
Kegagalan Reya kemarin, tidak membuatnya patah semangat. Dia masih ingin mencoba trik menarik perhatian, tapi dengan persiapan yang lebih matang.
Reya mempunyai ide meminta Juragan Nalendra untuk membantunya memperbaiki keran kamar mandi yang ada di kamarnya. Dia membayangkan mereka berdua akan basah - basahan seperti adegan di drama korea yang sering dia tonton.
Saat ini Reya sedang memukul kran kamar mandi supaya bocor, dia menggunakan sedikit kekuatannya saat memukul agar bocornya tidak terlalu besar.
"Demi cinta, aku rela bersusah - susah dahulu" gumam Reya terus memukul kran. Saat sudah agak terlihat kebocorannya, dia segera berhenti memukul.
Reya kemudian mengganti bajunya yang basah. Tidak seperti kemarin, hari ini Reya memakai baju dengan dalaman putih, outer pink dan dipadukan dengan rok selutut yang senada dengan outernya.
Saat Reya keluar rumah, langit sudah menunjukkan warna kekuningan. Reya yakin saat ini pasti Juragan Nalendra sudah ada di rumah, dia bergegas ke rumah Juragan Nalendra.
"Permisi Juragan" teriak Reya sambil mengetuk pintu. Tak lama pintu itu terbuka, Reya langsung melihat Juragan Nalendra yang berdiri di depannya.
"Ada apa lagi?" tanya Juragan Nalendra dengan datar.
"Apa boleh minta bantuan Juragan lagi?" tanya Reya dengan hati - hati.
"Minta tolong apa?" jawab Juragan Nalendra.
"Kran kamar mandiku rusak, tadi sudah aku coba perbaiki tapi malah tambah parah. Apa Juragan bisa membantu untuk memperbaikinya?" jelas Reya dengan senyum malu.
'Ayo maulah, jangan nolak!' batin Reya dengan berapi - api, tidak seperti ekspresi yang dia tunjukan.
"Ayo" ujar Juragan Nalendra, dia tidak ingin terus mendengar rengekan dari mulut Reya. Oleh karena itu, dia langsung setuju untuk membantunya.
Reya dengan senang hati mengajak Juragan Nalendra ke rumahnya, mereka langsung menuju kamar mandi saat sudah memasuki rumah.
Saat Juragan Nalendra membuka pintu kamar mandi, dia langsung di sambut semprotan air dari kran yang rusak. Dia langsung menutup pintu dan mengelap air yang ada di wajahnya.
Reya agak kaget, kenapa rusaknya bisa tambah parah. Seingatnya dia hanya membuat kebocoran kecil, tidak sampai membuat air menyembur.
Reya menatap ke arah Juragan Nalendra dan melihat kaos hitam yang di bakainya sudah basah kuyup. Kaos itu mempel erat di tubuh Juragan Nalendra dan memperlihatkan betuk tubuhnya yang indah.
__ADS_1
Reya terpesona dengan pemandangan indah di depannya. Otot dadanya yang kencang, dan otot perutnya yang terpampang jelas di matanya serta ada garis V yang sedikit terlihat dibagian bawahnya yang membuat wajah reya semakin memerah.
"Kenapa kamu tidak mematikan kran airnya?" tanya Juragan Nalendra dengan kesal.
Reya segera tersadar dari lamunannya saat mendengar omelan Juragan Nalendra, "Tadi tidak separah itu rusaknya, cuma keluar sedikit airnya. Aku tau akan jadi seperti itu" jawab Reya dengan pelan.
Juragan Nalendra menghela nafas kesal mendengar jawaban Reya, "Dimana meteran airnya?" tanya Juragan Nalendra.
"Ada di samping rumah" jawab Reya. Juragan Nalendra kemudian keluar kamar untuk mematikan debit air.
Saat Juragan Nalendra keluar, Reya langsung loncat - loncat dengan gembira. Dia kemudian duduk di tepi kasurnya dan mengingat kejadian tadi.
"Astagah mesum sekali aku, membayangkan tubuh laki - laki" ucap Reya sambil menutup wajahnya yang memerah.
"Tapi, tubuh Juragan Nalendra benar - benar sexy dan hot. Membuatku jadi ingin segera memilikinya" lanjut Reya dengan keinginan yang kuat.
Tak lama, Juragan Nalendra masuk ke dalam kamar. Dia kemudian berjalan menuju kamar mandi dan memeriksa kran yang rusak.
"Kamu sudah menyiapkan kran yang baru?" tanya Juragan Nalendra saat sudah selesai memeriksa.
"Aku belikan dulu krannya" ujar Juragan Nalendra, dia kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar mandi.
"Tunggu dulu, aku ikut" Reya berlari mengejar Juragan Nalendra.
"Tidak perlu, kamu berikan saja uangnya" tolak Juragan Nalendra dengan dingin.
"Tapi, aku ingin ikut. Sekalian biar aku tau letaknya. Biar nanti kalau ada yang rusak lagi aku tidak perlu merepotkan Juragan untuk membelikannya" ucap Reya dengan memasang wajah sedih.
"Merepotkan saja, ayo ikut. Jangan memasang wajah sedih seperti itu" ujar Juragan Nalendra dengan kesal.
Reya langsung tersenyum saat Juragan Nalendra mau mengajaknya, mereka segera berjalan ke rumah Juragan Nalendra untuk mengganti bajunya yang basah dan mengambil motor.
Reya duduk di belakang dan memegang baju Juragan Nalendra dengan erat. Dia merasa sangat bahagia karena dia sudah sedikit lebih dekat dengan Juragan Nalendra.
__ADS_1
Sepanjang jalan senyum di wajah Reya tidak pernah luntur. Sesampainya di toko bangunan, Juragan Nalendra langsung memilih kran yang akan di gunakan.
Selesai membeli kran, mereka berjalan kembali ke rumah. Di tengah perjalanan, Reya melihat penjual es tebu. Dia ingin sekali meminum es tebu, dia kemudian meminta Juragan Nalendra untuk berhenti.
"Juragan, berhenti di depan. Aku mau beli es tebu itu" tunjuk Reya ke arah penjual es tebu. Juragan Nalendra menghela nafas kesal, dia menghentikan motornya di samping penjual es tebu.
"Mas, beli esnya dua" ucap Reya sambil mengangkat dua jarinya ke arah penjual itu.
"Siap Mbak, tunggu sebentar" ucap penjual es dengan sopan. Saat sedang membuat pesanan, sesekali dia melihat ke arah Juragan Nalendra.
"Ini Mbak pesenannya, totalnya sepuluh ribu" kata penjual itu sambil menyerahkan pesanan Reya. Reya segera membayar pesanannya dan naik ke motor Juragan Nalendra.
Penjual itu melihat mereka pergi dengan tatapan aneh, "kapan Juragan Nalendra punya pacar? Wah berita besar ini, harus tak sampek ne nang Mbak Ratih" ujar penjual itu.
Sesampainya di rumah Reya, Juragan Nalendra langsung menuju kamar mandi untuk memperbaiki kran yang rusak. Sedangkan Reya, dia pergi ke dapur untuk menuangkan es tebu yang dia beli ke dalam gelas.
Reya membawa es tebu dan bolu yang dia buat tadi pagi ke ruang santai sambil menunggu Juragan Nalendra memperbaiki kran. Reya tersenyum bahagia, rasanya mereka seperti pasangan suami istri yang habis pulang berbelanja.
Suaminya memperbaiki peralatan rumah yang rusak dan istrinya menunggu sang suami untuk minum es bersama. Membayang hal itu, membuat senyum Reya sampai ke telinganya.
"Tolong buka meteran airnya" teriak Juragan Nalendra dari dalam kamar mandi.
"Iya, tunggu sebentar" sahut Reya. Reya kemudian keluar dan membuka meteran airnya. Saat kembali ke dalam, dia melihat Juragan Nalendra yang keluar dari kamar.
"Krannya sudah di perbaiki" ucap Juragan Nalendra.
"Wah, terima kasih Juragan. Ayo minum es tebu dulu" ajak Reya. Juragan Nalendra tidak menolak ajakan Reya seperti kemarin, dia kemudian bejalan mengikuti Reya ke ruang santai.
Mereka duduk diam menikmati es tebu dan roti bolu sambil menonton TV. Saat es yang ada di gelas sudah habis, Juragan Nalendra pamit pulang.
"Aku pulang dulu, sudah mau magrib" ujar Juragan Nalendra.
"Sekali lagi terima kasih Juragan, ini bolunya mau di bungkus sekalian?" tanya Reya sambil menunjuk ke arah bolu yang ada di piring.
__ADS_1
"Tidak perlu"
Juragan Nalendra kemudian berjala pergi di ikuti Reya di belakangnya yang ingin mengantar sampai di depan rumah. Saat Juragan Nalendra sudah sampai di rumahnya, Reya segera masuk kembali ke dalam.