Mengejar Cinta Juragan Tampan

Mengejar Cinta Juragan Tampan
Trik 2 : Menangkan Perutnya


__ADS_3

Berdasarkan catatan yang Reya kumpulkan, perut adalah titik utama jika ingin memenangkan hati laki - laki. Seperti kata pepatah, dari perut turun ke hati.


Reya bertekat untuk lebih giat dalam mengejar hati Juragan Nalendra semenjak kedatangan Ratih kemarin. Dia ingin meningkatkan kewaspadaannya agar tidak ada celah yang bisa di masuki wanita lain.


Dia ingin menggaet hati Juragan Nalendra dari berbagai sisi, dia ingin seluruh hati dan jiwa Juragan Nalendra hanya tertuju padanya.


Sejak pagi hari, Reya sudah sibuk memasak di dapur. Dia ingin membawakan sarapan untuk Juragan Nalendra, dia ingin hari Juragan Nalendra dimulai dengan memakan masakannya.


"Aku tidak tau Juragan suka makan apa, semoga saja dia suka sama masakanku ini" ucap Reya sambil memasukkan masakannya ke dalam kotak makan bertingkat.


Dia membuat gulai ikan gurameh dan tumis kangkung. Reya menata semuanya ke dalam kotak makan dengan rapi, dia juga membentuk nasinya menjadi bentuk love.


Selesai mengemas semuanya, Reya pergi ke rumah Juragan Nalendra. Senyum di wajahnya terus tersungging di setiap langkahnya.


"Permisi Juragan" teriak Reya di depan pintu rumah Juragan Nalendra yang tidak di tutup.


Reya melihat Juragan Nalendra berjalan dari dalam rumah ke depan pintu, "Ada apa?" tanya Juragan Nalendra saat sudah di deoan Reya.


"Ini Juragan, aku membawa beberapa makanan yang aku masak untuk Juragan. Yah, sebagai tanda terima kasih karena sudah menolongku kemarin saat diganggu Ratih" ucap Reya dengan lembut.


Juragan Nalendra melirik ke arah kotak makan yang dibawa Reya, "Apa isinya?" tanya Juragan Nalendra.


"Aku membuat gulai ikan gurameh dan tumis kangkung, Juragan tidak ada pantangan makan ikan kan?" jawab Reya sambil menanyakan tentang makanan yang tidak bisa dimakan Juragan Nalendra.


"Tidak, aku tidak mempunyai alergi apa pun" jawab Juragan Nalendra.


"Wah, syukurlah. Ini Juragan makanannya" Reya menyerahkan kotak makan ke Juragan Nalendra, Juragan Nalendra mengulurkan tangan untuk mengambil kotak makan itu.


Melihat Reya yang masih berdiri di depannya, Juragan Nalendra mengangkat alisnya bingung.

__ADS_1


'Mau apa lagi wanita ini?' batin Juragan Nalendra.


"Mau masuk dulu?" tanya Juragan Nalendra basa - basi. Tanpa dia kira, ternyata Reya langsung menyetujui ajakannya.


"Boleh, kalau tidak merepotkan Juragan" ucap Reya seakan sungkan dengan Juragan Nalendra. Tapi nyatanya, dia langsung masuk ke dalam rumah. Juragan Nalendra tersenyum tipis melihat tingkah Reya.


'Sok malu tapi mau' batin Juragan Nalendra.


Reya langsung duduk di sofa ruang tamu, ini pertama kalinya dia melihat isi rumah Juragan Nalendra. Interior rumah Juragan Nalendra memiliki perpaduan antara modern dan tradisional.


'Isinya tidak seperti rumah di pedesaan pada umumnya, nuansa rumahnya sangat artistik' batin Reya saat memandang sekeliling.


Juragan Nalendra meletakkan kotak makan di atas meja dan pergi ke dapur mengambil air putih untuk Reya.


Reya melihat Juragan Nalendra kembali dari dapur membawa air dan duduk di depannya, "Bagaimana kalau Juragan mencoba masakanku dulu? Kalau dingin nanti rasanya berkurang" saran Reya.


"Kalau begitu, aku makan dulu" ucap Juragan Nalendra.


Bibir Juragan Nalendra agak berkedut melihat bentuk nasi yang ada di kotak. Juragan Nalendra langsung menghancurkan nasi bentuk love Reya dan mulai memakannya.


Melihat Juragan Nalendra makan dengan lahap, suasan hati Reya menjadi sangat baik. Tidak sia - sia dia bangun pagi untuk menyiapkan semuanya.


"Bagaimana Juragan? Masakanku enak tidak?" tanya Reya saat Juragan Nalendra selesai makan.


"Lumayan" jawab Juragan Nalendra.


'Lumayan kok sampai tidak bersisa kuahnya. Bilang aja enak, apa susahnya sih' batin Reya.


"Kalau Juragan mau, aku bisa masakin Juragan setiap hari" ujae Reya dengan senyum malu - malu.

__ADS_1


"Tidak perlu, kamu bukan pembantuku" tolak Juragan Nalendra dengan cepat.


"Baiklah, nanti juragan pergi ke peternakan?" tanya Reya.


"Iya" jawab Juragan Nalendra.


"Tidak ada, biasanya Juragan kalau makan siang sering pulang atau beli di warung?" lanjut Reya bertanya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Juragan Nalendra dengan aneh.


Reya melambaikan tangannya dengan malu "Tidak ada apa - apa kok juragan, hanya penasaran saja. Juragan kan tinggal sendiri, aku penasaran bagaimana Juragan memenuhi kebutuhan untuk makan" ucap Reya.


"Aku biasanya makan di warung, kadang kalau ramai aku makan di rumah" jawab Juragan Nalendra sekenanya saja.


"Oh begitu. Ngomong - ngomong rumah Juragan sangat bersih, Juragan sendiri yang membersihkan atau ada pembantu yang membersihkannya?" tanya Reya sambil melihat sekeliling.


"Ada pembatu yang membersihkan" jawab Juragan Nalendra singkat.


"Kalau..." sebelum Reya sempat berbicara, Juragan Nalendra memotong perkataannya.


"Kamu banyak sekali bertanya, lebih baik kamu pulang sana. Aku mau segera ke peternakan" ucap Juragan Nalendra dengan agak kesal.


"Oh oke, kalau begitu aku permisi dulu Juragan" pamit Reya dengan agak cangggung. Reya mengambil kotak makan yang ada di deoan Juragan Nalendra dan beranjak dari sofa dan pergi dari rumah Jurgaan Nalendra.


Jurgan Nendra melihat kepergian Reya dengan senyum tipis yang terpatri di bibirnya. Entah apa yang sedang dia pikirkan sampai membuatnya tersenyum seperti itu.


Sesampinya di rumah, Reya langsung ke dapur untuk sarapan karena dia belum sempat sarapan.


"Sepertinya aku harus pergi ke peternakan Juragan Nalendra, aku ingin lebih mengenal dia" ucap Reya sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Nanti aku aja Tole dan yang lainnya saja, biar tidak terlalu cangggung. Seandainya aku punya teman yang seusiaku di sini, pasti lebih mudah untum mendapat informasi tentang Juragan Nalendra" gumam Reya sambil menghela nafas.


"Ayo Reya semangat, pasti kamu bisa" lanjut Reya untuk menyemangati dirinya.


__ADS_2