
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang itu karna kedatangan Baby Luke membuat Lily mengabaikan papa Utun alias Bian suaminya. Lily begitu gemes melihat baby Luke yang mulai besar dan gembul itu.
"Hey keponakan elus perut aunty dong supaya anak aunty nanti tampan seperti dirimu." ucap Lily berbicara kepada baby Luke
"Ma... ma... ma.." Baby Luke hanya bisa berbicara satu kata yang diulang-ulang nya saja
"Ya ... terimakasih terimakasih sayang." Dengan kata Ma seolah baby Luke merespon ucapan Lily
"Kau lihat kakak ipar, miris kan?" Bian berbicara kepada El sambil melihat istrinya dari ujung sofa tempat ia sedang mengobrol sekarang.
"Kenapa?" El belum mengerti arah bicara adik iparnya itu
"Kau lihat semenjak istri ku itu hamil, tingkahnya... aku cuma bisa ngelus dada." ucap Bian dengan wajah pasrah, el yang baru paham arah bicara mereka langsung menahan tawa nya
"Puppssttt."
"Kau menertawakan ku? apa dulu istrimu hamil tidak menyusahkan? apa ini hanya akal-akalan Lily untuk menyusahkan aku?" tanya Bian dengan begitu penasaran
__ADS_1
"Bukan begitu, aku juga dulu sama seperti mu, jadi nikmati aja kesengsaraan mu itu." ucap El lagi sambil menahan tawa nya
"Nikmati,, ga enak kakak ipar." rutuk Bian dengan sebel
"Kau tau kak? semenjak istriku hamil, aku selalu ngeluh sendiri, nyemangatin diri sendiri, duh makasih diriku, udah berpura-pura kuat menghadapi istriku hingga saat ini." ucap Bian sambil membanggakan dirinya yang begitu miris
"Papa Utun, kau menggosip istrimu?aku denger ya." ucap Lily dari kejauhan bernada ancaman
"Enggak sayang, Love You." ucap Bian seketika takut jika pawangnya sudah bicara
"Awas ya bohong." ancam Lily
"Cih.... kau menertawakan penderitaan ku." ketus Bian kepada kakak iparnya karna dirinya merasa di ejek terang-terangan
"Sabar,, dulu kakak mu juga nyiksa saya seperti kamu rasakan sekarang Bi, jadi sabar aja." ucap El menyemangati adik ipar nya itu.
"Kakak ipar enak bilang kek gitu, kakak belum ngerasain gimana jadi saya. bukan cuma di susahkan Lily dari sikapnya di rumah saja tapi diluar rumah dia ber-ulah juga kak, sampe malu saya sama orang gara-gara kelakuan absurd nya itu." ucap Bian mengeluh dihadapan kakak iparnya dengan pelan agar istrinya itu tidak mendengar
"Emang apa yang dilakukan istrimu itu?" tanya El penasaran
"Kakak tau, kami kan jalan-jalan malem ni karna dia yang minta, terus berhenti di gerobak nasi goreng malam itu." ucap Bian bercerita
__ADS_1
"Terus Lily nya beli nasi goreng gitu?" tebak El
"Enggak." jawab Bian dengan wajah sebel menahan amarah yang tak bisa ia luapkan
"Terus ngapain?" tanya El lagi
"Jadi gini, lily turun dari mobil dan otomatis aku sebagai suami kan ikutan turun temenin istri. jadi si Lily nanya tu sama penjual nasi goreng, bang masih buka warung nya? terus si abang penjual tu kak ya jawab, iya Nona masih buka, mau beli apa? tanya abang penjual nasi goreng, dan kakak ipar tau apa yang dijawab lily selanjutnya?" ucap Bian Lalu bertanya kepada kakak iparnya
"Enggak, emang lily jawab apa? dia pesen apa?" tanya El
"Lily bilang gini, enggak bang cuma mau bilang tutup aja warung nya, udah malem,,, kau tau kak disitu aku kaget dan pada akhirnya aku hanya bisa minta maaf sambil beli itu nasi goreng, karna ulah dia." ucap Bian pada akhirnya
"buaaahhhhh.... istrimu kocak loh Bi." El terkekeh melihat penderitaan adik ipar nya itu.
"Bukan kocak tapi nyebelin." ketus Bian namun seketika
"Papa Utun." Dari kejauhan Lily memanggil namanya dan auto Bian diam tak bersuara.
Bersambung....
🙏🙏🤣🤣🤣
__ADS_1