
Happy reading
🌹🌹🌹🌹
Malam itu Bian dan Lily memutuskan untuk saling memaafkan dan saling berjanji untuk terbuka satu sama lain dan malam itu mereka sudah untuk mengambil liburan di hotel itu beberapa waktu, secara mereka pun belum pernah liburan atau pun jalan selama pernikahan.
"Maafkan suamimu ini." Lagi-lagi dan berulang-ulang Bi mengatakan hal yang sama
"Aku cape denger nya Bi, ia udahlah kan aku udah maafin. lagian kamu ga juga salah sepenuhnya, aku juga salah namun kita beda tempat nya aja,. ya udah kita ga usah bahas itu lagi hmmm." ucap Lily kepada suaminya sambil menggenggam erat tangan Bian
"Terimakasih." Gumam Bian menatap manik mata Lily dengan penuh serius
"Buat?" tanya Lily bingung
"Buat semuanya, kamu yang mengajarkan aku jatuh cinta, kamu mengajar aku arti cinta dan kamu juga menyadari aku betapa buta nya aku karna cinta, terimakasih." lagi Bian mengungkapkan semuanya
"Iya kah?" lily bertanya rak percaya
"Kau tau bukan? Aku sekolah dulu tak pernah pacaran bahkan aku tak pernah dekat dengan perempuan kecuali kau yang selalu cari masalah dengan ku." ucap Bi dan langsung mengungkit masa lalu mereka
"Aku?" tunjuk Lily pada dirinya
"Ya, kau yang suka bolos sekolah, jarang ngerjain tugas dan buaya betina dan kau selalu melibatkan aku dalam masalahmu." ucap Bian mengungkapkan keluhannya selama ini dengan berwajah murung
__ADS_1
"Kau."
"Hehe tapi aku suka kok." jawab Bi cepat walau dalam keterpaksaan diwajah nya dan bagi bi percuma adu mulut dengan Lily ga akan menang
"Beneran?" tanya Lily
"Iya.. he.." Bian langsung menampilkan senyum manis nya kepada Lily untuk meyakinkan
"Tadi di kamar ini ngapain aja sendirian?" tanya Bian sambil duduk di sofa yang ada di kamar itu dan sofa nya pun menghadap kearah balkon luar kamar, lily pun ikut duduk disebelah Bian
"Kau tau BiBi? perempuan tidur larut malam itu tandanya dia sedang tidak baik-baik saja, dan ketika perempuan tidur lebih awal itu tanda dia sedang hancur-hancurnya." ucap Lily dengan serius
"Ribet amat." gumam Bi pelan
"Tidak ada, tidak ada." jawab Bian cepat mengelak apa yang ia bicarakan barusan
"Udah makan belum?" tanya Bian namun Lily dengan cepat menggeleng kan kepalanya
"Mau aku pesankan makanan dihotel ini atau aku beli di luar?" tanya Bian serius menatap wajah istrinya
"Makanan di hotel ini aja, nasi goreng boleh deh." ucap Lily dan Bian pun meng-oke kan dan langsung berjalan menuju telpon di kamar hotel itu untuk menghubungi resepsionis dan memesankan makanan untuk mereka berdua.
Setelah Bian selesai memesan makanan dihotel itu Bian ngajak Lily berdiri dan berjalan mendekati balkon kamar itu.
__ADS_1
"Gimana? udaranya seger kan?" tanya Bian sambil menggenggam tangan istrinya dengan erat dan matanya tertutup menghirup udara malam hari disana
"Ya." jawab Lily
Bian pun memutar tubuhnya lalu mengangkat memegang pinggang Lily dengan kedua tangannya lalu mengangaktnya masuk ke dalam gendongan Bian
"Hey... nanti aku jatuh."
"Nggak.. tenang aja, aku kuat kok." Ucap Bian dengan pongahnya
"Iya kah?" tanya Lily sambil mengangkat alisnya meremehkan
"Ya dong, mau di angkat lebih tinggi lagi?" Bian menawarkan tenaganya
"Agh tidak tidak.. hehe" dengan cepat Lily menolak
Namun saat dirinya lengah Bian pun langsung membungkam bibir mungil di hadapannya itu
Cup
bersambung....
Sabar ya? 😂😉
__ADS_1