
Sekitar jam lima pagi, Reya sudah pergi ke rumah Juragan Nalendra untuk mengajaknya membeli bahan masakan untuk acara syukuran besok.
"Sayang" Reya mengetuk pintu rumah Juragan Nalendra.
Tak lama, Jurgaan Nalendra membukakan pintu untuk Reya. Reya segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Juragan Naledra berjalan ke dapur dan mengambilkan air untuk Reya.
"Kamu sudah menyiapkan daftar belanjaanmu?" tanya Juragan Nalendra sambil meletakkan gelas yang berisi air mineral di depan Reya.
"Kemarin aku dan Lek Yayuk sudha membuat daftarnya, ini dia" Reya mengeluarkan selembar kertas dari kantong jaketnya.
Juragan Nalendra mengambil kertas yang diserahkan Reya dan mulai membacanya. Ada banyak bahan yang harus mereka beli, Juragan Nalendra sedikit bingung harus mulai dari mana. Dia jarang pergi ke pasar dan sekarang harus membantu Reya membeli semua ini.
"Ayo kita pergi, nanti kamu arahkan ke toko - toko yang menjual semua itu ya" Juragan Nalendra mengangguk dengan kaku karena dia tidak terlalu percaya diri untuk menjadi penunjuk arah Reya.
Reya menyerahkan kunci mobilnya ke Juragan Nalendra, kemudian mereka berjalan menuju garasi Reya untuk mengambil mobilnya. Setelah masuk ke dalam mobil, Juragan Nalendra segera melajukan mobil ke arah pasar.
Suasana desa pagi itu masih sepi, tidak banyak orang yang beraktifitas di luar ruangan. Ada kabut tipis yang menyelimuti desa, Reya membuka jendela mobil untuk menikmati udara sejuk di pagi hari.
Wajah Reya sedikit basah terkena kabut karena dia sedikit mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil. Juragan Nelandra menarik tangan Reya pelan, Reya segera memasukkan kepalanya ke dalam mobil lagi.
"Kenapa?" tanya Reya yang melihat ke arah Juragan Nalendra.
"Hati - hati nanti kamu sakit, udara pagi terlalu dingin" tegur Juragan Nalendra.
"Tidak masalah, aku sudah pakai jaket kok" elak Reya sambil mengencangkan jaket yang sedang dia pakai.
Juragan Nalendra tersenyum tidak berdaya ke arah Reya, "Walau pun kamu sudah pakai jaket, aku tetap kawatir kalau kamu sakit" ucap Juragan Nalendra dengan lembut.
Reya tersenyum malu medengar ucapan Juragan Nalendra, "Bisa aja nyenengin hati" gumam Reya.
......................
Setelah sekitar lima belas menit berkendara, mereka akhirnya sampai di pasar. Juragan Nalendra segera memarkirkan mobil, mereka kemudian berjalan menuju pintu masuk pasar.
"Ini kita kemana dulu sayang?" tanya Reya yang memang belum pernah ke pasar ini.
__ADS_1
Juragan Nalendra terdiam sebentar memikirkan harus pergi kemana dulu, "Ke kanan dulu saja" jawab Juragan Nalendra sedikit ragu.
Sebenarnya dia ingin mengaku ke Reya kalau dia tidak tau harus ke arah mana, tapi dia malu untuk mengatakannya. Dia merasa menjadi laki - laki yang tidak berguna, jika hal kecil seperti ini saja tidak bisa.
Reya mengangguk mendengar perkataan Juragan Nalendra mereka kemudian berjalan ke lorong sebelah kanan pasar. Sebelah kanan pasar terdapat jejeran toko baju yang sangat panjang, Reya sedikit bingung mihat hal ini.
"Sayang, kamu yakin kita ke arah ini?" tanya Reya saat sudah melewati tiga toko baju.
Juragan Nalendra menundukkan kepalnya dan akhirnya mengaku ke Reya, "Sayang, maaf. Sebenarnya aku tidak tau letak toko - toko yang ada di pasar ini" lirih Juragan Nalendra.
Reya langsung menatap Jurgaan Nalendra dengan mata terbelalak, "Kamu tidak tau? Kenapa tidak bilang dari awal?" tanya Reya dengan heran.
"Aku malu bilangnya ke kamu" jawab Jurgaan Nalendra dengan canggung.
Reya menghela nafas mendengar penuturan Juragan Nalendra, "Kamu tidak usah malu, kan kita bisa tanya ke orang. Dari pada seperti ini, kita berjalan tidak tau arah" ucap Reya dengan sabar sambil mengelus tangan Juragan Nalendra.
"Kamu tunggu di sini, aku mau tanya orang dulu" lanjut Reya.
Reya kemudian berjalan ke salah satu toko baju dan bertanya ke pemilik toko, "Permisi Bu, mau numpang tanya" Reya tersenyum ramah ke Ibu pemilik toko.
"Ini Bu, saya mau tanya. Dimana ya toko yang menjual bumbu dapur dan sejenisnya?" tanya Reya.
"Oalah. Mbaknya dari gerbang masuk pasar lurus saja, lalu di lorong ke tiga belok ke kiri" jawab Ibu itu.
"Terima kasih Bu"
"Sama - sama Mbak"
Setelah mengucapkan terima kasih, Reya segera menghampiri Juragan Nalendra yang sudah menunggunya tidak jauh dari toko itu.
"Ayo ikut aku, aku sudah tau tempatnya" ucap Reya dengan semangat.
Juragan Nalendra menganggukkan kepalanya dan berjalan bersama menuju tempat yang Ibu pemilik toko tadi katakan. Setelah berbelok ke lorong yang di maksud, mereka langsung melihat jejeran toko yang menjual aneka rempah.
Reya segera menuju ke salah satu toko yang bumbunya terlihat lengkat, "Permisi Bu, saya mau beli bumbu yang ada di daftar ini" ucap Reya sambil menyodorkan kertas yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Iya Mbak, tunggu sebentar ya" ucap Ibu pemilik toko.
Ibu itu segera membaca daftar belanjaan Reya dan mulai menimbang bumbu yang Reya butuhkan. Setelah selesai menimbang, Ibu itu mulai menulis rincian harga di sobekan kardus.
"Ini Mbak belanjaannya dan total harganya, yang sudah ada itu saya centang di kertas Mbaknya" Ibu itu menyerahkan kertas daftar belanjaan dan sobekan kardus yang berisi harga belanjaannya.
Reya segera membayar belanjaannya dan berterima kasih ke Ibu itu, "Terima kasih Bu" ucap Reya sambil mengambil semua belanjaannya.
Juragan Nalendra segera membantu Reya membawa semua belanjaannya, Reya memasukkan semuanya ke dalam tas kainnya. Ternyata tas kainnya lansung penuh oleh belanjaannya.
"Tasnya penuh, seharusnya aku tadi bawa tas yang banyak" ucap Reya yang melihat ke arah tas yang dibawa Juragan Nalendra.
"Nanti kita minta kresek besar ke penjual selanjutnya saja" saran Juragan Nalendra.
"Em, kamu benar. Ayo kita ke toko sayuran, aku tadi sekilat melihanya di lorong sebelah kanan setelah lorong ini" ajak Reya.
Mereka kemudian mulai berbanja lagi. Ternyata belanjaan kali ini lebih banyak dari yang Reya kira, sampai pemilik toko sayuran memberikan Reya dua kantung karung.
"Bagaimana ini Sayang, kita masih harus beli ayam. Apa muat nanti mobilnya?" ucap Reya saat melihat tumpukan belanjaannya.
"Bagaimana kalau kita tidak usah beli banyak ayamnya, beli empat potong saja untuk konsumsi tetangga yang membantu besok" saran Juragan Nalendra.
"Tapi kan, harus ada daging untuk kotak nasinya. Kita juga belum beli kotak kertas untuk nasi dan jajanannya" ucap Reya dengan frustasi.
"Kita tidak usah pakai ayam, kita pakai kambingku saja. Lagian aku punya banyak kambing" ucap Juragan Nalendra.
"Apa tidak masalah kita potong kambingmu?" tanya Reya.
"Tentu saja, milikku juga milikmu" jawab Juragan Nalendra dengan yakin, Reya tersenyum mendengar perkataan Juragan Nalendra.
"Oke, sesuai perkataanmu saja. Ayo kita bawa semua ini ke mobil, lalu kita lanjut ke toko bahan kue. Aku mau membuat kue sebagai jajanannya" ucap Reya dengan semangat.
Mereka kemudian membawa semua belanjaan untuk di masukkan ke dalam mobil. Setelah itu, mereka ke toko bahan kue untuk membeli bahan kue seperti beberapa jenis tepung, soda kue, kertas baking, dll
Mereka juga membeli kotak nasi kertas dan kotak untuk kue mini yang akan Reya buat besok di toko itu. Kemudian mereka pergi ke toko yang menjual alat masak untuk membeli peralatan membuat kue seperti loyang, oven, mixer, spatula, dll.
__ADS_1