
Semenjak Reya bertemu dengan Juragan Nalendra, dia sering terbayang akan sosoknya. Meski hanya bertemu sekali saja, tapi hal itu membuat dia merasa seperti telah bertemu dengan orang yang memang ditakdirkan untuknya.
Perasaan itu membuat Reya sangat frustasi, kenapa dia sampai bisa merasa seperti itu. Reya membolak - balik tubuhnya di atas ranjang, dia berfikir bagaimana cara untuk bertemu dengan Juragan Nalendra secara normal.
Reya ingin memastikan, perasaan yang dia rasa itu adalah sebuh rasa suka atau hanya sekedar rasa kagum semata.
"Bagaimana ya caranya biar bisa bertemu lagi, tapi jangan sampai membuat dia berfikir kalau aku sengaja ingin bertemu dengannya" gumam Reya menatap ke arah atap kamarnya yang berwarna putih.
"Oh aku tau, aku kasih kue saja sebagai tanda terima kasih. Kan kemarin dia sudah membantuku dan aku juga sempat bilang ingin memberikan kue sebagai ucapan terima kasih" Reya tersenyum dengan idenya. Reya kemudian segera tidur agar bisa bangun lebih pagi untuk membuat kue.
Keesokan harinya, Reya sudah mulai sibuk di dapur untuk membuat kue. Awalnya, Reya ingin membuat kue dengan bentuk love. Tapi, dia merasa itu agak terlalu fulgar. Akhirnya dia membuat dengan bentkuk normal saja, yaitu bentuk lingkaran.
Hampir dua jam Reya berkutat dengan kuenya. Setelah selesai, Reya memasukkan kue itu ke dalam kotak mika. Reya menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu sebelum ke rumah Juragan Nalendra. Agar cepat, dia hanya sarapan dengan lauk telur dan nuget.
Selesai sarapan Reya buru - buru ke rumah Juragan Nalendra, karena Reya kawatir Juragan Nalendra sudah pergi untuk memantau pertanian atau peternakannya. Sesampainya di depan pintu, Reya segera mengetuk pintu rumah Juragan Nalendra.
"Permisi Juragan" teriak Reya sambil mengetuk pintu, tak lama terdengar suara langkah kaki dari dalam rumah.
Saat pintu dibuka, Reya bisa melihat Juragan Nalendra dalam keadaan rambut yang basah. Reya terdiam melihat ke arah Juragan Nalendra, dia melihat ke rambutnya dan melihat tetesan air yang jatuh ke wajahnya.
"Ada perlu apa?" tanya Juragan Nalendra. Reya tersadar dari lamunannya saat mendegar suara Juragan Nalendra yang ngebas itu.
"Ah itu, aku mau kasih kue ke Juragan. Sebagai tanda terima kasih sudah membantuku kemarin" ujar Reya sambil mengangkat kue yang di tangannya.
"Oh, kalau begi terima kasih" Juragan Nalendra kemudian mengambil kue yang ada di tangan Reya. Reya yang melihat tindakan Juragan Nalendra hanya terdiam.
'Kenapa malah langsung ambil kuenya, bukannya menyuruh aku untuk masuk' batin Reya dengan jengkel.
"Kenapa diam saja? Ada hal yang lainnya lagi?" tanya Juragan Nalendra yang melihat Reya masih diam di depannya.
"Tidak ada sih" gumam Reya dengan lirih.
__ADS_1
"Kalau tidak ada, silahkan pulang" usir Juragan Nalendra.
'Argh, kejam sekali dia. Dia sama sekali tidak peka. Aku maunya di suruh masuk, bukan di suruh pulang' jerit batin Reya.
"Kalau begitu, aku pamit dulu. Sampai jumpa lagi Juragan" ucap Reya dengan senyum paksa.
"Iya"
Reya kemudian berjalan kembali ke rumahnya, sesekali dia menengok kebelakang untuk melihat Juragan Nalendra.
Sesampainya Reya di rumah, dia langsung duduk di sofa depan TV. Dia memeriksa detak jantungnya yang tidak beraturan, dia yakin kalau rasa yang dia rasakan adalah perasaan suka.
"Sepertinya aku memang jatuh cinta sama Juragan Nalendra" gumam Reya memegang dada sebelah kirinya. Reya kemudian mengeluarkan telefonnya dan melakukan panggilan video dengan Anggel.
"Hai Gel" Reya melambaikan tangannya ke arah kamera saat panggilan berhasil terhubung.
"Hai juga Rey, ada angin apa kamu nelfon aku tiba - tiba? Bisanya kamu chat dulu sebelum telfon" tanya Anggel sambil menaikkan alisnya.
"Info apa nih? Kamu mau main ke sini?" tanya Anggel yang penasaran.
"Enggaklah Gel, info ini lebih menggemparkan dari itu" jawab Reya dengan senyum cerahnya.
"Info apaan sih Rey, jangan bikin penasaranlah" ucap Anggel dengan tidak sabar.
"Ehm, aku jatuh cinta Gel" ujar Reya dengan bangga, Anggel terdiam mendengar perkataan Reya.
"Kamu jatuh cinta sama siapa Rey? Kamu itu baru beberapa hari lo di sana, kok ya bisa - bisanya jatuh cinta" ucap Anggel dengan agak ragu.
"Aku jatuh cinta sama Juragan di sini Gel, jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Reya dengan malu - malu sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Gila kamu Rey, saking frustasi sama masalah kemarin kamu jadi suka sama om - om?" ujar Anggel dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
"Ngaco kamu Gel, emang yang namanya Juragan itu mesti om - om. Orang yang aku suka tuh masih muda, yah sekitar akhir dua puluhan" jelas Reya.
"Oh kirain kamu jadi suka om - om, terus kok bisa kamu suka sama dia?" tanya Anggel.
"Aku juga gak tau kenapa aku bisa suka dia. Tapi saat aku bertemu dengannya, jantungku rasanya bedebar dengan kencang. Aku selalu terbayang dengan sosoknya yang mempesona itu" ucap Reya membayangkan momen saat pertemuan pertama mereka.
"Wah udah kena mesinnya ini, kamu kena pelet atau gimana sih. Kok bisa jatuh cinta tanpa sebab?" lanjut Anggel bertanya.
"Ini bukan pelet Gel, tapi cinta pada pandangan pertama" ujar Reya dengan nada puitis.
"Jangan sok puitis gitu, trus dia suka balik gak sama kamu?"
"Walau pun dia belum mempunyau rasa sama aku, akan aku kejar dia sampai dapat. Kamu tunggu saja undangan pernikahnku dengannya" ucap Reya dengan penuh keyakinan.
"Astagah Rey, cinta memang bisa membuat orang gila ternyata" Anggel menggelengkan kepalanya heran.
"Mangkanya Gel kamu kasih saran buat aku, caranya biar bisa deketin dia" Reya menatap Anggel dengan penuh permohonan.
"Kamu gak salah nih tanya aku yang sejak lahir jomblo?" tanya Anggel dengan jengkel.
"Oh iya kamu kan jomblo akut, ya sudahlah aku cari cara sendiri aja. Udah sana kamu balik kerja aja" usir Reya.
"Lah, kamu yang telfon kok aku kamu usir. Dah lah, dadah" Anggel melambaikan tangannya ke Anggel, Reya membalas lambaian tangan Anggel dan langsung menutup sambungan telefon.
'Aku cari di internet saja, siapa tau ada ide bagus' batin Reya.
Reya kemudian membuka situs pencarian populer, kemudian dia mulai mengetik bagaimana cara agar bisa menggaet gebetan dan mengklik ok.
Reya langsung mendapat berbagai web yang memberikan tips and trick untuk meluluhkan hati gebetan. Dia membuka semua situs web itu satu persatu dan menyalin beberapa yang menarik ke dalam memo.
Melihat sudah ada banyak trik yang dia dapat, dia merasa sangat senang. Pasti dia bisa mendpatkan hati Juragan Nalendra. Mulai besok dia akan melaksanakan satu per satu trik yang dia dapat.
__ADS_1