Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Pasar Malam


__ADS_3

Reya duduk santai di bawah pohon mangga dengan kipas elektrik mini di tangan kirinya yang menyala.


Reya mengambil telefon yang ada di sakunya, kemudian dia menelfon seseorang.


"Halo" ucap Reya saat telefon berhasil tersambung.


"Yo Rey, ada apa nih telfon. Udah lama kamu gak ngehubungin aku" sahut seseorang yang ada di sebrang sambungan telefon.


"Aku kangen nih sama kamu Ron" jawab Reya dengan senyum bercanda.


"Hidih, jijik aku denger rayuanmu. Pasti kamu ada maunya ini, ngaku aja lah" ucap Ronald yang bergidik mendengar perkataan Reya.


"Kamu masih sama saja seperti dulu, gak bisa di bohongin" kata Reya sambil tertawa kecil.


"Iya aku ngaku, aku butuh bantuanmu. Kamu masih kerja di kejaksaankan?" lanjut Reya yang nada suaranya tiba - tiba menjadi agak serius.


"Iya masih, memang ada apa?" ucap Ronald yang ikut serius saat mendengar Reya berubah serius.


"Aku mau minta tolong ke kamu untuk menyelidiki seseorang, aku menduga dia membatu proses pencucian uang" ucap Reya dengan pelan karena takut ada orang yang mendengar perkataannya.


"Siapa? Dan kenapa kamu tiba - tiba ingin menyelidikinya? Biasanya kamu masa bodoh dengan urusan seperti ini" sahut Ronald.


"Aku hanya tau nama panggilannya dan tempat tinggalnya, namanya Juragan Broto" jawab Reya.


"Dan kenapa aku mau mengurusinya, itu karena dia duluan yang menggangguku. Anaknya membakar rumahku dan dia melindungi anaknya" lanjut Reya dengan kesal.


"Kebakaran? Kamu gak terluka kan?" teriak yang Ronald kaget mendengar perkataan Reya.


"Tenang saja, aku baik - baik saja" jawab Reya menenangkan Ronald.


"Syukurlah. Tentang orang yang mau kamu selidiki aku akan mengurusnya, kamu tenang saja" ucap Ronald.


"Oke, nanti alamat lengkap dari Juragan Broto akan aku kirim ke kamu" sahut Reya.


"Kalau begitu aku tutup telfonnya, aku tunggu kabar baik darimu. Dah" lanjut Reya.


"Eh tung ... " sebelum Ronald menyelesaikan perkataannya, Reya sudah terlanjut menutup telefonnya.


"Dasar kejam, nyari aku pas ada maunya saja. Gak nanya - nanya kabarku gitu" gumam Ronald dengan kesal sambil menatap HPnya.


Setelah menutup telfonnya, Reya memejamkan matanya menikmati angin dari kipas elektrik mininya. Cuaca hari ini cukup panas hingga membuat Reya harus mencari kesejukan di bawah pohon.


Reya meminta bantuan Ronald untuk menyelidiki Juragan Broto karena dia curiga tentang sumber keungannya.

__ADS_1


Beberapa hari setelah kebakaran, Reya mencari informasi tentang Juragan Broto dari Lek Yayuk. Berdasarkan cerita Lek Yayuk, Juragan Broto awalnya hanya keluarga biasa yang tidak mempunyai kekayaan yang melimpah.


Suatu hari, Juragan Broto tiba - tiba saja menjadi kaya dalam waktu singkat. Katanya dia mendapat warisan dari mertuanya, tapi Reya tidak yakin akan hal itu.


Reya berfikir itu adalah sindikat pencucian uang karena kata Lek Yayuk setiap bulan selalu ada sebuah mobil mewah yang terparkir di depan rumah Juragan Broto.


Reya fikir, itu pasti orang yang memberikan suntikan dana ke Juragan Broto atau mungkin dia hanya kaki tangan yang disuruh untuk menghantarkan uang ke Juragan Broto.


Jika dugaannya benar, maka wajar saja Juragan Broto menjadi cepat kaya dan bisa menjadi rentenir. Semoga saja dugaannya itu benar, sehingga dia bisa memberi pelajaran kepada Ratih.


Juragan Nalendra yang baru keluar dari rumah, melihat Reya sedang bersantai di bawah pohon. Dia kemudian berjalan mendekati Reya.


"Reya" ucap Juragan Nalendra saat sudah berdiri si samping Reya.


Reya membuka matanya dan melihat ke arah Juragan Nalendra, "Iya Juragan, ada apa?" jawab Reya.


Juragan Nalendra kemudian berjangkok di samping Reya, "Kamu nanti malam sibuk tidak?" tanya Juragan Nalendra.


"Tidak, memang ada apa Juragan?" jawab Reya.


"Nanti malam ada pasar malam di lapangan desa, kamu mau ke sana tidak?" ucap Juragan Nalendra.


"Pasar malam? Wah mau Juragan, aku sudah lama tidak ke pasar malam" sahut Reya dengan gembira.


Reya menganggukkan kepalanya dengan cepat sambil tersenyum dan menatap Juragan Nalendra.


......................


"Wah, meriah sekali pasar malamnya" kagum Reya saat melihat ke area lapangan desa.


"Ayo masuk, jangan berdiri di sini terus" ucap Juragan Nalendra sambil menggandeng tangan Reya untuk masuk ke dalam pasar malam.


Reya tersenyum bahagia melihat tangannya yang di gandeng Juragan Nalendra.


Mereka berdua berjalan menuju area permainan tembak balon, banyak boneka berjajar di rak sebagai hadian untuk pemenang permainan itu.


"Juragan, ayo kita main ini dulu" Reya menyeret Juragan Nalendra untuk mebeli tiket permain.


"Iya" ucap Juragan Nalendra yang pasrah di seret Reya.


"Mas, dua tiket ya!" ucap Reya ke penjaga permainan itu.


"Oke, Mbak. Dua tiket harganya empat puluh ribu" jawab penjaga itu.

__ADS_1


Juragan Nalendra kemudian memberikan uang kepada penjaga itu, Reya tersenyum ke arah Juragan Nalendra yang sedang membayar tiket.


"Silangkan pilih pistol yang di inginkan di sana. Untuk memenangkan hadiahnya, harus menembak semua balon yang ada di kotak permainan" ucap penjaga itu yang mejelaskan syarat permainannya.


Reya hanya mengangguk dan menarik Juragan Nalendra untuk memilih posisi yang bagus.


"Disini saja Juragan, aku dulu ya yang main. Kita lihat siapa yang bisa memenangkan hadiahnya"


Juragan Nalendra hanya mengikuti permintaan Reya saja. Reya kemudian mengambil pistol yang ada di meja dan mulai mengarahkan postol itu ke target.


Tembaka pertama, Reya berhasil mengenai satu balon yang ada di pojo kanan atas. Reya tersenyum bangga karena berhasil menembak teapat sasaran.


"Jangan senang dulu, masih ada empat balon yang harus kamu pecahkan" ucap Juragan Nalendra memutuskan kebahagiaan Reya.


"Aku tau, lihat saja. Aku pasti bisa menembak semua" ujar Reya dengan kesal karena perkataan Juragan Nalendra yang tidak memberinya semangat.


Reya mulai memfokuskan pandangannya kembali ke arah target, dia mulai menembakkan peluru ke arah balon - balon itu. Sayangnya dari lima balon, hanya dua saja yang terkena peluru.


"Mangkanya, jangan senang dulu. Lihatkan malah gagal" ucap Juragan Nalendra dengan sedikit ejekan dalam perkataannya.


"Juragan menyebalkan, coba saja sendiri. Pasti Juragan juga akan gagal" Reya langsung cemberut mendengar perkataan Juragan Nalendra tadi.


Reya membalikkan badan, tidak mau melihat Juragan Nalendra yang mulai menembak sasaran.


"Ini untukmu, jangan marah lagi" bujuk Juragan Nalendra sambil menyerahkan sebuah boneka beruang berwarna pink kepada Reya.


Reya mengambil boneka itu dan tersenyum ke Juragan Nalendra, "Terima kasih Juragan, aku gak marah lagi kok" ucap Reya yang tersenyum bahagia.


"Ayo kita keliling lagi" ajak Juragan Nalendra.


"Oke"


Mereka kemudian berkeliling di dalam pasar malam, mereka membeli banyak makanan dan pernak pernik yang ada di jual disana.


Reya terlihat sangat bahagia dan menikmati pasar malam itu. Juragan Nalendra juga senang saat melihat Reya yang bahagia.


Saat ini mereka sedang menaiki bianglala, Reya menatap ke bawah. Dia bisa melihat seluruh pasar malam dari dalam bianglala.


"Reya, aku mencintaimu. Mau kah kamu menikah denganku?" ucap Juragan Nalendra tiba - tiba sambil mengeluarkan cincin saat kotak bianglala mereka berada di puncaknya.


Reya menutup mulutnya dan matanya berkaca - kaca menatap Juragan Nalendra. Dia langsung mengangguk dengan semangat, dia sangat terharu dengan tindakan Juragan Nalendra.


Melihat Reya yang menganggukkan kepalanya, Juragan Nalendra segera mengambil tangan Reya dan memasang cincin ke jari tengahnya.

__ADS_1


Reya langsung memeluk Juragan Nalendra setelah memasang cincin, "Terima kasih telah menerimaku" bisik Juragan Nalendra.


__ADS_2