
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi itu setelah seperti biasanya Bi dan Lily berdebat mulut di kamar akhirnya Bian lebih dulu menyudahinya dengan pergi ke kantor tanpa sarapan ataupun pamit dan lagi-lagi lily hanya bisa menahan dan berbohong kepada mommy jihan juga daddy Bara.
Lily pun merapikan pakaian nya dan siap untuk kelair kamar dan bergabung di ruang makan keluarga barunya itu.
"Ada yang bisa lily bantu mom?" tanya Lily yang mendekati mommy Jihan yang asik menyiapkan makanan di meja makan.
"Tidak usah sayang, duduk lah kita sarapan bareng." ucap mommy Jihan lagi dan lily pun hanya bisa menurut
"Apa Bian sudah pergi?" tanya Daddy Barw yang sibuk main ponselnya
"Iya dad." jawab Lily dengan senyum ramah nya
Mommy Jihan pun bergabung di meja makan "Apa dia nggak sarapan dulu?" tanya mommy Jihan
"Tadi mau cepet mom soalnya pagi ini Bi ada pertemuan." jawab Lily ngasal
"Ya mungkin saja karna Bi daddy pindahkan ke kantor cabang yang satunya karna disana pekerjaan terbengkalai dan Bi, Daddy yakin bisa dan Bi sudah ada sekertaris baru juga yang bisa membantunya dengan baik." ucap Daddy Bara menjelaskan
"Apa Bi tidak cerita dengan mu sayang?kalau dia sudah pindah tugas?" tanya Mommy Jihan kepada Lily
"Ehm... cerita cerita kok mom." jawab Lily gugup dengan lagi-lagi berbohong untuk menutupi semuanya
"Mommy apa lily boleh minta ijin?" Lily memberanikan diri
"Kemana?" tanya mommy Jihan sambil makan
"Mau ke rumah mama Arin sebentar." ucap Lily
"Ehm.... mau mommy temankan?" tawar mommy Jihan
"Ah tidak usah mommy, lily bisa kok sendiri lagian cuma sebentar aja." tolak lily dengan sopan
"Owh gitu.. ya sudah nanti pergi lah dan hati-hati ya." ucap mommy Jihan
__ADS_1
"Ya."
\*\*\*\*\*\*\*
Disisi lain Ge pagi ini kembali memeriksa keadaan kehamilannya kepada dokter yang menanganinya. Dan Ge sedang di ruang tunggu menunggu hasilnya keluar dan tak lama dokter pun keluar menemui.
"Gimana dok?" tanya Gebby dengan wajah serius
Nampak dokter itu kembali membaca secarik kertas di tangannya dan lagi-lagi membuang nafas dengan kasar.
"Apa sudah dibicarakan dengan suami anda nyonya?" tanya dokter perempuan itu
Ge menggeleng kan kepala nya "Belum dokter." jawab Ge jujur
"Anda sudah mau memasuki dua bulan kehamilan dan seharusnya anda membicarakan nya kepada suami atau anggota keluarga anda nyonya." saran dokter itu lagi
"Kami tidak menyarankan anda untuk mengandung karna plasenta."
"Cukup dokter." Ge sedikit membentak karna tidak terima lagi lagi dokter itu membicarakan hal yang sama.
"Kami hanya tak ingin membahayakan nyawa anda nyonya itu saja." ucap dokter lagi
"Baiklah, ini hasil pemeriksaannya dan ini obat untuk anda minum agar janin anda kuat dan anda sehat nyonya." ucap dokter itu lagi.
Setelah konsultasi dengan dokter selesai Ge pun langsung pergi mencari taksi online untuk kembali pulang ke apartemen nya dikarnakan dia apartemen tak ada siapa-siapa, suaminya pun bekerja.
Namun saat di pinggir jalan Ge melihat ada orang menjual burger mini dan ia langsung mengelus perutnya bahkan ia menelan ludah dengan kasarnya.
"Kayaknya enak banget." gumam Ge sambil mengelus kembali perut datarnya
Ge pun mendekati pedagang "bisa bungkus kan lima untuk ku pak?" tanya Ge kepada penjual itu
"Bisa." jawab pedagang
setelah selesai membeli burger itu Ge langsung berjalan naik mobil menuju apartemen nya. dan setelah sampai ia pun langsung berjalan cepat membuka pintu apartemen
Ceklek...
__ADS_1
"Kakak..?" kaget Ge karna ada suaminya di dalam apartemen sedang membuka sepatu
"Kakak udah pulang? kenapa ga kabarin Ge dulu." tanya Ge
"Tadi buru-buru pulang karna ga ada jam kakak hari ini, jadi langsung pulang." jawab El lalu berdiri mendekati istrinya
"Darimana? kenapa keluar ga bilang-bilang?" tanya El langsung memegang kedua bahu Ge dan mendadak Ge langsung gugup akan pertanyaan tersebut dan ia tanpa sadar menjatuhkan bungkus burger dengan selembar kertas juga obat ditangannya
El bingung dan matanya melirik ke arah benda yang jatuh sedangkan Ge diam mematung
El langsung mengambil semua yang berserakan di lantai dan melihat nya "Burger? kenapa tidak bilang? kan kakak bisa beliin." ucap El kepada Ge yang hanya diam
Lalu El meletakan burger itu di atas meja dan ia kembali membuka kantong asoy putih di tangan kirinya
"Obat?" El mengangkat satu alisnya penasaran
"Itu." Ge bingung
"Obat apa ini? " Lagi-lagi El dibuat penasaran
karna lagi-lagi Ge tak menjawab pertanyaannya El membuka sebar map kecil itu dan membaca selemabr kertas yang ada didalam nya.
"Ge." El kaget setelah membacanya
"Ge apa ini?kandungan mu?" El tercengang karna ia baru mengetahuinya
"Maafkan aku." Ge hanya bisa menunduk
"Ayo kita ke dokter, ini berbahaya." ucap El mengenggam tangan istrinya namun secepat kilat Ge menghempaskan nya
"Aku tidak mau, Aku baik-baik saja, janin ku juga." ucap Ge lagi
"Tidak sayang jangan memaksa." ucap El menolak sambil menggelengkan kepalanya
"Perempuan tidak pernah takut mati demi memberi gelar laki-laki sebagai seorang AYAH." ucap Ge membuat langkah El terhenti dan detik kemudian El langsung memeluk istrinya dengan erat
Bersambung.....
__ADS_1
Setiap toko memiliki porsi masing-masing ya dan bakal othor selesaikan masalah mereka masing-masing 💪💪🤭🥰