
Happy reading
πΉπΉπΉπΉ
Hari ini hari dimana saat-saat menegangkan buat Gebby SAHIRA, karna hari ini dengan sangat keterpaksaan nya ia harus menerima jika ia tidak disarankan untuk melahirkan secara normal namun ia harus SC karna penyakit didalam rahim nya tak memungkinkan team dokter untuk mengambil jalan normal tersebut dan membahayakan keselamatan pasien juga si calon bayi.
"El,, dimana Ge?" mommy jihan yang baru datang bersama Daddy Bara terlihat begitu cemas akan kondisi putrinya dikarnakan ini kali pertama mereka melihat putri semata wayangnya akan melahirkan ditambah penyakit yang baru saja mereka ketahui, jika jauh hari pasti Daddy Bara sudah memilih rumah sakit di negara sebelah yang lebih besar dan lengkap akan fasilitas nya.
"Mom, daddy,, Ge masih di dalam.. El takut Mom." Laki-laki itu terlihat sangat cemas saat lampu ruangan Oprasi itu msih menyala dan belum ada tanda-tanda operasi selesai.
"Sayang..tenanglah putri ku pasti bisa." ucap Mommy jihan menyakinkan El walaupun sebenarnya didalam lubuk hatinya paling dalam ia juga tidak yakin akan perkataannya
"Tapi mom."
"El, kau lupa? Gebby ku itu putri seorang mafia, jiwa dan mental nya kuat nak, jadi jangan berfikir yang tidak-tidak oke? Ayo kita semua duduk dengan tenang
Daddy Bara menengahi istri dan menantunya itu untuk menyudahi kecemasan mereka yang berlebihan itu.
Tak lama dari arah kejauhan Grand Ma Helena juga Grand pa baru datang setelah mendapatkan kabar cucu pertama mereka masuk rumah sakit karna akan melahirkan anak pertamanya.
"Bara, Jihan..dimana cucu ku.?" Tanya Helena dengan wajah setenang mungkin
"El dimana istrimu?" Helena pun ikut bertanya kepada cucu mantunya itu
"Masih di dalam grand ma." El menunjukan ruangan oprasi yang ada dihadapan mereka
"Belum selesai?" Grand pa pun ikutan bertanya
__ADS_1
"Belum." daddy Bara yang menjawab sambil menggeleng kan kepalanya
Dan ternyata Bian dan Lily pun langsung menyusul ke rumah sakit karna dapat kabar kakak mereka akan melahirkan .
"Daddy." sapa Bian kepada daddy nya , Bara yang paham akan pertanyaan anak nya itu langsung menggeleng kan kepalanya, pertanda oprasi belum juga selesai.
Mereka akhirnya disana duduk menunggu dengan sabar walau banyak suster yang keluar masuk ruangan oprasi membawa berkantung darah namun mereka disana mencoba untuk berpikiran positif, dan disana hanya El yang berdiri sambil bolak balik melihat lampu ruangan itu yang masih menyala.
"El tenanglah, duduk lah." Ucap Daddy Bara menenangkan menantunya itu, karna apa yang dirasakan El sekarang pernah ia rasakan dulunya.
Selang berapa lama akhirnya oprasi pun selsai dan lampu yang menyala dari tadi pun sudah padam dan semua orang pada berdiri menunggu terbukanya pintu itu.
Cek lek.. . .
Pintu ruangan itu pun terbuka dan kelaurlah seorang dokter juga perawat membawa bayi yang sudah dibersihkan kehadapan keluarga besar Shu di sana.
"Hoeekkkk... Ooeeekkk.. . . " Tangisan bayi itu pun sampai menggemah.
"Tuan Elano Baskara." Panggil dokter itu
"Saya dok." El langsung mendekat
"Selamat bayi anda laki-laki tuan." Ucap dokter itu menampilkan senyum bahagia
"Dia? Bayi ku? Dia putra ku?" El bertanya-tanya kesemua orang dan orang-orang disana pun mengangguk sambil ada yang menitipkan air mata mereka
"aku jadi ayah?" El semakin tidak percaya
__ADS_1
"Ya."
El langsung mendekati bayi mungil itu lalu mengambilnya dan menggendong baby nya dengan sangat menggemaskan dan tangis bahagia terlihat dari wajah nya.
Semua orang mendekati El dan melihat bayi itu dan mommy jihan mengambil alih menggendong cucu pertama nya itu.
"Sini."
Semua orang bercanda tawa melihat kebahagiaan yang baru mereka dapati itu.
"Dia keturunan opa nya ya." Daddy Bara tiba-tiba membanggakan dirinya bahwa ketampanan cucunya itu karna warisan darinya.
"Mana ada, dia itu tampan seperti aku."grand pa tak mau kalah sedangkan mommy jihan hanya bisa menahan tawa nya
Disela kesibukan keluarga besar itu El seperti sedang ada yang ia cari
" Ehm... dokter bisa saya menemui istri saya?" tanya El kepada dokter dan semua orang ikut terpokus akan pertanyaan El
"Tuan bayi anda lahir dengan selamat dan tidak ada kekurangan pun tapi nyonya Gebby...."dokter belum bicara selesai El lebih dulu
" Istri saya kenapa?"
"Kenaap dok?"
Bersambung....
Tahan ya ππothor bakal rajin up kok
__ADS_1