
Setelah makan siang bersama, Reya memutuskan untuk mandi karena dia sudah mengeluarkan banyak keringat saat memasang tenda tadi.
Selesai mandi, Reya teringat bahwa dia tidak mempunyai baju ganti. Dia terdiam di kamar mandi dengan handuk yang terlilit di tubuhnya.
"Kenapa tadi aku tidak membeli baju juga" ucap Reya dengan penuh frustasi.
"Bagaimana aku keluar sekarang, bajuku juga sudah aku rendam di dalam ember" lanjut Reya yang masih kebingungan.
Reya berjalan mondar mandir di dalam kamar mandi, "Sepertinya aku harus meminjam baju Juragan dulu, tapi apa tidak akan terlalu canggung jika aku meminjam bajunya?" gumam Reya.
"Sudahlah, yang penting aku dapat baju dulu. Rasanya aku mulai menggigil" ucap Reya sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Juragan" teriak Reya dari balik pintu kamar mandi.
Juragan Nalendra yang sedang menonton TV segera beranjak dari sofa dan berjalan menghampiri Reya yang ada di kamar mandi.
"Ada apa?" Tanya Juragan Nalendra yang sudah ada di depan kamar mandi.
"Juragan, boleh pinjam baju Juragan? Bajuku sudah terlanjur aku rendam dan tadi aku lupa untuk membeli baju" ucap Reya dangan malu - malu dari balik pintu.
Juragan Nalendra terdiam mendengar permintaan Reya, "Tunggu sebentar" ucap Juragan Nalendra dengan gagap.
Juragan Nalendra segera berlari ke dalam kamarnya untuk mencari baju yang cocok untuk Juragan Nalendra. Dia menobrak abrik lemarinya untuk mencari bajunya yang paling kecil.
Akhirnya, dia menemukan sebuah kaos pendek berwarna putih dan celana pendek hitam. Setelah mendapatkan baju yang dicarinya, dia segera menghampiri Reya.
"Reya, aku sudah dapat bajunya" ucap Juragan Nalendra sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Reya membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengulurkan tangannya untuk mengambil baju yang dibawa Juragan Nalendra. Juragan Nalendra yang melihat tangan Reya terulur dari balik pintu segera memberikan baju yang ada di tangannya.
Reya segera menarik tangannya kembali saat mendapatkan baju, dia kemudian segera memakainya. Tapi karena dia tidak memakan dalaman, dia merasa agak mau untuk keluar karena dadanya agak menonjol.
Saat Reya keluar kamar mandi, dia menutup bagian dadanya. Juragan Nalendra yang melihat tindakan Reya merasa agak aneh.
"Kenapa kamu menutup dadamu?" tanya Juragan Nalendra tanpa rasa malu.
Wajah Reya langsung memerah saat mendengar pertanyaan Juragan Nalendra, 'Kenapa bertanya sih' batin Reya.
"Aku, aku merasa malu" jawab Reya dengan lirih.
"Kenapa malu? Bajunya cocok kok untuk kamu" ucap Juragan Nalendra yang tidak menyadari penyebab rasa malu Reya.
"Juragan jangan tanya lagi" teriak Reya dengan wajah memerah. Reya kemudian berlari keluar untuk masuk ke dalam tenda.
Juragan Nalendra merasa aneh dengan tingkah Reya, "Apa aku melakukan kesalahan? Aku hanya bertanya" gumam Juragan Nalendra.
__ADS_1
Juragan Nalendra berjalan menghampiri Reya yang ada di tenda, dia ingin bertanya apa dia melakukan sesuatu yang salah.
"Reya, apa kamu di dalam?" tanya Juragan Nelendra dari depan tenda Reya.
"Juragan tidak peka" jawab Reya dari dalam tenda.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti kalau kamu tidak menjelaskannya" ucap juragan Nalendra.
Reya kemudian membuka sedikit resleting pintu tenda dan mengeluarkan kepalanya, "Seharusnya Juragan tidak bertanya seperti itu" lirih Reya dengan kepala menunduk.
"Aku hanya bertanya. Kalau aku berbuat salah, aku minta maaf ya" ujar Juragan Nalendra dengan pelan saat melihat Reya yang merasa tidak nyaman.
"Em" gumam Reya.
"Sebagai tanda perminta maafanku, kamu bisa minta sesuatu dariku" Juragan Nalendra berjongkok di depan pintu tenda.
Reya mendungakkan kepalanya melihat ke arah Juragan Nalendra, 'Lebih baik aku minta tolong Juragan untuk membelikanku baju, aku juga tidak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini' batin Reya memikirkan kondisinya.
"Kalau begitu, Juragan tunggu sebentar di sini" ucap Reya.
Reya menarik kepalanya dan masuk ke dalam tenda, dia menarik seprei yang sudah dia pasang rapi dan melilitkan ke tubuhnya. Setelah itu, Reya keluar menemui Juragan Nalendra.
"Juragan, bisa minta tolong belikan baju?" tanya Reya saat sudah keluar tenda.
"Tunggu Juragan" ucap Reya menarik tangan Juragan Nalendra.
"Maksudku, Juragan sendiri yang membelikannya. Bukan dengan aku" lanjut Reya.
"Kenapa tidak dengan kamu, aku tidak tau harus membeli apa" ujar Juragan Nalendra dengan dahi yang mengkerut.
"Aku tidak mungkin keluar dengan keadaan seperti ini" ucap Reya sambil melirik ke tubuhnya.
"Kenapa tidak bisa? Kamu juga kenapa melilitkan seprei ke tubuhmu?" tanya Juragan Nalendra.
"Aku tidak memakai underwear" lirih Reya dengan wajah yang memerah.
Juragan Nalendra terdiam mendengar perkataan Reya, sesaat kemudian wajahnya juga ikut memerah seperti Reya.
"Aku belikan, kamu nanti sms aku ukuranya" ucap Juragan Nalendra dengan gugup.
"Aku pergi sekarang" lanjutnya dengan tergesa - gesa.
Juragan Nalendra langsung masuk ke dalam rumah dan mencari kunci motornya. Setelah mendapat kunci, dia segera menaiki motornya menuju toko baju.
Reya tersenyum melihat kegugupan Juragan Nalendra, "Ternyata dia bisa salah tingkah juga" gumam Reya melihat kepergian Juragan Nalendra.
__ADS_1
Juragan Nalendra melajukan motornya dengan kencang menuju toko pakaian terdekat. Dia segera memarkirkan motornya saat sampai di toko dan berjalan menuju kasir.
"Bisa tolong ambilkan yang tertulis di sini" ucap Juragan Nalendra ke pegawai toko sambil menunjukkan layar HPnya.
"Oh BH sama ****** *****, ayo ikut saya Mas" ucap pegawai itu dengan frontal.
Pelanggan yang ada di toko melihat ke arah Juragan Nalendra saat mendengar perkataan pegawai itu. Juragan Nalendra segera menundukkan kepalanya dan mengikuti pegawai tadi.
"Silahkan di pilih Mas, ada beberapa jenis BH dan ****** ***** di sini. Ada yang berenda ada juga yang tidak, atau mau pilih yang sepaket? Di sini juga ada linggerie. Mas pilih saja yang mana, nanti saya sesuaikan ukurannya dengan catatan Masnya" ucap pelayan itu sambil menunjuk ke arah deretan pakaian dalam.
Juragan Nalendra diam mematung melihat berbagai jenis pakaian dalam, "Mbak pilihkan saja, saya tidak faham hal seperti ini" ujar Juragan Nalendra dengan canggung.
"Kalau begitu, mau jenis kain seperti apa?" tanya pegawai itu sambil memilih - milih pakaian.
"Yang nyaman di pakai" jawab Juragan Nalendra dengan cepat.
Pegawai itu kemudian memilihkan beberapa pasang pakaian dalam, dia memilih yang berenda dan tidak berenda. Dia juga memilih linggerie berwarna merah marun.
"Semuanya sudah saya pilihkan mas, ada yang lain?" tanya pelayan itu dengan ramah.
"Tolong arahkan ke tempat yang banyak pakaian wanita" jawab Juragan Nalendra dengan tenang berusaha menutupi rasa malunya karena hanya dia sendri laki - laki yang ada di area pakaian dalam wanita.
"Baik, mari ikut saya" ucap pelayan itu.
Juragan Nalendra berjalan ke area pakaian wanita, diapandu oleh pelayan toko. Juragan Nalendra segera memilih beberapa pakaian yang cocok untuk Reya.
Dia memilih beberapa celana panjang dan rok selutut untuk bawahannya, kemudian dia memilih beberapa kaos lengan pendek untuk atasannya. Juragan Nalendra hanya memilih pakaian yang terlihat sederhana saja karena takut Reya merasa tidak cocok dengan pakaian pilihannya.
Setelah selesai memilih baju, Juragan Nalendra segera membayar semuanya dan bergegas untuk pulang.
"Reya, aku sudah membeli apa yang kamu minta" ucap Juragan Nalendra di depan pintu tenda.
"Terima kasih Juragan, tolong bawa ke dalam rumah dulu" jawab Reya dari dalam tenda.
"Oke, aku taruh di ruang tamu"
Juragan Nalendra kemudian masuk ke dalam rumah. Reya segera keluar dari tenda saat mendengar suara pintu di tutup.
Dia berlari pelan menuju pintu dan mengintip ke dalam. Saat mengintip ke dalam, dia tidak melihat keberadaan Juragan Nalendra. Sepertinya Juragan sudah masuk ke kamar.
Reya buru - buru mengambil paper bag yang berisi pakaiannya dan berlari ke dalam kamar mandi. Dia mencari pakaian dalam untuk dipakainya.
Saat dia menarik sebuah kain merah, dia menyadari bahwa itu adalah linggerie. Reya segera melepaskannya dan menatap linggerie yang terjatuh itu.
"Kenapa beli linggerie?" ucap Reya yang kaget melihatnya.
__ADS_1