Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Mendirikan Tenda


__ADS_3

Sekitar pukul 10.20 WIB, Reya dan Juragan Nalendra pergi ke toko peralatan berkemah dengan mobil Reya. Sesampainya mereka di toko, mereka langsung mencari tenda yang sesuai sengan selera Reya.


Reya ingin membeli tenda yang agak besar agar muat untuk kasur yang akan Reya pakai. Dari beberapa jenis tenda yang di tawarkan oleh pelayan toko, Reya memilih tenda jenis tunnel.


Dia memilih tenda jenis itu karena bentuknya yang cantik dan memiliki ruang yang luas. Reya membeli yang berwarna kuning agar saat siang hari tidak akan terlalu panas di dalam tenda.


"Aku pilih yang warna kuning saja" ucap Reya sambil menunjuk ke salah satu tenda yang di pajang.


"Oke, pilih lampunya juga. Sekalian kursi dan meja lipatnya" sahut Juragan Nalendra.


Mereka kemudian pergi ke area peratan elektronik, "Menurut Juragan, lampu mana yang lebih bagus?" tanya Reya sambil mengangkat dua lampu di kedua tangannya.


"Yang kiri lebih terang" jawab Juragan Nalendra sambil menunjuk ke lampu yang ada di tangan kiri Reya.


"Oke, yang kiri" ucap Reya kemudian dia meletakkan kembali lampu yang ada di tangan kanannya.


Mereka kemudian mencari kursi dan meja lipat, Reya bingung mau membeli kursi lipat yang kecil atau kursi lipat besar yang bisa untuk tiduran.


"Juragan, bagusnya aku beli yang kecil apa yang besar?" tanya Reya meminta pendapat Juragan Nalendra.


"Sesuaikan dengan kebutuhan kamu saja" jawab Juragan Nalendra.


Reya tambah bingung dengan jawaban Juragan Nalendra. Dia ingin kursi yang kecil yang praktis tapi juga ingin kursi yang besar agar bisa untuk bersantai.


"Dua - duanya saja lah" ucap Reya yang kebingungan memilih.


"Dasar wanita" gumam Juragan Nalendra sambil tersenyum tipis melihat Reya yang kebingungan.


Setelah memilih semua barang yang dibutuhkan, Reya segera membayar semuanya. Mereka kemudian pergi ke toko furnitur untuk membeli kasur.


Sebenarnya di toko peralatan berkemah juga ada kasur lipat, tapi Reya tidak suka dengan kasurnya. Dia ingin kasur yang lembut dan nyaman, akhirnya dia memilih pergi ke toko furnitur.


"Mas, ada kasur ukuran 120 × 200?" tanya Reya ke penjaga toko.


"Ada Mbak, mari ikut saya" jawab penjaga toko itu dengan ramah.


Mereka kemudian diarahkan oleh penjaga toko ke bagian kasur, Reya segera memilih kasur yang cocok dengannya. Dia memutuskan memilih kasur spring bed berwarna putih dan seprei berwarna hitam.


"Mas, ada karpet bulu?" tanya Reya.

__ADS_1


"Ada Mbak, mari sebelah sini" pelayan itu mengarahkan Reya dan Juragan Nalendra ke bagian karpet.


Reya mulai memilih karpat bulu yang ada di depannya, "Yang ini mas, yang warna abu - abu" tunjuk Reya ke salah satu karpet yang di pajang.


Pelayan itu segera mengeluarkan karpet yang di pilih oleh Reya, "Ini Mbak?" tanya pelayan itu setelah berhasil menarik karper yang Reya tunjuk.


"Iya Mas" jawab Reya.


"Ada yang lain lagi Mbak?" tanya Pelayan itu.


"Tidak ada"


"Baik, mari ke kita ke kasir Mbak" ajak Pelayan itu.


Mereka kemudian berjalan menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran, "Mbak tolong isi alamat tujuan pengirimannya di sini" ucap Pelayan itu sambil menyodorkan sebuah buku.


Reya kemudian mengisi alamat itu dengan alamat rumah Juragan Nalendra, "Juragan, ini aku dengan alamat rumah Juragan ya?" tanya Reya.


"Terserah kamu saja" jawab Juragan Nalendra.


Setelah mendapat persetujuan dari Juragan Nalendra, Reya segera mengisi alamat itu. Selesai mengisi semua formalitas, mereka segera kembali pulang.


Sesampainya mereka di rumah Juragan Nalendra, mereka segera menurunkan tenda yang ada di dalam mobil.


"Bagaimana kalau di bawah pohon mangga itu?" tunjuk Reya ke salah satu pohon yang ada di halaman Juragan Nalendra.


"Oke, aku ke dalam dulu mengambil palu" ucap Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra kemudian pergi ke dalam rumah untuk mengambil palu. Setelah mendapatkan barang yang dia cari, Juragan Nalendra segera keluar untuk menghampiri Reya.


Juragan Nalendra kemudian mengangkat tenda itu ke bawah pohon mangga, "Juragan bisa membangun tenda?" tanya Reya.


"Tidak" jawab Juragan Nalendra dengan santai.


"Hah?" ucap Reya yang kaget dengan jawaban Juragan Nalendra.


"Tapi aku juga tidak bisa membangun tenda, aku pikir Juragan bisa" lanjut Reya dengan tatapan tidak percaya ke Juragan Nalendra.


"Tenang saja, kita bisa membaca buku panduannya. Kalau masih tidak bisa, kita dapat menonton video tutorialnya di youtube" ucap Juragan Nalendra dengan tenang.

__ADS_1


Reya hanya menganguk mendengar lerkataan Juragan Nalendra. Juragan Nalendra kemudian membuka buku panduan untuk mendirikan tenda yang ada di dalam tas tenda itu.


Setelah membaca sekitar lima menit, Juragan Nalendra mulai mengarahkan Reya untuk membantunya mendirikan tenda itu.


"Ini di pegang seperti ini Juragan?" tanya Reya yang memegang salah satu sisi tenda.


"Iya, yakin saja sama aku. Aku bisa melakukannya" jawab Juragan Nalendra dengan yakin.


Juragan Nalendra mulai sibuk mengarahkan Reya sambil menarik beberapa sisi tenda. Setelah memposisikan titik - titik yang ada di tenda, Juragan Nalendra mulai memaku semua sisi tenda itu.


"Wah, berhasil berdiri" seru Reya dengan kagum.


"Juragan hebat, padahal baru pertama kali mendirikan tenda" lanjut Reya memuji Juragan Nalendra.


Juragan Nalendra yang dipuji tersenyun dengan bangga ke arah Reya, "Biasa saja" ucap Juragan Nalendra.


Mereka kemudian duduk sebentar di teras rumah. Tidak lama mereka duduk, ada sebuah mobil pick up yang masuk ke halaman Juragan Nalendra.


"Kasurnya sudah sampai" ucap Reya saat melihat mobil pick up itu.


Mereka berdua segera beranjak dari tempat duduk mereka dan menghampiri pick up itu.


"Mbak, kasurnya masu di taruh di mana?" tanya sopir pick up itu.


"Taruh di dekat tenda itu saja" jawab reya sambil menunjuk ke arah tenda yang dia dirikan dengan Juragan Nalendra tadi.


Dua orang yang ada di belakang pick up segera mengangkat kasur ke dekat tenda, "Terima kasih mas" ucap Reya sambil tersenyum ke arah kedua pegawai itu.


"Sama - sama Mbak, kalau begitu kami pamit dulu" jawab salah satu pegawai.


Setelah pegawai toko furnitur itu pergi, Reya dan Juragan Nalendra segera mengangkat kasur untuk di masukkan ke dalam tenda.


Reya kemudian membuka plastik pembukus kasur dan mulai melapisinya dengan sprei yang sudah dia beli tadi. Dia juga meletakkan karpet di samping tempat tidur.


Reya mulai menata bagian dalam tenda, dia memasang meja dan lampu di samping atas tempat tidur. Dia juga memasang dua kursi yang di belinya tadi di bagian depan tenda.


"Sudah selesai semua Juragan" ucap Reya dengan puas.


"Bagus, ayo kita masuk ke rumah. Sudah saatnya makan siang" ujar Juragan Nalendra sambil melihat ke arah jam tangannya.

__ADS_1


"Oke"


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah untuk makan siang bersama.


__ADS_2