
Happy reading
🌹🌹🌹🌹
"Ternyata nggak enak banget ya cinta sendirian." gumam Lily menatap miris dirinya dibalik kaca besar di kamar hotel itu
"Aku mencintai dia tapi dia mencintai orang lain." gumam nya lagi
"Aku sudah menjadi sesabar yang aku bisa, menjadi pengerti semaksimal mungkin, bahkan aku menjadi seseorang yang bukan aku, tapi tetep aja kecewa." ucap Lily memegang dadanya sesak seakan sudah mulai lelah akan semuanya
"Sebodoh apa si aku? sejahat apa si diriku sehingga sulit sekali untuk aku mendapatkan cintanya?"tanya Lily di depan cermin itu
" Hihhkkksss... Stop Lily jangan menangis ga usah cengeng." ucap Lily menghapus air matanya lalu menguatkan batinnya juga raga yang ia miliki.
"Hihkksss... gini amat ya hidup, kalau tau aku lebih memilih jadi kecil aja lagi,,, hihkkss... jangan cengeng Lily." ucap Wanita itu bicara sendirian dihadapan cermin sambil terisak
Lily melepaskan pita di rambutnya lalu berjalan menuju kamar mandi hotel tersebut.
Disisi lain Bian hanya bisa diam mendengarkan paman yang selama ini ia banggakan akan kerja keras nya diperusahaan Daddy Bian juga di dalam keluarga Barata shu asisten Lu termasuk orang sangat diperhitungkan namun kini Bi melihat sisi lain seorang Asisten Lu.
Sisi ke ayah bahkan seorang suami juga kepala rumah tangga yang bertanggungjawab penuh terhadap keluarga nya bahkan sangking cinta nya ia terhadap istri dan putri Satu-satunya itu asisten Lu memohon demi anak nya.
__ADS_1
"Apa kau mau berjanji untuk menerima putri ku apa adanya Bi? kau tau dia sangat mencintaimu." ucap Asisten Lu lagi
Bi hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara "Aku balik ke kamar dulu pa." pamit Bi
\*\*\*\*\*\*\*
Hari pun berganti bahkan pernikahan Bian dan Lily sudah memasuki dua minggu bahkan mereka hanya satu kamar namun tidak satu ranjang, Bi memilih untuk tidur di sofa tanpa bicara bahkan tanpa meminta bantuan kepada lily yang aslinya adalah seorang istri untuk Bian
"Apa pagi ini kau mau berangkat ke kantor papa mu?" tanya Lily dengan nada bicara sangat lembut baru keluar dari ruang ganti pagi itu, mereka memutuskan untuk tinggal serumah dengan daddy dan mommy Bian dengan menepatk kamar Bi sebagai kamar mereka berdua.
"Ya." jawab Bi tanpa melihat wajah istrinya, Bi lebih sibuk merapikan kancing kemeja di pergelangan tanganya
"Ya baiklah,,, mau aku bantu." lily menawarkan dirinya untuk membantu memasangkan kancing di baju Bian
"Ya baiklah,,, apa mau sarapan dulu gabung dengan mom dan Dad?" tanya Lily lagi dengan sesabar mungkin
"Nggak." jawab Bi lagi
"Huhfffsss.." Lily mwmbuang nafas kasar nya
"Baiklah... aku bawakan saja sarapan nya ke kamar ya, supaya kamu bisa makan dengan nyaman disini."ucap Lily lagi menampilkan senyum nya
__ADS_1
" Sudah cukup lily, aku bilang tidak ya tidak. urus saja urusan mu, aku bisa sarapan di kantor nanti." ucap Bian dengan sedikit membentak membuat lily sedikit kaget namun masih ia tahan.
Melihat Bian yang marah-marah lily langsung berjongkok dikaki suaminya sambil memasang kan sepatu di kaki Bian, Bian melihat sekilas lalu mengusap kasar wajah nya.
Setelah selesai memasangkan sepatu lily berdiri dan berhadapan langsung dengan wajah suaminya "Boleh aku kut bekerja dengan mu? aku bosan dirumah." ucap lily sedikit merengek agar dikabulkan permintaan nya
"Kau pikir itu tempat mainan, aku bekerja lily dan itu kantor bukan tempat nongkrong. paham." ketus Bian lagi
"Tak bisa kah kau bicara lebih lembut lagi?" tanya Lily membuat Bian mendengus kesal
"Aku hanya meminta ijin dan jika kau tak mengijinkan bicara baik-baik aku langsung paham kok." jawab Lily
"Maaf, aku sadar waktu kita cuma dua minggu, tapi apa tidak bisa sedikit menghargai diriku?aku juga punya perasaan." ucap lily di hadapan Bian yang hanya membuang pandangannya
"Ternyata benar ya, seseorang akan seenaknya saja, saat tau dirinya sangat dicintai." sindir Lily
"Aku mencintaimu namun aku lupa bertanya apakah kamu mencintai ku juga." ucap Lily meng sad
"Pergi lah ke kantor nanti kau telat." gumam Lily pada akhirnya dengan wajah datar menahan airmatanya
Bersambung.....
__ADS_1
Bantu support terus ya othor receh ini 🙏🙏🤭