga" tolak Reya.


"Baiklah, terserah kamu. Kalau kamu lelah, bilang ke aku ya!" ujar Juragan Nalendra.


"Tentu" balas Reya dengan senyum.


Mereka kemudian melanjutkan sarapan. selesai sarapan, Juragan Nalendra berangkat ke kandang dengan motornya. Reya melambaikan tangan ke arah Juragan Nalendra dari halaman rumah.


Setelah melihat Juragan Nalendra pergi, Reya segera ke gudang untuk mencari sepeda yang Juragan Nalendra maksud.


Ternyata sepeda itu adalah sepeda gunung, Reya segera mengeluarkan sepeda itu dari gudang dan membawanya ke depan rumah untuk di cuci.


Selesai mencuci sepeda, Reya kembali ke tendanya dan mulai membuka emailnya untuk melihat apakah ada klien baru yang ingin menggunakan jasanya.


Setelah memerikasa email, ternyata tidak ada pesanan baru. Reya kemudian kembali ke rumah Juragan Nalendra untuk bersih - bersih.

__ADS_1


Sejak dia tinggal didepan halaman Juragan Nalendra, pembatu yang bertugas membersihkan rumah sudah tidak di pekerjakan lagi.


Sebab, Reya ngotot ingin membantu Juragan Nalendra untuk membersihkan rumahnya sebagai tanda terima kasih.


__ADS_2