Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Kedatangan Teman


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Anggel datang berkunjung ke rumah Reya. Dia berangkat menggunakan kereta api. Sehingga, Reya harus menjemputnya di stasiun.


"Mau kemana?" tanya Juragan Nalendra saat melihat Reya yang akan masuk ke mobil.


"Mau ke stasiun. Kamu di rumah? Bukannya tadi pergi ke kandang?" jawab Reya.


Juragan Nalendra berjalan menghampiri Reya, "Iya, ada barang yang ketinggalan di rumah. Kenapa pergi ke stasiun?" Juragan Nalendra terus bertanya ke Reya.


"Mau jemput temanku yang mau main ke sini"


Juragan Nalendra sedikit mengerutkan keningnya, pasalnya Reya tidak pernah memberitahunya kalau ada teman yang mau berkunjung.


"Teman siapa? laki - laki atau perempuan?" tanya Juragan Nalendra dengan nada sedikit ketus.


Reya menikkan alisnya saat mendengar perkataan Juragan Nalendra, "Kenapa ketus gitu? Cemburu? Tenang aja kok, temanku itu perempuan. Atau kamu mau ikut aku sekalian jemput dia?" ucap Reya dengan senyum tipis yang tersungging di bibirnya.


"Gak kamu aja, lagian aku gak kenal dia" jawab Juragan Nalendra berusaha mengalihkan pandangan dari Reya karena merasa malu sudah cemburu tanpa sebab.


"Oke kalau gitu, aku pergi dulu"


Juragan Nalendra mengangguk untuk merespon Reya. Reya kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya.


......................


Sudah hampir setengah jam Reya menunggu di stasiun, tapi Anggel tidak kunjung datang juga. Saking lamanya, Reya sampai dua kali beli es teh karena cuaca yang cukup panas.


"Mana sih orangnya, katanya jam sebelas sampai di sini" gerutu Reya sambil menyeruput es teh yang ada di plastik.


Tak berselang lama setelah Reya menggerutu, dia melihat Anggel bersama seorang perempuan dan laki - laki yang sedang membawa dua koper di tangannya.


Saat mereka sudah dekat, Reya dapat melihat bahwa laki - laki itu adalah Ronald dan Ani. Ani merupakan pacar Ronald sekaligus teman satu organisasinya saat kuliah dulu. Reya sedikit bingung, kenapa mereka ikut Anggel ke sini.


"Loh, kalian berdua kok ikut juga? Gak bilang ke aku lagi" ucap Reya saat mereka sampai di depannya.


"Kami mau liburan, katanya rumahmu masih asri. Jadi kami pengen lihat" jawab Ronald.


'Bocah ini, bukannya ngurusin kasus Juragan Broto malah liburan ke sini' batin Reya kesal.


"Aduh say, jangan cemberut gitu dong. Sekali - kali kita main bareng" ucap Ani sambil memeluk lengan Reya dengan mesra.

__ADS_1


Ani memang suka sekali memeluk dan memegang tangan temannya. Bahkan sebelum pacaran dengan Ronald, dia dikira lesbi gara - gara sikapnya itu.


"Ya sudahlah, ayo masukkan koper kalian ke bagasi" ucap Reya dengan pasrah sambil membuang plastik es ke tempat sampah di dekatnya.


Mereka kemudian memasukkan koper dan tas ke bagasi kemudian masuk ke dalam mobil. Saat semua sudah masuk, Reya segera menjalankan mobilnya.


Di sepanjang jalan mereka saling bercerita kegitaan satu sama lain sejak terakhir bertemu, apa lagi Ani sangat bersemangat dalam bercerita.


......................


"Widih, keren juga rumahmu Rey" ucap Ronald saat keluar dari mobil.


"Rey, yang mana rumahnya Juragan itu?" tanya Anggel.


"Itu di sana" tunjuk Reya ke arah rumah Juragan Nalendra.


"Rumah siapa yang kamu tunjuk Rey?" tanya Ani.


"Rumah tunangannya Reya" jawab Anggel dengan semangat.


"Loh, kapan tunangannya. Kok Reya gak bilang - bilang sih, dasar tega banget" kesal Ani.


"Udah ayo masuk dulu" ajak Reya.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, Ronald sangat bersemangat melihat desain rumah Reya. Dia bahkan sampai mengelus ukiran yang ada di pintu.


"Wih Rey, gila banget desain rumahmu. Kasih tau aku lah, siapa kontraktornya. Mau aku sewa jasanya buat bangun rumahku sama sayangku Ani" ucap Ronald sambil mengedipkan matanya ke Ani.


Ani langsung tersenyum sumringah mendengar perkataan Ronald, "Ah, Ayang bisa aja gombalnya" ucap Ani sambil menepul pelan lengan ronald.


Anggel memutar matanya melihat kelakuan dua sejoli ini dan Reya hanya menghela nafas saja. Memang Ronald dan Ani terkenal sebagai couple goal.


"Udah ah kalian jangan mesra - mesraan, gak kasian apa sama aku yang jomblo ini?" ucap Anggel dengan kesal.


Reya kemudian mengantar mereka ke kamar masing - masih, karena Ronald yang laki - laki sendiri terpaksa tidur di ruang santai. Sebab, kamar di rumah Reya hanya ada tiga.


Awalnya Reya mengusulkan Anggel untuk tidur dengan Ani, tapi mereka berdua menolak. Mereka mau tidur sendiri - sendiri, jadi Ronald lah yang di korbankan.


Koper Ronlad di taruh di pojok ruang santai. Saat ini mereka sedang mengobrol ria di ruang santai sambil menonton film.

__ADS_1


Saat sedang asik mengobrol, tiba - tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Ternyata itu adalah Juragan Nalendra. Saat masuk ke dalam ruangan, mata Juragan Nalendra melihat ke arah Ronald dengan tatapan tidak suka.


"Sayang, kamu baru pulang? Aku sudah masak, mau makan dulu?" Reya berdiri menghampiri Juragan Nalendra yang sedang berdiri di depan pintu.


"Kenapa ada laki - laki di sini?" tanya Juragan Nalendra dengan dingin.


Reya faham kalau Juragan Nalendra tidak suka dengan keberadaan Ronald, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah terlanjur datang ke sini, mana mungkin Reya usir.


"Itu temanku juga, aku tidak tau kalau dia juga ikut datang" jawab Reya.


"Dimana dia akan tinggal nanti?" lanjut Juragan Nalendra bertanya.


"Ya disini. Dimana lagi?" jawab Reya dengan polosnya.


Ekspresi Juragan Nalendra menjadi lebih jelek lagi saat mendengar jawaban Reya. Dia mengalihkan pandangannya ke Ronald yang sedang duduk di bawah.


"Kamu ikut aku, kamu tidak boleh tinggal di sini" tunjuk Juragan Nalendra ke arah Ronald.


Ronald yang di tunjuk Juragan Nalendra menjadi agak takut, sebab Juragan Nalendra terlihat sangat marah.


"Kenapa aku harus ikut kamu" ujar Ronald dengan semua keberaniannya, padahal saat ini tangannya sedang gemetar.


"Kamu tinggal di rumahku, cepat ikut atau aku buang kamu ke jalanan" ucap Juragan Nalendra dengan tegas.


Ronald menjadi lebih ciut dan hanya mengangguk saja mengiyakan perkataan Juragan Nalendra. Ronald kemudian mengambil kopernya dan berjalan menuju Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra langsung pergi dari sana dan di ikuti Ronald yang berjalan di belakangnya sambil menjaga jarak dari Juragan Nalendra.


Anggel dan Ani cukup syok melihat perilaku Juragan Nalendra, "Rey, itu tunanganmu?" tanya Ani.


"Gila Rey, galak bener. Yakin kamu bisa bertahan sama dia?" timpal Anggel.


Reya hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan temannya itu, "Tenang saja, dia hanya cemburu. Tadi aku bilangnya cuma teman perempuan yang akan datang, eh malah Ronald ikut juga" jawab Reya dengan santai.


"Tapi agak horor Rey" sahut Anggel.


"Jangan salah kalian, dia itu sayang banget sama aku. Dia juga ganteng plus sexy" ucap Reya dengan percaya diri.


Anggel dan Ani hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Reya. Ternyata Reya masih suka melihat cowok sexy dan ganteng.

__ADS_1


Mereka kemudian lanjut mengobrol sambil menunggu Juragan Nalendra dan Ronald untuk makan siang bersama.


__ADS_2