Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Hasil Penyelidikan


__ADS_3

"Selamat pagi Juragan" sapa Reya yang sedang memasak di dapur.


"Pagi" jawab Juragan Nalendra yang berjalan ke kulkas untuk mengambil minum.


Reya melirik Juragan Nalendra yang sedang meminun air, "Sebentar lagi masakannya selesai" ucap Reya yang sedang menggoreng tempe.


"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Juragan Nalendra seraya berjalan mendekati Reya.


"Tidak ada, Juragan duduk saja di ruang makan" ujar Reya tersenyum ke arah Juragan Nalendra sambil menunjuk ke arah ruang makan.


"Baiklah, aku ke sana dulu" Juragan Nalendra berjalan menuju ruang makaan dengan air yang ada di tangannya.


Sekitar lima menit kemudian, Reya menyelesaikan semua masakannya. Dia kemudian membawa semuanya ke meja makan. Setelah semua hidangan tersaji di meja makan, mereka mulai menyantapnya.


"Setelah ini, kamu mau ke mana?" tanya Juragan Nalendra.


"Aku mau memeriksa rumahku, sekalian mau mencari brangkasku. Semoga saja semua dokumen penting yang ada di dalamnya masih aman" jawab Reya yang sedang menuangkan air ke dalam gelasnya.


"Nanti aku temani kamu" ucap Juragan Nalendra sambil melihat ke arah Reya.


"Tidak perlu Juragan, nanti Juragan repot. Lagian kemarin Juragan seharian belum memeriksa kandang dan sawah Juragan, kalau hari ini menemani aku lagi nanti enggak terurus lagi kandang dan sawahnya" tolak Reya dengan halus karena merasa tidak enak selalu merepotkannya.


"Tidak masalah, lagian pegawaiku pasti akan mengurusnya" ucap Juragan Nalendra yang kekeh mau menemani Reya.


"Kalau Juragan tidak keberatan, aku merasa terbantu jika Juragan mau menemaniku" ujar Reya dengan senyum manisnya.


Saat mereka sedang sarapan, tiba - tiba terdengar ketukan pintu dari depan rumah. Reya segera bangkit untuk melihat siapa yang datang.


"Biar aku saja Juragan yang melihat siapa yang datang" ucap Reya sambil berdiri dari kursinya.


Juragan Nalendra hanya mengangguk untuk merespon perkataan Reya. Reya kemudian berjalan menuju pintu depan. Saat dia membuka pintu, dia melihat ada dua orang polisi.


"Iya, mencari siapa ya Pak?" tanya Reya dengan ramah.


"Kami dari polsek, ingin memberikan hasil penyelidikan tentang kebakaran yang terjadi di rumah Mbak Reya" jelas salah satu polisi yang agak berisi.


Reya yang mendengar perkataan polisi itu agak aneh, bagaimana mungkin belum ada satu hari tapi polisi sudah memberikan hasil penyelidikannya.


"Oh iya, saya Reya. Kalau bagaimana hasil penyelidikannya?" tanya Reya dengan ramah berusaha menutupi keheranannya.

__ADS_1


"Semua hasilnya ada di dalam surat ini, silahkan dibaca sendiri. Kalau begitu kami pamit dulu" ucap polisi yang lain sambil menyerahkan sebuah surat dalam amplop coklat kepada Reya.


Kedua polisi itu segera pergi setelah memberikan surat ke Reya. Reya membawa surat itu masuk ke dalam rumah, dia berjalan menuju ruang makan.


"Siapa yang datang?" tanya Juragan Nalendra.


"Polisi yang datang, mereka memberikan hasil penyelidikan tentang kebakaran rumahku" jawab Reya yang sedang berusha membuka amplop hasil penyelidikan.


Setelah membuka amplop itu, Reya segera membaca hasil penyelidikan itu. Di surat itu, tertulis bahwa kebakaran terjadi karena terjadi kebocoran gas.


"Bagaimana bisa seperti ini hasilnya?" ucap Reya dengan marah, sesaat kemudian Reya sadar dia telah bersikap terlalu kasar. Dia segera mengubah nada bicaranya.


"Kenapa hasil penyidikannya seperti ini?" ulang Reya dengan sedih sambil menatap ke arah Juragan Nalendra.


"Kenapa dengan hasilnya?" tanya Jiragan Nalendra.


"Disini tertulis bahwa penyebab kebakaran karena kebocoran gas. Sedangkan aku menggunakan kompor listrik, bukan kompor gas" ucap Reya dengan sedikit kebingungan.


"Sepertinya polisi tidak menangani kasus ini dengan serius" ujar Juragan Nalendra sambil mengerutkan keingnya.


'Padahal, aku sudah mengawasi proses penyelidikan kemarin. Aku fikir tidak akan ada masalah, tapi hasilnya malah seperti ini. Sepertinya ini ulah Ratih yang meminta bantuan Bapaknya' batin Juragan Nalendra dengan geram.


"Terima kasih Juragan, sudah mau membantuku" ucap Reya dengan tulus.


'Sialan, sepertinya ini memang ulah Ratih. Awas saja kau, akan aku balas' batin Reya dengan kesal.


Mereka kemudian melanjutkan sarapan. Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke rumah Reya untuk melihat kondisi rumahnya dan mencari brangkas milik Reya.


Reya mencari di kamarnya dan menemukan brangkasnya yang ada di tumpukan kayu, sepertinya kayu itu bekas lemari pakainnya.


Reya segera mengeluarkan brangkas itu dan membukanya. Untungnya, isi dari brangkas itu masih utuh tidak ada yang terbakar.


'Tidak sia - sia aku membeli brangkas yang mahal' batin Reya.


"Bagaimana? Apa isinya baik - baik saja?" tanya Juragan Nalendra yang sedang berdiri di belakangnya.


"Syukurlah semua masih aman Juragan, tidak ada yang rusak" jawab Reya dengan senyum lega di wajahnya.


Mereka kembali menyusuri puing - puing rumah Reya berharap ada barang yang masih bisa di selamatkan, sayangnya semua sudah rusak termakan oleh api.

__ADS_1


"Sepertinya sudah tidak ada yang bisa di selamatkan Juragan" ucap Reya dengan sedih.


"Jangan sedih, setidaknya dokumen penting masih terselamatkan" ujar Juragan Nalendra unuk menenangkannya.


"Ayo kita kembali ke rumahku" lanjut Juragan Nalendra.


Mereka berjalan kembali ke rumah Juragan Nalendra, mereka kemudian duduk bersama di ruang santai. Reya mengeluarkan semua dokumen yang ada di brangkas untuk memastikan kembali apa ada yang rusak.


"Oke, semua masih aman" ucap Reya lega.


"Oh ya Juragan, kamu tau dimana tempat untuk membeli tenda?" tanya Reya.


"Tenda? Untuk apa kamu membeli tenda?" tanya Juragan Nalendra dengan bingung.


"Untuk tempat tinggal sementaraku, selagi proses membangun kembali rumahku" jawab Reya.


"Kenapa harus di tenda? Bukannya kamu bisa tinggal di rumahku untuk sementara?" ucap Juragan Nalendra sambil menyengitkan dahinya.


"Tidak baik kalau aku tinggal dengan Juragan Nalendra, lebih baik aku bangun tenda saja. Lagian nanti malah jadi omongan warga kalau aku tinggal lama di rumah Juragan, bisa di gosipkan kumpul kebo nanti" ucap Reya dengan serius.


"Oh ya, boleh tidak aku bangun tendanya di halaman Juragan?" lanjut Reya bertanya.


"Terserah kamu saja" ujar Juragan Nalendra dengan sedikit kesal.


"Juragan tau gak tempatnya buat beli tenda?" tanya Reya lagi.


"Aku tau, nanti kita ke sana. Sekarang tokonya belum buka" ujar Juragan Nalendra dengan datar.


Sebenarnya Juragan Nalendra kurang setuju untuk Reya tinggal di tenda. Tapi karena itu keinginan Reya, dia hanya bisa mengikutinya.


"Nanti bantu aku bangun tendanya juga ya Juragan?" pinta Reya dengan senyum meminta persetujuan Juragan Nalendra.


"Iya" jawab Juragan Nalendra dengan lembut karena melihat senyum memohin Reya.


Dari pada menganggur, Reya berinisiatif menyirami tanaman di halaman rumah.


"Aku mau menyiram tanaman di depan, boleh kan Juragan?" ucap Reya.


"Boleh" jawab Juragan Nalendra.

__ADS_1


Reya kemudian berjalan keluar diikuti Juragan Nalendra. Juragan Nalendra duduk di teras melihat Reya yang sedang menyiram tanamanya dengan bahagia.


__ADS_2