MENGEJAR CINTA KAKAK (EL DAN GE)

MENGEJAR CINTA KAKAK (EL DAN GE)
Patah hati seorang wanita.


__ADS_3

Happy reading


💔💔💔💔


"Dokumen nya tadi ketinggalan dihotel yang mana kau meninggalkan aku, ini aku kembalikan." Ucap lily dengan wajah datar sedangkan Bian hanya diam sambil menatap wajah lily yang banyak tanda tanya di sana.


"Lisa kau kerja disini juga? Sebagai sekertaris? Wah..Selamat ya, andai aku dulu pintar seperti dirimu mungkin aku juga bisa ngerasain seperti kamu,, selamat ya." Ucap Lily melihat dan berbicara kepada Lisa dan mengucapkan selamat dengan senyum miris


Sedangkan Lisa hanya tersenyum kecil sambil menunduk tak menjawab ucapan Lily


"keluar semua." Tiba-tiba Bian berteriak membuat semua orang di dalam sana kaget termasuk lily


Partner kerja Bian juga Lisa mulai berjalan keluar dan karna melihat yang lain keluar Lily pun ikutan melangkah keluar.


"Mau kemana kau? Tetap disitu." Ucap Bian kepada Lily namun Lily yang tidak paham jika dirinyalah yang disuruh tetap disana terus berjalan


"Lily.. Tetap disitu. " ucap Bian dengan suara tegas dan seketika Lily langsung menghentikan langkah nya.


"Lisa jangan lupa tutup pintunya." perintah Bian kepada sekertaris nya itu


Lisa pun dengan menunduk kan pandangannya langsung menutup pintu itu dan menyisakan Bian dan Lily berdua diruangan itu


"Katakan." ucap Bian masih di posisi berdiri menatap manik mata Lily mencari tau dengan tatapan itu

__ADS_1


"Katakan apa?" lily bukan menjawab tapi balik bertanya


"Katakan semua yang kau dengar." ucap Bian sambil menarik nafasnya dalam-dalam


"Cih..." Lily tersenyum miring sambil berjalan mendekati Bian yang berdiri di meja kekuasaannya itu


"Bener ya aku itu cuma wanita bodoh, sekolah tapi pelajaran tidak dimanfaatkan, terus sok sok an mau jadi sekertaris.. hah.. aku memalukan sekali bukan? apa lagi di depan teman teman mu tadi." ucap Lily tepat berhadapan langsung dengan Bian


Lily mengangkat poni rambutnya kebelakang lalu kembali menatap tajam mata Bian "Jika tanganmu belum mampu meringankan beban orang lain setidaknya jangan gunakan mulutmu untuk merendahkan orang lain." Sindir Lily kepada Bian karya merendahkan kebodohan nya.


"Apa maksud mu?" tanya Bian


"Lupakan,, kau hanya menganggap ku wanita yang mudah di sentuh laki-laki bukan?karna aku semasa sekolah suka gonta-ganti pacar, aku semurah itu dengan mudahnya membagi tubuhku dengan pria lain begitu? tapi kau lupa siapa orang tua ku, aku bukan anak dari orang tua yang bermental kan lemah tuan BIANTARA SHU, papa ku yang menemani Daddy mu puluhan tahun mama ku juga pejuang yang ikut andil dalam hidup mommy mu, lantas kau menganggap ku seperti mereka diluaran sana? Maaf anda salah." ucap Lily panjang lebar lalu membalikan tubuhnya hendak pergi meninggalkan tempat itu namun tangannya langsung ditahan oleh Bian


Namun


"Aghhh." Bian langsung memegang pipinya yang terasa memerah.


"Jika kau menyentuhku sebagai seorang suami yang meminta hak nya aku akan memberikan sebagai kewajiban ku, tapi jika kau menyentuhku hanya ingin membuktikan jika aku masih virgin atau tidak kau salah besar tuan suami." teriak Lily sambil mengacungkan telunjuknya di wajah Bian


"Lily kau." ucap Bian terpotong


"Apa? Apa hahk? kau mau marah lagi dengan ku? aku ke kanak-kanakkan? begitu?" tanya Lily

__ADS_1


"Sifatku mungkin seperti anak kecil tuan suami, tapi percayalah anak kecil tidak pernah bohong soal perasaannya." ucap Lily


Bian terdiam.


"Kau berpendidikan aku juga berpendidikan sayangnya kau memanfaatkan pendidikan mu sedangkan aku tidak, tapi bukan berarti dengan kepintaranmu kau bisa seenaknya menghakimi diriku tuan suami." teriak Lily matanya sudah mulai memerah menahan air mata yang hendak menetes dari tadi


"Aku juga punya perasaan, aku juga punya hati , dihadapan orang lain kau menghina istrimu sendiri, dihadapan orang lain kau menceritakan kelemahan istrimu sendiri, Aku ini juga manusia." teriak lily memukul-mukulkan Dadanya didepan Bian


"Lily" panggil Bian


"Aku ingin kamu datang kembali sebagai TEMAN, lalu lupakan bahwa aku pernah MENCINTAIMU." ucap Lily pada akhirnya


"Dengarkan aku Lily"


"Kau yang harus dengar kan aku tuan suami." Lily juga ikutan berteriak


"Satu bulan kan? Aku harap jika nanti kita tidak bisa bersatu, aku harap tidak ada kata permusuhan di antara kita dan semoga kita bisa saling menerima apapun kenyataannya." ucap Lily sambil tersenyum miris


"Tapi." ucap Bian terputus kembali


"Terimakasih darimu aku belajar untuk menjadi lebih baik,dengan mu aku belajar untuk melakukan yang terbaik . Tanpamu aku belajar untuk memperbaiki."


"Terimaksih aku pamit."Lily membalikan tubuhnya dan tanpa sadar air matanya pun menetes membasahi pipi mulus wanita itu

__ADS_1


bersambung....


Sakit ga sih? 😭😭💪


__ADS_2